Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Cinta Itu Seperti Pizza: Berlapis, Hangat, dan Selalu Dirindukan

pizza

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/13018286422484865/

Pizza adalah makanan berbentuk bundar yang terdiri dari adonan roti pipih (biasanya dari tepung terigu), yang diberi saus (umumnya saus tomat), keju, dan berbagai macam topping seperti daging, sayuran, seafood, atau buah. Pizza dimasak dengan cara dipanggang, biasanya dalam oven bersuhu tinggi.

Asal Usul Pizza

Pizza yang kita kenal sekarang berasal dari Napoli (Naples), Italia, pada akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19. Namun, cikal bakal pizza sebenarnya sudah ada sejak zaman kuno!


Akar Sejarah Pizza: Dari Zaman Kuno ke Italia

  1. Zaman Kuno
    • Bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno sudah membuat roti pipih yang dipanggang dan diberi topping sederhana seperti minyak zaitun, rempah-rempah, atau keju.
    • Tapi roti pipih ini belum disebut “pizza”.
  2. Italia Abad ke-18
    • Di kota Napoli, roti pipih mulai diberi saus tomat, yang baru dikenal setelah tomat dibawa dari Amerika ke Eropa.
    • Penduduk miskin Napoli mulai menambahkan tomat, keju, dan bahan sederhana lainnya ke atas roti pipih—dan inilah cikal bakal pizza modern.

Pizza Margherita dan Cerita di Baliknya (1889)

  • Saat Ratu Margherita dari Italia berkunjung ke Napoli, seorang pizzaiolo (pembuat pizza) bernama Raffaele Esposito membuat pizza spesial untuknya.
  • Topping-nya terdiri dari saus tomat (merah), keju mozzarella (putih), dan daun basil (hijau)—melambangkan warna bendera Italia.
  • Ratu menyukainya, dan pizza ini kemudian dinamai Pizza Margherita sebagai penghormatan.

Dari Italia ke Dunia

  • Pada awal abad ke-20, banyak imigran Italia pindah ke Amerika, terutama ke kota-kota seperti New York dan Chicago.
  • Mereka membawa budaya kulinernya, termasuk pizza.
  • Di Amerika, pizza berkembang pesat dan disesuaikan dengan selera lokal—lahirlah varian seperti pepperoni pizza dan Chicago deep dish.
  • Setelah Perang Dunia II, tentara Amerika yang pulang dari Eropa membawa cinta terhadap pizza, dan sejak itu popularitasnya meledak di seluruh dunia.

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang proses pembuatan pizza, mulai dari adonan hingga siap disajikan:


🍕 Proses Pembuatan Pizza (Langkah Demi Langkah)

1. Membuat Adonan (Dough)

Bahan utama:

  • Tepung terigu protein tinggi
  • Air hangat
  • Ragi instan
  • Gula (untuk mengaktifkan ragi)
  • Garam
  • Minyak zaitun

Langkah:

  1. Campurkan air hangat, gula, dan ragi → diamkan 5–10 menit hingga berbuih.
  2. Campur tepung dan garam dalam wadah besar.
  3. Tambahkan larutan ragi dan minyak zaitun, aduk hingga kalis.
  4. Uleni adonan selama ±10 menit hingga elastis.
  5. Diamkan (proofing) 1–2 jam hingga mengembang 2 kali lipat.

2. Membentuk dan Menyiapkan Dasar Pizza

  1. Kempiskan adonan yang sudah mengembang.
  2. Giling atau pipihkan adonan membentuk lingkaran (tebal atau tipis sesuai selera).
  3. Pindahkan ke loyang atau alat pemanggang.

3. Menambahkan Saus

Biasanya menggunakan:

  • Saus tomat (campuran tomat, bawang putih, oregano, minyak zaitun)
    Atau bisa juga pakai:
  • Saus BBQ, saus pesto, atau saus putih (untuk varian tertentu)

Oleskan saus secara merata di atas adonan.


4. Menambahkan Topping

Beberapa topping umum:

  • Keju mozzarella (wajib untuk rasa leleh dan gurih)
  • Daging: pepperoni, sosis, ayam, daging asap
  • Sayuran: paprika, jamur, bawang bombay, zaitun
  • Eksperimental: nanas, tuna, rendang, telur, dan lainnya

Susun topping sesuai keinginan dan kreativitas.


5. Memanggang Pizza

  • Panggang dalam oven bersuhu tinggi: 200–250°C
  • Lama memanggang: 10–15 menit, tergantung tebal adonan dan topping
  • Jika pakai oven batu/pizza oven, suhu bisa lebih tinggi (hingga 400°C), waktu memanggang lebih cepat

6. Penyajian

  • Setelah matang, keluarkan dan potong pizza menjadi 6–8 bagian.
  • Bisa diberi tambahan: daun basil segar, minyak zaitun, saus sambal, atau parmesan.

📌 Catatan Tambahan:

  • Pizza bisa dibuat dengan oven listrik, oven gas, atau wajan teflon (untuk versi rumahan).
  • Semakin panas oven, hasil pizza akan semakin autentik (seperti pizza Italia asli).
  • Bisa juga membuat pizza mini, pizza pan (tebal), atau pizza tipis (thin crust).

Berikut adalah macam-macam pizza berdasarkan gaya, bentuk, dan topping-nya. Cocok buat kamu yang ingin tahu jenis-jenis pizza populer di dunia maupun kreasi lokal:


🍕 1. Pizza Margherita (Italia)

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/92886811060380094/

Pizza Margherita berasal dari Napoli (Naples), Italia, dan dianggap sebagai pizza modern pertama.
Diciptakan pada tahun 1889 oleh seorang pizzaiolo (pembuat pizza) bernama Raffaele Esposito.

Ia membuat pizza ini untuk menghormati kunjungan Ratu Margherita dari Italia.
Topping-nya sengaja dipilih untuk mewakili warna bendera Italia:

  • Merah: saus tomat
  • Putih: keju mozzarella
  • Hijau: daun basil

Pizza ini kemudian dinamai Pizza Margherita sebagai penghormatan kepada sang ratu.

  • Asal: Napoli, Italia
  • Isi: Saus tomat, mozzarella, daun basil
  • Ciri khas: Sederhana, mewakili warna bendera Italia (merah, putih, hijau)
  • Cocok untuk: Pecinta pizza klasik & autentik

🍕 2. Pepperoni Pizza (Amerika)

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/19984792090956641/

Asal Usul

  • Pepperoni Pizza berasal dari Amerika Serikat, bukan Italia.
  • Pepperoni adalah sejenis sosis kering dan pedas yang diciptakan oleh imigran Italia di Amerika pada awal abad ke-20.
  • Istilah “pepperoni” berasal dari kata Italia peperoni (yang artinya paprika), tapi dalam versi Amerika, ini merujuk pada sosis berbumbu cabai.
  • Pizza dengan topping pepperoni mulai populer pada pertengahan abad ke-20 dan sekarang menjadi topping paling favorit di AS.

🌶️ Apa Itu Pepperoni?

  • Terbuat dari campuran daging sapi dan/atau babi, dicampur bumbu rempah seperti paprika, cabai, dan bawang putih, lalu difermentasi dan diasap.
  • Teksturnya kenyal, rasanya gurih-pedas, dan saat dipanggang, irisan pepperoni jadi sedikit renyah dan berminyak—yang justru membuatnya makin lezat.
  • Isi: Keju mozzarella & irisan pepperoni (sejenis sosis asap pedas)
  • Ciri khas: Gurih, berlemak, favorit di Amerika
  • Cocok untuk: Penggemar rasa pedas dan daging asap

🍕 3. Hawaiian Pizza

Hawaiian Pizza sebenarnya tidak berasal dari Hawaii. Pizza ini diciptakan pada tahun 1962 di Kanada oleh seorang imigran asal Yunani bernama Sam Panopoulos. Ia bereksperimen dengan menambahkan potongan nanas kalengan dan ham ke atas pizza. Kombinasi rasa manis dan gurih tersebut ternyata disukai banyak orang. Nama “Hawaiian” sendiri diambil dari merek nanas kalengan yang digunakan saat itu. Meski kontroversial, Hawaiian Pizza kini menjadi salah satu varian pizza yang populer di berbagai negara.

  • Isi: Keju, nanas, dan ham (daging asap)
  • Ciri khas: Kombinasi manis dan gurih yang kontroversial
  • Cocok untuk: Kamu yang suka rasa unik dan manis-gurih

🍕 4. Chicago Deep Dish Pizza

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/409546159885700621/

Chicago Deep Dish Pizza berasal dari kota Chicago, Amerika Serikat, dan pertama kali dibuat pada tahun 1943. Pizza ini dirancang untuk menjadi lebih tebal dan mengenyangkan dibandingkan pizza tradisional. Ciri khasnya adalah adonan yang tebal seperti pai, dengan pinggiran tinggi yang dapat menampung banyak topping, keju, dan saus tomat yang kaya rasa. Karena ketebalannya, pizza ini dipanggang lebih lama sehingga menghasilkan tekstur yang lembut di dalam dan renyah di luar. Chicago Deep Dish menjadi ikon kuliner khas Chicago dan sangat populer di kalangan pecinta pizza yang menginginkan cita rasa yang lebih berat dan memuaskan.

  • Asal: Chicago, AS
  • Ciri khas: Tebal seperti pie, saus tomat di atas, keju dan topping di bawah
  • Isi: Saus tomat kental, daging, keju melimpah
  • Cocok untuk: Pecinta pizza tebal dan mengenyangkan

🍕 5. Neapolitan Pizza

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/325174035617197024/

Neapolitan Pizza berasal dari kota Napoli, Italia, dan merupakan jenis pizza paling autentik dan tradisional. Pizza ini sudah ada sejak abad ke-18 dan menjadi dasar bagi banyak varian pizza modern. Ciri khas Neapolitan Pizza adalah adonan yang sangat tipis di tengah dengan pinggiran (crust) yang tebal dan mengembang, serta dipanggang dengan suhu sangat tinggi dalam oven batu selama hanya 60-90 detik. Topping utamanya sederhana, biasanya hanya saus tomat segar, keju mozzarella di bufala, daun basil, dan minyak zaitun. Neapolitan Pizza dikenal karena rasanya yang segar, teksturnya yang lembut dan sedikit kenyal, serta kualitas bahan yang sangat diperhatikan. Pizza ini bahkan mendapat sertifikasi khusus dari Associazione Verace Pizza Napoletana (AVPN) sebagai pizza asli Napoli.

  • Asal: Napoli, Italia
  • Ciri khas: Tipis, lembut di tengah, dipanggang dengan suhu sangat tinggi
  • Versi populer: Margherita dan Marinara
  • Cocok untuk: Pecinta pizza autentik Italia

🍕 6. New York-Style Pizza

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/25262447904294871/

New York-Style Pizza berasal dari kota New York, Amerika Serikat, dan merupakan salah satu gaya pizza yang paling populer di dunia. Pizza ini dikenal dengan adonan tipis dan lebar yang renyah di pinggiran tapi tetap lentur di bagian tengahnya, sehingga mudah dilipat saat dimakan. Biasanya, topping klasik seperti saus tomat dan keju mozzarella digunakan, tapi variasi topping lainnya juga umum. Pizza ini sering dijual per potong dan sangat populer sebagai makanan cepat saji yang praktis untuk disantap sambil berjalan. Gaya New York-Style Pizza berkembang dari tradisi pizza Italia yang dibawa oleh imigran Italia ke Amerika dan kemudian disesuaikan dengan selera lokal.

  • Asal: New York, AS
  • Ciri khas: Tipis, lebar, bisa dilipat saat dimakan
  • Topping: Umumnya pepperoni, jamur, atau hanya keju
  • Cocok untuk: Makan sambil jalan, praktis & cepat

🍕 7. Calzone

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/43417583898956046/

Calzone adalah jenis pizza yang berbentuk seperti kantong atau setengah lingkaran karena adonannya dilipat menutup seluruh isi di dalamnya. Asal-usul Calzone berasal dari Italia, khususnya dari wilayah Napoli dan sekitarnya. Isi Calzone biasanya terdiri dari campuran keju mozzarella, ricotta, daging, sayuran, dan saus tomat, yang kemudian dibungkus rapat dengan adonan pizza dan dipanggang hingga matang. Karena bentuknya yang tertutup, Calzone mudah dibawa dan dimakan, membuatnya populer sebagai makanan praktis. Rasanya mirip dengan pizza tradisional, tetapi dengan sensasi isian yang lebih “tertutup” dan juicy di dalam.

  • Ciri khas: Pizza yang dilipat jadi setengah lingkaran (seperti pastel besar)
  • Isi: Daging, keju, saus (di dalam adonan)
  • Cocok untuk: Kamu yang suka pizza isi “tertutup”

🍕 8. Sicilian Pizza

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/1829656093184928/

Sicilian Pizza berasal dari wilayah Sisilia, Italia, dan dikenal dengan ciri khasnya yang berbentuk persegi atau persegi panjang serta memiliki adonan yang lebih tebal dibanding pizza pada umumnya. Adonannya mirip dengan roti focaccia, empuk dan lembut dengan tekstur yang sedikit kenyal. Pizza ini biasanya dilapisi dengan saus tomat yang kaya rasa, bawang, keju, dan sering ditambahkan ikan teri serta rempah-rempah khas Mediterania. Sicilian Pizza dipanggang dalam loyang dengan lapisan minyak zaitun di bawahnya, sehingga bagian bawahnya menjadi renyah. Pizza ini sangat populer di Italia Selatan dan telah menjadi favorit di berbagai belahan dunia berkat tekstur dan rasa yang unik.

  • Asal: Sisilia, Italia
  • Ciri khas: Bentuk persegi, adonan tebal, tekstur roti lembut
  • Isi: Saus tomat, bawang, ikan teri, dan rempah-rempah
  • Cocok untuk: Penyuka roti dan topping klasik

🍕 9. Pizza Vegetarian / Vegan

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/114067803057728869/

Pizza Vegetarian dan Vegan adalah varian pizza yang dibuat khusus tanpa menggunakan bahan daging.

Pizza Vegetarian biasanya berisi berbagai sayuran segar seperti paprika, jamur, bawang bombay, zaitun, tomat, bayam, brokoli, dan keju mozzarella atau jenis keju lainnya. Pizza ini cocok untuk mereka yang menghindari daging tapi tetap mengonsumsi produk susu.

Pizza Vegan lebih ketat karena tidak menggunakan bahan hewani sama sekali, termasuk keju. Sebagai pengganti keju, biasanya digunakan keju nabati atau topping lain seperti saus tomat, sayuran panggang, jamur, artichoke, paprika, dan berbagai rempah alami. Pizza vegan cocok untuk orang yang menjalani pola makan berbasis tanaman sepenuhnya.

Varian pizza ini semakin populer karena banyak orang yang memilih gaya hidup sehat, peduli lingkungan, atau mengikuti diet khusus. Rasanya tetap lezat dan bisa dikreasikan dengan berbagai bahan alami.

  • Isi: Sayur-sayuran seperti paprika, jamur, zaitun, tomat, bayam
  • Tanpa: Daging, bisa juga tanpa keju (vegan)
  • Cocok untuk: Gaya hidup sehat atau plant-based

🍕 10. Pizza Kreasi Lokal (Indonesia)

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/517632550933692344/

Pizza kreasi lokal di Indonesia mulai berkembang seiring masuknya budaya makanan Barat, khususnya pizza, pada akhir abad ke-20. Restoran dan pabrik pizza di Indonesia kemudian mulai mengadaptasi topping dengan cita rasa lokal untuk menarik selera masyarakat, seperti menambahkan rendang, sambal, tahu, dan tempe. Inovasi ini lahir dari keinginan menggabungkan kelezatan pizza dengan rasa khas Indonesia, sehingga terciptalah berbagai varian pizza unik yang kini populer di kalangan konsumen lokal.

  • Pizza Rendang – topping daging rendang
  • Pizza Ayam Sambal Matah – pedas khas Bali
  • Pizza Tahu Tempe – inovasi unik khas rumahan
  • Pizza Manis – topping cokelat, keju, pisang (seperti martabak manis)

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *