Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Tembok Besar Tiongkok: Kronik Pertahanan dan Kebesaran Kekaisaran

Tembok Besar Tiongkok: Kronik Pertahanan dan Kebesaran Kekaisaran

Tembok Besar Tiongkok (Hanzi Sederhana: 万里长城, Wànlǐ Chángchéng, yang secara harfiah berarti “Tembok Panjang Sepuluh Ribu Li“) adalah salah satu mahakarya arsitektur dan teknik terbesar yang pernah dibangun oleh peradaban manusia. Lebih dari sekadar struktur pertahanan, tembok ini adalah simbol abadi dari keuletan, ambisi, dan kesinambungan sejarah Tiongkok selama lebih dari dua milenium. Membentang melintasi pegunungan, gurun, dan padang rumput, Tembok Besar bukan hanya dinding batu, tetapi sebuah sistem militer yang kompleks, yang kisahnya terjalin erat dengan naik turunnya dinasti-dinasti besar di Tiongkok.

Sumber Foto: https://www.kompas.com/stori/read/2022/06/09/100000079/fungsi-tembok-besar-china-di-masa-lalu-dan-masa-kini

Babak I: Bukan Sekadar Satu Tembok, Melainkan Serangkaian Sistem

Salah satu kesalahpahaman terbesar mengenai Tembok Besar adalah anggapan bahwa ia merupakan satu garis pertahanan tunggal yang dibangun sekaligus. Kenyataannya, Tembok Besar adalah serangkaian benteng, menara pengawas, barak, dan parit yang dibangun, diperbaiki, dan diperluas oleh banyak dinasti selama periode lebih dari 2.000 tahun.

1. Rentang dan Dimensi

Berdasarkan survei arkeologi terbaru, panjang total Tembok Besar, termasuk semua cabangnya dan bagian yang tidak terawat, diperkirakan mencapai sekitar 21.196 kilometer. Namun, bagian yang paling terkenal, terpelihara, dan sering dikunjungi, yang sebagian besar dibangun pada masa Dinasti Ming, memiliki panjang sekitar 8.850 kilometer (termasuk parit alam).

Secara umum, ketinggian rata-rata Tembok Besar berkisar antara 6 hingga 7 meter, dengan lebar sekitar 4 hingga 5 meter, cukup lebar untuk memungkinkan barisan tentara berbaris atau bahkan kereta kuda melewatinya.

2. Awal Mula: Periode Negara-Negara Berperang

Ide awal pembangunan tembok pertahanan dimulai jauh sebelum kekaisaran Tiongkok bersatu, yaitu pada Periode Negara-Negara Berperang (sekitar abad ke-7 SM). Berbagai negara bagian (seperti Qin, Zhao, dan Yan) mulai membangun dinding-dinding lokal untuk melindungi perbatasan mereka dari serangan negara tetangga dan suku-suku nomaden dari Utara.

Sumber Foto: https://www.traveloka.com/id-id/explore/activities/tembok-besar-china-ta/578625

Babak II: Kaisar Qin Shi Huang dan Konsolidasi Awal

Titik balik dalam sejarah Tembok Besar terjadi pada masa Dinasti Qin (221–206 SM), ketika Tiongkok pertama kali dipersatukan di bawah Kaisar Qin Shi Huang.

1. Menghubungkan Tembok

Setelah menyatukan Tiongkok, Qin Shi Huang memerintahkan penghancuran sebagian besar dinding yang memisahkan wilayah-wilayah negara bagian yang ditaklukkannya. Namun, pada saat yang sama, ia memerintahkan penggabungan dan perpanjangan tembok-tembok di bagian utara untuk menciptakan satu garis pertahanan yang masif. Tujuannya adalah melindungi perbatasan utara kekaisaran dari serangan suku-suku Xiongnu yang kuat dan nomaden.

2. Pengerahan Tenaga Kerja dan Biaya Manusia

Proyek Qin Shi Huang melibatkan pengerahan tenaga kerja dalam jumlah besar, termasuk tentara, petani, dan narapidana. Kondisi kerja yang keras, medan yang sulit, dan kekurangan pasokan menyebabkan ribuan pekerja tewas. Tembok Besar pada masa ini sering dijuluki “kuburan terpanjang di dunia” karena banyak pekerja yang dikubur di dalam atau di dekat fondasinya.

Meskipun bagian tembok yang dibangun oleh Qin Shi Huang sebagian besar terbuat dari tanah yang dipadatkan (rammed earth) dan sebagian besar telah lapuk, proyeknya menetapkan konsep strategis dari Tembok Besar sebagai garis pertahanan utara kekaisaran.

Sumber Foto: https://whc.unesco.org/en/list/438

Babak III: Masa Keemasan Dinasti Ming (Batu Bata dan Benteng)

Bagian Tembok Besar yang paling ikonik, terawat, dan paling sering kita lihat saat ini—dengan batu bata dan menara pengawas yang megah—dibangun pada masa Dinasti Ming (1368–1644 M).

1. Perubahan Strategis

Setelah Dinasti Yuan (Mongol) runtuh, Dinasti Ming bertekad untuk mencegah invasi nomaden kembali. Daripada terus-menerus berperang, mereka mengalihkan fokus pada pertahanan statis yang kokoh. Mereka menyadari bahwa tembok tanah lama Qin Shi Huang tidak lagi efektif melawan kavaleri Mongol yang terlatih.

2. Revolusi Material

Dinasti Ming merevolusi konstruksi Tembok Besar dengan menggunakan material yang jauh lebih unggul: batu bata dan potongan batu yang dipotong presisi.

  • Keunggulan Batu Bata: Batu bata memungkinkan pembangunan struktur yang lebih tinggi, lebih tebal, dan yang terpenting, jauh lebih tahan terhadap erosi cuaca dan serangan. Mereka mampu membangun menara yang lebih kuat dan tahan lama.
  • Menara Pengawas: Menara-menara pengawas dibangun setiap beberapa ratus meter. Menara ini berfungsi sebagai barak bagi tentara, tempat penyimpanan senjata dan perbekalan, serta pos komunikasi.

3. Sistem Komunikasi (Asap dan Api)

Tembok Besar adalah sistem komunikasi militer yang canggih.

  • Sinyal Asap: Pada siang hari, sinyal dibuat menggunakan kepulan asap.
  • Sinyal Api: Pada malam hari, suar api dinyalakan.

Jumlah asap atau api yang digunakan memiliki arti tertentu (misalnya, satu kepulan/suar berarti 100 musuh, dua berarti 500 musuh, dst.), memungkinkan transfer informasi cepat tentang skala serangan kepada pasukan yang berjarak ratusan kilometer.

Sumber Foto: https://www.contiki.com/six-two/article/interesting-facts-about-the-great-wall-of-china

Babak IV: Tujuan dan Fungsi Tembok Besar Tiongkok

Meskipun sering digambarkan sebagai pertahanan yang sempurna, fungsi Tembok Besar jauh lebih kompleks daripada sekadar menghalangi musuh.

  1. Mengontrol Perdagangan dan Imigrasi: Tembok berfungsi sebagai kontrol perbatasan. Pintu gerbang utama (seperti Jia Yu Guan di barat dan Shan Hai Guan di timur) adalah titik masuk dan keluar yang dijaga ketat, memungkinkan kekaisaran untuk mengendalikan arus masuk pedagang (terutama Jalur Sutra) dan mencegah pembelotan.
  2. Jalur Transportasi: Di banyak bagian, Tembok Besar berfungsi sebagai jalur transportasi dan logistik yang efisien bagi tentara yang membawa perbekalan melintasi medan yang kasar.
  3. Simbol Psikologis: Secara psikologis, Tembok Besar berfungsi sebagai demarkasi yang jelas antara peradaban pertanian Tiongkok di selatan dan suku-suku nomaden di utara. Ia mewujudkan ide “Tiongkok yang beradab” versus “dunia luar yang barbar.”

Sumber Foto: https://www.idntimes.com/science/discovery/8-fakta-menarik-seputar-tembok-besar-cina-sudah-tahu-01-b23q4-rby8fv

Babak V: Akhir Fungsi Militer dan Warisan Dunia

Meskipun Tembok Besar berhasil menahan banyak serangan kecil, ia akhirnya gagal menghentikan invasi terbesar.

Pada tahun 1644, Dinasti Ming runtuh setelah Jenderal Wu Sangui membuka gerbang Shan Hai Guan (Gerbang Shan Hai, yang dikenal sebagai “Kepala Naga Tua” karena berakhir di laut) kepada pasukan Manchu. Pasukan Manchu melewati tembok dan mendirikan Dinasti Qing, yang akhirnya meluaskan wilayah Tiongkok jauh ke utara, membuat fungsi Tembok Besar sebagai garis pertahanan utama menjadi usang.

Warisan Dunia (UNESCO)

Sejak pertengahan abad ke-20, Tembok Besar telah diakui sebagai warisan budaya dan sejarah yang tak ternilai. Pada tahun 1987, Tembok Besar Tiongkok ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Saat ini, beberapa bagian Tembok Besar telah direstorasi dan menjadi daya tarik wisata global yang signifikan:

  • Badaling & Mutianyu: Bagian yang paling sering dikunjungi dan paling terawat, dekat Beijing.
  • Simatai & Jinshanling: Menawarkan pengalaman yang lebih menantang dengan pemandangan alami yang dramatis.

Kesimpulan

Tembok Besar Tiongkok adalah monumen yang kompleks dan monumental, mewakili upaya kolektif yang tak tertandingi oleh puluhan dinasti Tiongkok untuk mempertahankan identitas dan perbatasan mereka. Tembok ini adalah kronik sejarah yang terbuat dari tanah, batu bata, dan pengorbanan manusia. Meskipun secara militer Tembok Besar mungkin tidak selalu berhasil menghentikan invasi besar, warisan abadinya terletak pada simbolisme keuletan nasional, teknik arsitektur yang ambisius, dan cerminan hubungan abadi antara Tiongkok yang menetap dan dunia nomaden di sekitarnya. Ia berdiri tegak bukan hanya sebagai dinding, tetapi sebagai narasi bisu tentang kebesaran kekaisaran yang membentang di bawah langit Asia.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *