
Sumber foto by: https://share.google/images/85Sg1l58R6QqTqXBu
Telur pitan adalah jenis telur yang diawetkan menggunakan teknik tradisional dari Tiongkok. Meski sering dijuluki “telur seribu tahun” atau “century egg”, telur ini sebenarnya hanya diawetkan selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, bukan ribuan tahun.
Telur yang digunakan biasanya adalah telur bebek, tapi bisa juga telur ayam atau puyuh.
🐣 Asal-Usul Telur Pitan
Asal usul telur pitan diyakini berasal dari masa Dinasti Ming (sekitar abad ke-14 hingga 17). Cerita paling populer tentang penemuan telur pitan sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan:
🔍 Legenda mengatakan bahwa seorang petani menemukan telur bebek yang tertimbun di dalam lumpur bercampur abu dan kapur di dekat rumahnya. Ketika dia mengambil dan membukanya, dia melihat warnanya berubah gelap, tapi aromanya menarik. Karena penasaran, dia mencicipinya… dan ternyata rasanya lezat!
Dari situlah, metode pengawetan ini kemudian dikembangkan dan disempurnakan menjadi teknik membuat telur pitan seperti yang kita kenal sekarang.
🧪 Dari Eksperimen ke Tradisi
Setelah penemuan awal, proses pembuatan telur pitan mulai menyebar dan disempurnakan:
Penduduk mulai menggunakan campuran abu, garam, kapur, dan teh untuk mengawetkan telur.
Proses ini menciptakan lingkungan alkali tinggi, yang mengubah tekstur dan rasa telur tanpa merusaknya.
Sejak saat itu, telur pitan menjadi bagian dari budaya kuliner Tiongkok, terutama di wilayah selatan seperti Guangdong, Hunan, dan Jiangxi.
🍽 Peran dalam Budaya Tionghoa
Telur pitan bukan sekadar makanan biasa:
- Sering dihidangkan saat acara keluarga atau perayaan tertentu.
- Dianggap sebagai bagian dari kuliner mewah, terutama jika disajikan dengan topping khusus seperti tahu sutra, saus jahe, atau minyak wijen.
- Dalam pengobatan tradisional Tionghoa, telur pitan juga dipercaya memiliki khasiat tertentu untuk mendinginkan tubuh (yin).
🔬 Proses Pembuatan Telur Pitan
Telur pitan dibuat dengan merendam telur dalam campuran bahan alkali, seperti:
- Kapur (kalsium hidroksida)
- Garam
- Tanah liat
- Abu sekam padi
- Kadang ditambah teh hitam atau daun teh
Telur direndam selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Proses ini menyebabkan:
- Putih telur berubah menjadi jeli bening berwarna coklat kehitaman
- Kuning telur berubah menjadi hijau tua hingga keabu-abuan
- Aroma khas yang kuat (sedikit belerang atau amonia)
👅 Rasa dan Tekstur Telur Pitan
- Aroma: Kuat dan khas (sedikit tajam seperti amonia), tapi tidak busuk jika dibuat dengan benar.
- Rasa: Umami, agak asin, dan kompleks. Ada sensasi “earthy” (berasal dari proses pengawetan).
- Tekstur: Lembut, seperti jeli pada bagian putih, dan creamy pada bagian kuning.
🌱 Apakah Telur Pitan Sehat?
Ya, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dibuat secara higienis, telur pitan bisa jadi bagian dari diet sehat. Berikut manfaatnya:
Kandungan Nutrisi Telur Pitan

Sumber foto by: https://share.google/images/ibXMwsrrsvXKAWyjS
Meskipun mengalami proses pengawetan, telur pitan masih mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Berikut ini adalah kandungan gizinya:
1. Protein
Telur pitan tetap mengandung protein tinggi, sekitar 6–7 gram per butir. Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, serta menjaga massa otot.
2. Lemak
Setiap butir telur pitan mengandung sekitar 5–6 gram lemak, yang sebagian besar berasal dari kuning telur. Lemak ini mencakup lemak jenuh dan lemak tak jenuh, termasuk sedikit asam lemak omega-3.
3. Kalori
Satu butir telur pitan mengandung sekitar 80–100 kalori, tergantung ukuran dan jenis telurnya.
4. Zat Besi
Telur pitan mengandung zat besi dalam jumlah cukup, yang berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
5. Selenium
Selenium adalah mineral dengan sifat antioksidan. Kandungan ini membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan dan mendukung fungsi tiroid.
6. Vitamin A, D, E, dan B Kompleks
Vitamin A bermanfaat untuk kesehatan mata. Vitamin D penting untuk sistem kekebalan dan tulang. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan energi dan menjaga kesehatan saraf. Sebagian besar vitamin ini tetap bertahan meskipun telur diawetkan.
7. Natrium (Sodium)
Selama proses pengawetan, kadar natrium pada telur meningkat. Satu butir telur pitan bisa mengandung lebih dari 200 mg natrium. Bagi orang yang sedang membatasi asupan garam, konsumsi telur pitan sebaiknya tidak terlalu sering.
Apakah Telur Pitan Aman dan Sehat?
Secara umum, telur pitan aman dan sehat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan berasal dari produsen terpercaya. Versi modern telur pitan sudah bebas dari bahan berbahaya seperti timbal, yang dulu kadang digunakan dalam pengawetan tradisional.
❗️Catatan:
- Hindari telur pitan yang mengandung timah atau logam berat (beberapa versi tradisional mengandung ini, tapi versi modern sudah aman).
- Cek label jika membeli produk kemasan.
Berikut penjelasan tentang cara menikmati telur pitan:

Sumber foto by: https://share.google/images/OnoFRx6Mlqdojo0Dp
Telur pitan bisa dinikmati dengan berbagai cara, baik sebagai makanan utama maupun pelengkap. Cara paling populer adalah menyantapnya bersama bubur nasi hangat. Potongan telur pitan yang lembut dan gurih sangat cocok dipadukan dengan bubur polos, memberikan rasa yang kaya dan tekstur yang menarik. Biasanya, bubur ini juga diberi taburan daun bawang, minyak wijen, dan kadang irisan jahe untuk menambah aroma.
Selain itu, telur pitan sering disajikan sebagai lauk dingin bersama tahu sutra. Dalam hidangan ini, tahu dingin dipotong-potong, lalu diberi irisan telur pitan, kecap asin, minyak wijen, dan daun bawang. Rasanya segar, gurih, dan sangat cocok untuk disantap saat cuaca panas atau sebagai pembuka makan malam.
Telur pitan juga bisa dicampurkan dalam salad, mie, atau nasi goreng. Beberapa restoran di Asia bahkan mengolahnya menjadi bagian dari dim sum atau menggunakannya sebagai topping mie ramen dan mie kuah ala Tiongkok.
Bagi yang ingin mencicipinya secara langsung, telur pitan bisa dimakan tanpa dimasak lagi. Cukup kupas kulitnya, potong kecil-kecil, dan sajikan dengan irisan jahe segar atau cuka untuk menyeimbangkan rasa gurih dan aromanya yang kuat.
Yang penting, telur pitan sebaiknya disajikan pada suhu ruang atau dingin, karena aromanya bisa menjadi lebih tajam jika dipanaskan terlalu lama.
Meskipun tampilannya tidak biasa, dengan sedikit eksplorasi, kamu bisa menemukan cara menikmati telur pitan yang sesuai selera. Cobalah dalam berbagai kombinasi untuk menemukan favoritmu!
Kesimpulan
Telur pitan mungkin terlihat aneh bagi sebagian orang karena warnanya yang gelap dan aromanya yang khas, namun di balik tampilannya, tersimpan sejarah panjang, nilai budaya, dan kandungan gizi yang mengesankan. Berasal dari Tiongkok sejak zaman Dinasti Ming, telur ini bukan hanya sekadar makanan, melainkan juga warisan kuliner yang terus dipertahankan hingga kini.
Dengan kandungan protein, vitamin, dan mineral yang masih terjaga meskipun melalui proses pengawetan, telur pitan bisa menjadi pilihan unik dalam menu harian, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Cara menikmatinya pun beragam—mulai dari bubur, tahu dingin, hingga nasi goreng atau mie kuah, semua bisa diolah dengan rasa yang menggugah selera.
Jika kamu belum pernah mencoba, jangan ragu untuk mencicipi telur pitan. Siapa tahu, di balik penampilannya yang tidak biasa, kamu justru menemukan rasa baru yang bikin ketagihan.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

