Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

The BLACKPINK Effect: Bagaimana Empat Gadis Korea Mengubah Wajah Industri Fashion Mewah Dunia

The BLACKPINK Effect

Dunia fashion mewah dulunya adalah sebuah benteng eksklusif yang sangat berkiblat pada estetika Eropa dan Amerika. Namun, dalam satu dekade terakhir, terjadi pergeseran tektonik dalam cara brand high-end memasarkan produk mereka. Pusat gravitasi mode telah bergeser ke arah Timur, dan di jantung revolusi ini terdapat sebuah fenomena global yang dikenal sebagai The BLACKPINK Effect.

Jennie, Lisa, Rosé, dan Jisoo bukan sekadar penyanyi atau penari. Mereka adalah entitas budaya yang telah mendefinisikan ulang apa artinya menjadi seorang ikon mode di abad ke-21. Dengan jutaan pengikut di media sosial dan pengaruh yang mampu menggerakkan pasar saham, BLACKPINK telah menjadi “kartu as” bagi rumah mode legendaris di Paris dan Milan.

Mengenal Kedalaman The BLACKPINK Effect di Panggung Runway

Istilah The BLACKPINK Effect pertama kali muncul ketika para analis ekonomi melihat adanya lonjakan nilai merek (Earned Media Value) yang luar biasa setiap kali salah satu member BLACKPINK menghadiri acara fashion week. Sebagai contoh, kehadiran Jisoo di acara Dior seringkali menghasilkan nilai eksposur media yang jauh melampaui selebriti Hollywood papan atas.

Rumah mode mewah tidak lagi hanya mencari model bertubuh tinggi, melainkan mencari personifikasi dari gaya hidup aspirasional. BLACKPINK menawarkan hal tersebut: kombinasi antara kemandirian, kemewahan, dan kedekatan emosional dengan basis penggemar yang sangat loyal, yaitu BLINK.

Jennie: Sang “Human Chanel” dan Pionir Tren Global

Jennie Kim sering disebut sebagai pionir dalam hubungan antara K-Pop dan fashion mewah. Sebagai Global Ambassador Chanel, ia berhasil mengubah citra brand yang dulunya dianggap “klasik dan untuk orang tua” menjadi sesuatu yang muda, segar, dan edgy.

Melalui The BLACKPINK Effect, Jennie mempopulerkan kembali penggunaan kain tweed di kalangan anak muda. Kemampuannya memadukan koleksi vintage Chanel dengan pakaian jalanan modern menciptakan estetika baru yang ditiru oleh jutaan orang di seluruh dunia. Bagi Chanel, Jennie bukan sekadar wajah iklan, ia adalah muse yang mampu memberikan nyawa pada setiap koleksi mereka.

Lisa: Kekuatan Transformasi Citra Celine dan Bvlgari

Jika bicara tentang dampak ekonomi yang instan, Lisa Manoban adalah juaranya. Sejak didapuk menjadi wajah Celine oleh Hedi Slimane, Lisa telah membawa brand tersebut ke puncak popularitas di pasar Asia. Sebelum era Lisa, Celine dikenal dengan gaya minimalis yang sangat ceruk (niche). Namun, berkat pengaruh Lisa, tas “Celine Triomphe” menjadi salah satu item yang paling dicari secara global.

The BLACKPINK Effect pada diri Lisa juga merambah ke dunia perhiasan mewah melalui Bvlgari. Lisa membuktikan bahwa seorang idola K-Pop bisa memiliki aura regal dan elegan yang sejajar dengan bintang film legendaris. Dampaknya? Setiap produk yang ia kenakan di Instagram seringkali habis terjual (sold out) hanya dalam hitungan jam, terlepas dari harganya yang mencapai ribuan dolar.

Rosé: Manifestasi Rock n’ Roll dan Eleganitas Saint Laurent

Rosé membawa warna yang berbeda dalam spektrum mode BLACKPINK. Sebagai wajah dari Yves Saint Laurent (YSL), Rosé mewakili sisi yang lebih berani, dark, dan rock-chic. Hubungannya dengan direktur kreatif Anthony Vaccarello menciptakan sinergi yang sempurna.

Melalui The BLACKPINK Effect, Rosé membantu Saint Laurent mendominasi percakapan di media sosial selama Paris Fashion Week. Gaya rambut pirangnya yang ikonik dipadukan dengan gaun hitam minimalis menciptakan standar baru bagi tren “Quiet Luxury” yang tetap memiliki karakter kuat. Rosé membuktikan bahwa musik dan mode adalah dua bahasa universal yang bisa disatukan untuk menarik minat generasi Z.

Jisoo: Menghidupkan Kembali Modernitas Klasik di Rumah Dior

Jisoo sering digambarkan sebagai standar kecantikan Korea (K-visual), namun pengaruhnya jauh melampaui itu. Sebagai Global Ambassador untuk Dior Fashion dan Beauty, Jisoo telah menjadi faktor kunci di balik pertumbuhan pendapatan Dior yang signifikan di pasar Asia.

Dalam fenomena The BLACKPINK Effect, Jisoo berperan sebagai penghubung antara nilai-nilai tradisional rumah mode dengan modernitas. CEO Dior, Pietro Beccari, bahkan pernah menyatakan betapa besarnya dampak kehadiran Jisoo terhadap brand tersebut. Jisoo berhasil membuat produk seperti “Lady Dior” tetap relevan bagi pembaca majalah fashion muda yang ingin tampil feminin namun tetap berdaya.

Analisis Ekonomi: Mengapa Brand Mewah Membutuhkan “The BLACKPINK Effect”?

Secara angka, pengaruh mereka sangat mencengangkan. Data dari platform analitik seperti Lefty atau Launchmetrics konsisten menunjukkan bahwa BLACKPINK adalah pemberi kontribusi MIV (Media Impact Value) tertinggi di industri mode. Mengapa ini terjadi?

  1. Loyalitas Fandom: Penggemar K-Pop dikenal memiliki loyalitas yang tidak tertandingi. Mereka tidak hanya mengonsumsi musik, tetapi juga gaya hidup sang idola.
  2. Jangkauan Digital: Dengan total pengikut Instagram gabungan yang mencapai ratusan juta, jangkauan iklan organik yang dihasilkan oleh satu unggahan member BLACKPINK setara dengan kampanye iklan bernilai jutaan dolar.
  3. Representasi Asia: Asia kini menjadi pasar konsumen mewah terbesar di dunia. Kehadiran empat gadis ini memberikan representasi yang kuat bagi konsumen di China, Korea, Jepang, dan Asia Tenggara.

Masa Depan Industri Fashion Setelah Revolusi BLACKPINK

Keberhasilan BLACKPINK telah membuka pintu bagi grup K-Pop lainnya (seperti NewJeans, IVE, dan BABYMONSTER) untuk mendapatkan kontrak mewah di usia yang sangat muda. Namun, standar yang ditetapkan oleh BLACKPINK tetap sulit untuk digoyahkan. Mereka telah menciptakan cetak biru tentang bagaimana seorang artis harus memposisikan diri di luar panggung musik.

The BLACKPINK Effect telah mengubah aturan main. Kini, direktur kreatif tidak hanya memikirkan desain baju, tetapi juga memikirkan siapa member BLACKPINK yang cocok untuk mengenakannya di barisan depan (front row) acara mereka. Fashion tidak lagi hanya tentang pakaian, ini tentang narasi, pengaruh, dan koneksi global yang dibawa oleh Jennie, Lisa, Rosé, dan Jisoo.

Dampak pada Desainer Lokal dan Tren ‘K-Style’

Selain brand global, BLACKPINK juga membawa desainer lokal Korea ke panggung internasional. Melalui video musik mereka, desainer seperti Minjukim atau brand lokal lainnya sering mendapatkan sorotan dunia. Ini adalah bagian dari ekosistem The BLACKPINK Effect yang membantu memperkuat ekonomi kreatif secara menyeluruh, tidak hanya menguntungkan rumah mode di Eropa.

Dunia mode kini harus mengakui bahwa tren tidak lagi lahir hanya dari kantor majalah di New York atau studio di Paris. Tren lahir dari apa yang dikenakan BLACKPINK saat berada di bandara, saat latihan menari, atau saat mereka memposting foto di balik layar konser mereka. Inilah kekuatan sejati dari pengaruh yang tidak hanya sekadar tren sesaat, melainkan sebuah revolusi budaya yang akan terus dikenang dalam sejarah fashion dunia.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *