Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Nasi Biryani Mahakarya Kuliner Spektakuler dari Istana Mughal hingga ke Seluruh Dunia

nasi Biryani

Nasi biryani bukan sekadar hidangan nasi berbumbu; ia adalah simbol kemewahan, perpaduan budaya, dan teknik memasak tingkat tinggi yang telah bertahan selama berabad-abad. Dari aroma rempah yang semerbak hingga tekstur nasi basmati yang panjang dan pera, biryani telah menjadi salah satu kuliner paling ikonik di dunia, khususnya di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

1. Akar Etimologi dan Filosofi Nama

Kata “Biryani” berakar dari bahasa Persia. Para ahli bahasa meyakini kata ini berasal dari kata birian yang berarti “digoreng sebelum dimasak” atau birinj yang berarti “nasi”. Dalam metode aslinya, beras biasanya ditumis terlebih dahulu dengan lemak (seperti ghee atau mentega murni) sebelum direbus bersama daging dan rempah-rempah. Proses ini bertujuan untuk memberikan lapisan pelindung pada butiran beras agar tidak hancur dan tetap terpisah satu sama lain saat dimasak dalam waktu lama.

2. Sejarah dan Asal-Usul: Antara Persia dan India

nasi Biryani

Sumber Foto: https://www.kompas.com/food/read/2022/10/07/100900175/resep-nasi-biryani-ayam-praktis-untuk-bekal-makan-siang

Meskipun sering dianggap sebagai makanan asli India, sejarah nasi biryani adalah hasil dari asimilasi budaya yang kompleks.

  • Pengaruh Persia dan Mughal: Teori yang paling populer menyatakan bahwa biryani dibawa ke India oleh bangsa Mughal dari Persia. Di istana-istana Mughal yang megah, para koki kerajaan mengadaptasi hidangan nasi pilaf (pulao) dari Persia dengan menambahkan kekayaan rempah-rempah lokal India. Hasilnya adalah hidangan yang lebih tajam, lebih pedas, dan lebih beraroma daripada versi aslinya.
  • Legenda Mumtaz Mahal: Salah satu legenda terkenal menyebutkan bahwa Permaisuri Mumtaz Mahal (istri Shah Jahan, pembangun Taj Mahal) pernah mengunjungi barak militer. Ia mendapati para prajurit tampak kurang gizi. Ia kemudian memerintahkan koki untuk membuat hidangan seimbang yang menggabungkan daging (protein), nasi (karbohidrat), dan rempah-rempah (kesehatan). Hidangan itulah yang kemudian dikenal sebagai biryani.
  • Jalur Perdagangan Arab: Teori lain menunjukkan bahwa pedagang Arab telah membawa versi awal biryani ke pesisir selatan India (seperti Malabar) jauh sebelum kekaisaran Mughal berdiri. Hal ini menjelaskan mengapa terdapat perbedaan karakter yang signifikan antara biryani di India Utara dan India Selatan.

3. Teknik Memasak: Kunci Kelezatan “Dum”

Hal yang membedakan biryani dari nasi goreng atau nasi kebuli adalah teknik memasaknya yang disebut “Dum Pukht”.

  • Dum artinya bernapas atau meredam.
  • Pukht artinya memasak.

Dalam teknik ini, daging yang sudah dimarinasi dan nasi yang setengah matang disusun berlapis-lapis dalam periuk tanah liat atau logam besar. Periuk tersebut kemudian ditutup rapat menggunakan adonan gandum (terigu) di sekeliling pinggirannya agar uap tidak keluar. Panci dipanaskan di atas api kecil, sehingga bahan-bahan di dalamnya matang perlahan dalam uapnya sendiri. Teknik ini memastikan sari-sari daging meresap sempurna ke dalam setiap butir nasi.

4. Ragam Biryani yang Legendaris

nasi Biryani

Sumber Foto: https://lifestyle.haluan.co/2024/07/25/resep-nasi-briyani-yang-kaya-rempah-dan-aromatik/

Seiring penyebarannya, setiap daerah mengembangkan karakteristik biryani mereka sendiri:

  1. Hyderabadi nasi Biryani: Mungkin yang paling terkenal di dunia. Dikenal karena kepedasannya dan penggunaan teknik Kacchi (daging mentah diletakkan di bawah nasi setengah matang lalu dimasak bersamaan).
  2. Lucknowi (Awadhi) Biryani: Lebih halus dan aromatik. Fokusnya adalah pada kelembutan daging dan aroma parfum alami (seperti air mawar atau pandan), bukan pada kepedasan yang menyengat.
  3. Kolkata nasi Biryani: Unik karena menyertakan kentang dan telur rebus di dalam nasinya. Hal ini berawal dari masa pengasingan Nawab Wajid Ali Shah, di mana daging sulit didapat sehingga diganti dengan kentang yang kemudian justru menjadi ciri khas yang dicintai.
  4. Sindhi nasi Biryani: Berasal dari wilayah Pakistan, dikenal sangat berempah, tajam, dan menggunakan buah prem kering (dried plums) untuk memberikan sensasi rasa asam segar.

5. Biryani di Indonesia dan Melayu

Di Indonesia dan Malaysia, biryani beradaptasi dengan bahan lokal. Meskipun tetap menggunakan rempah dasar seperti jintan, kapulaga, cengkeh, dan kayu manis, biryani lokal sering kali disesuaikan dengan selera lidah Nusantara yang menyukai keseimbangan rasa gurih. Biryani di sini sering disajikan dengan acar timun-nenas dan emping untuk menambah tekstur.

6. Bahan Utama yang Tak Tergantikan

Untuk menghasilkan nasi biryani yang otentik, beberapa bahan berikut wajib ada:

  • Beras Basmati: Beras bulir panjang yang memiliki aroma kacang-kacangan.
  • Saffron (Kuma-kuma): Memberikan warna kuning keemasan yang mewah dan aroma yang khas.
  • Ghee: Memberikan rasa gurih yang mendalam dan kilau pada nasi.
  • Rempah Utuh: Kayu manis, bunga lawang, kapulaga hijau dan hitam, serta cengkeh.

Penutup

Nasi biryani bukan hanya tentang rasa, tapi tentang sejarah panjang perjalanan manusia dan pertukaran budaya. Dari dapur istana di Persia hingga ke kedai-kedai di pinggir jalan Jakarta atau Kuala Lumpur, biryani tetap menjadi hidangan yang mempersatukan orang di meja makan. Kelezatannya terletak pada kesabaran proses memasaknya, menjadikannya simbol penghargaan bagi siapa pun yang menyantapnya.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *