Es krim, sebuah hidangan penutup yang universal, memiliki beragam rasa dan varian yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia. Namun, ada satu varian yang menonjol dengan kekhasannya, terutama di belahan bumi bagian selatan: Hokey Pokey Ice Cream. Lebih dari sekadar es krim vanila dengan potongan permen, Hokey Pokey adalah sebuah fenomena budaya, simbol musim panas, dan rasa nostalgia bagi jutaan orang. Artikel ini akan mengupas tuntas tentang asal-usul, popularitas, dan mengapa es krim ini begitu dicintai.
Apa Itu Hokey Pokey?

Source: http://www.icecreamdaily.net/2016/05/hokey-pokey.html
Pada intinya, Hokey Pokey Ice Cream adalah es krim rasa vanila yang dicampur dengan potongan-potongan permen karamel yang renyah dan berongga, yang dikenal sebagai “hokey pokey”. Permen ini dibuat dengan menggabungkan gula, sirup glukosa (atau madu), dan soda kue. Saat dipanaskan, campuran ini mengembang dan menciptakan tekstur yang unik, ringan, dan penuh gelembung udara. Begitu mendingin, permen ini mengeras menjadi kristal karamel yang mudah pecah. Potongan-potongan inilah yang memberikan sensasi renyah dan rasa manis yang khas saat bercampur dengan kelembutan es krim vanila.
Asal-Usul yang Misterius
Sejarah Hokey Pokey Ice Cream tidak memiliki catatan yang pasti, namun diyakini kuat berasal dari Selandia Baru pada awal abad ke-20. Salah satu teori yang paling populer adalah bahwa es krim ini pertama kali dibuat oleh Tip Top, sebuah perusahaan es krim terkemuka di Selandia Baru, sekitar tahun 1950-an. Namun, nama “Hokey Pokey” sendiri memiliki sejarah yang lebih panjang dan sedikit ambigu.
Nama ini sering dikaitkan dengan istilah yang digunakan oleh penjual es krim keliling di Inggris dan Amerika Serikat pada abad ke-19, yang disebut “hokey pokey men”. Para penjual ini sering berteriak “Hocus pocus! Hokey pokey!” untuk menarik perhatian pembeli. Ada juga spekulasi bahwa nama tersebut berasal dari bahasa Italia, “ecco un poco!” yang berarti “di sini sedikit!”. Teori lain menyebutkan bahwa nama itu hanyalah tiruan onomatope dari suara permen yang hancur di mulut. Apapun asal-usulnya, nama “Hokey Pokey” telah melekat erat pada es krim ini, terutama di Selandia Baru, Australia, dan beberapa negara Persemakmuran.
Lebih dari Sekadar Es Krim: Sebuah Simbol Budaya

Source: https://icecreamfromscratch.com/hokey-pokey-ice-cream/
Hokey Pokey Ice Cream tidak hanya populer di Selandia Baru, tetapi juga telah menjadi identitas nasional. Es krim ini sering dianggap sebagai “rasa es krim nasional” Selandia Baru. Di sana, Anda bisa menemukan Hokey Pokey di setiap toko es krim, supermarket, dan kedai es krim. Anak-anak dibesarkan dengan rasa ini, dan bagi banyak orang dewasa, satu sendok Hokey Pokey sudah cukup untuk membangkitkan kenangan masa kecil yang hangat dan ceria.
Popularitasnya juga meluas ke negara tetangga, Australia, di mana es krim ini sama-sama dicintai. Meskipun demikian, di negara lain, Hokey Pokey mungkin kurang dikenal atau bahkan tidak ada. Di Amerika Utara atau Eropa, varian es krim yang paling mendekati mungkin adalah “Honeycomb” atau “Cinder Toffee”, tetapi permen yang digunakan seringkali berbeda dalam tekstur dan rasa. Ini membuat Hokey Pokey Ice Cream menjadi sesuatu yang unik dan eksklusif di wilayahnya.
Membuat Hokey Pokey di Rumah

Source: https://notsohumblepie.blogspot.com/2010/06/honeycomb-ice-cream-hokey-pokey.html
Membuat Hokey Pokey di rumah sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi membutuhkan ketelitian. Bahan utamanya adalah gula, madu atau sirup glukosa, dan soda kue. Prosesnya dimulai dengan memanaskan gula dan madu hingga menjadi karamel. Kunci suksesnya adalah memastikan suhu karamel tidak terlalu panas agar tidak gosong, tetapi cukup panas untuk bereaksi dengan soda kue. Begitu soda kue ditambahkan, campuran akan mengembang pesat, menciptakan busa karamel yang ringan dan berongga. Busa ini kemudian dituang ke loyang yang sudah disiapkan dan dibiarkan mengeras. Setelah dingin, permen ini dihancurkan menjadi potongan-potongan kecil dan dicampur ke dalam es krim vanila buatan sendiri atau yang sudah jadi. Hasilnya adalah perpaduan sempurna antara rasa manis, renyah, dan sensasi dingin yang memanjakan lidah.
Inovasi dan Variasi
Seiring berjalannya waktu, para pembuat es krim telah menciptakan berbagai variasi dari Hokey Pokey klasik. Beberapa varian menggunakan cokelat untuk melapisi potongan permen, menambahkan sensasi rasa cokelat yang kaya. Ada juga yang mencampurkan kepingan cokelat, saus karamel, atau bahkan potongan buah-buahan. Namun, bagi para puritan, tidak ada yang bisa mengalahkan kesederhanaan dan kesempurnaan resep aslinya: es krim vanila murni dengan potongan karamel renyah.
Kesimpulan: Sebuah Rasa yang Tak Lekang oleh Waktu
Hokey Pokey Ice Cream adalah lebih dari sekadar camilan manis. Ia adalah cerminan dari budaya dan tradisi, sebuah simbol nostalgia yang kuat, dan rasa yang menghubungkan generasi. Kombinasi sederhana antara es krim vanila yang creamy dan potongan karamel yang renyah dan berongga menciptakan harmoni rasa dan tekstur yang tak terlupakan. Entah Anda menikmatinya di bawah teriknya matahari Selandia Baru atau mencoba membuatnya di dapur Anda sendiri, Hokey Pokey adalah bukti bahwa beberapa kenikmatan hidup yang paling besar sering kali datang dari hal-hal yang paling sederhana. Rasanya yang unik dan sejarahnya yang kaya memastikan bahwa Hokey Pokey akan terus menjadi salah satu rasa es krim yang paling dicintai di dunia.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


