Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

🍰 Scone: Mahkota Sederhana Budaya Teh Inggris, Sejarah, dan Seni Cream Tea

Scone

Scone (dibaca skon atau skoun) adalah roti kecil, berbentuk quick bread dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam, yang memiliki tempat kehormatan di meja teh Inggris Raya. Scone adalah simbol tak terpisahkan dari ritual sore hari, terutama dalam tradisi Cream Tea atau Afternoon Tea. Kesederhanaannya—dibuat dari tepung terigu, baking powder, lemak (mentega), dan susu—justru menjadi keunggulannya.

Namun, di balik kesederhanaannya, Scone membawa warisan sejarah panjang, perdebatan tentang penyajian yang benar (apakah selai dulu atau krim dulu?), dan variasi resep yang beragam di seluruh Inggris, Skotlandia, dan Irlandia. Scone bukan hanya makanan; ia adalah perwujudan kehangatan, tradisi, dan etiket sosial Inggris.

Artikel ini akan mengupas tuntas sejarah Scone, perbedaan mendasarnya dengan camilan serupa, komposisi kimia di balik teksturnya yang sempurna, hingga perdebatan klasik mengenai cara menyajikannya.

I. Penjelasan: Sejarah dan Identitas Scone

Source: https://www.wearetateandlylesugars.com/recipe/easy-english-scones-recipe/

A. Asal-Usul Kuno

Scone diperkirakan berasal dari Skotlandia. Secara historis, Scone dibuat dengan gandum dan dipanggang di atas wajan bundar (griddle), mirip dengan roti pipih (flatbread) tebal.

  • Nama: Nama Scone diduga berasal dari Batu Scone (Stone of Scone atau Stone of Destiny), batu penobatan bersejarah raja-raja Skotlandia, atau mungkin dari kata Belanda Kuno schoonbrot yang berarti “roti bersih” atau schoon yang berarti “cantik.”
  • Evolusi: Scone modern yang kita kenal sekarang, berbentuk kecil, dipotong bulat, dan dipanggang dalam oven, baru populer di Inggris pada abad ke-19 setelah baking powder ditemukan. Penemuan ini memungkinkan Scone mengembang dengan cepat dan memiliki tekstur yang lebih ringan daripada versi awalnya yang padat.

B. Perbedaan dengan Roti Serupa

Scone sering disamakan atau dipertukarkan dengan camilan lain, terutama di Amerika:

CamilanAsal UtamaBahan Kunci & TeknikTekstur Khas
SconeInggris Raya & SkotlandiaTepung, Mentega, Baking Powder, Susu/ButtermilkRenyah di luar, lembut dan sedikit padat di dalam, kurang manis.
Biskuit (AS)Amerika SerikatTepung, Shortening/Lemak Padat, ButtermilkSangat berlapis (flaky), lembut, sangat gurih (savory) untuk hidangan utama.
MuffinAmerika UtaraTepung, Minyak/Mentega Cair, TelurBerbentuk kubah, adonan basah, lebih manis.

Perbedaan mendasar Scone terletak pada kandungan lemaknya yang lebih sedikit dibandingkan biskuit AS, dan penggunaan baking powder yang membuatnya naik lebih cepat daripada adonan berbasis ragi.

II. Ilmu di Balik Tekstur dan Adonan

Source: https://www.bbc.co.uk/food/recipes/sultana_scones_with_98294

Kunci kesempurnaan Scone terletak pada ilmu pembuatan adonan (pastry) yang cepat dan dingin.

1. Teknik “Gosok Dingin” (Rubbing In)

Mentega dingin dipotong kecil-kecil lalu digosokkan ke tepung menggunakan ujung jari. Tujuannya adalah melapisi setiap partikel tepung dengan lemak, sehingga terbentuk kantong-kantong lemak.

  • Fungsi: Ketika dipanggang, lemak dingin ini meleleh, melepaskan uap, dan menciptakan ruang udara, menghasilkan Scone yang flaky (berlapis) dan ringan tanpa menjadi kenyal.

2. Meminimalkan Gluten

Adonan Scone harus dicampur sesingkat mungkin.

  • Fungsi: Pencampuran yang berlebihan akan mengembangkan gluten (protein dalam tepung) terlalu banyak, yang akan menghasilkan Scone yang keras dan kenyal, bukan ringan dan rapuh. Proses cepat ini yang mengklasifikasikan Scone sebagai quick bread.

3. Agen Pengembang Cepat

Penggunaan baking powder atau cream of tartar adalah kunci untuk menghasilkan lift (pengembangan) yang cepat dan tinggi, yang membedakan Scone modern dari roti pipih historis.

III. Scone dalam Budaya Teh: Cream Tea dan Perdebatan Klasik

Scone mencapai puncak kejayaannya sebagai elemen utama dari Cream Tea (tradisi yang sering dikaitkan dengan Devon dan Cornwall) atau sebagai salah satu hidangan dalam Afternoon Tea yang lebih mewah.

A. Cream Tea Sempurna

Cream Tea adalah penyajian sederhana yang terdiri dari Scone, teh hitam, Clotted Cream (krim kental khas Inggris yang dimasak perlahan), dan Selai Buah (biasanya stroberi atau raspberry).

B. Perdebatan Klasik: Selai atau Krim Dulu?

Dua wilayah utama Inggris memiliki tradisi berbeda dalam menyajikan Scone yang menjadi perdebatan abadi:

  1. Gaya Cornwall: Krim Kental diaplikasikan terlebih dahulu, lalu selai di atasnya. (Dianggap lebih logis karena selai lebih manis dan menonjol di atas krim.)
  2. Gaya Devon: Selai diaplikasikan terlebih dahulu, lalu ditumpuk dengan Krim Kental yang banyak. (Dianggap lebih tradisional karena krim adalah mahkota Scone.)

Terlepas dari perdebatan, inti dari ritual ini adalah membelah Scone yang masih hangat, mengoleskannya dengan kedua topping mewah tersebut, dan menikmatinya bersama secangkir teh panas.

IV. Variasi Modern dan Inovasi

Source: https://www.havehalalwilltravel.com/id/10-makanan-enak-yang-gampang-dibuat-di-rumah

Meskipun Scone klasik disajikan polos, ia telah berevolusi menjadi berbagai varian rasa:

  • Scone Buah: Ditambahkan kismis, currant, atau cranberry.
  • Scone Gurih (Savory): Ditambahkan keju (Cheddar atau Parmesan), herba (chives), dan terkadang irisan ham atau bacon. Scone gurih ini dapat disajikan sebagai pendamping sup atau hidangan utama.
  • Scone Gandum Utuh: Menggunakan tepung gandum utuh untuk pilihan yang lebih berserat dan padat.

Tentu, Scone adalah camilan yang terlihat sederhana, tetapi sarat dengan keajaiban budaya, sejarah, dan ilmu pembuatan adonan (baking).

Berikut adalah rincian keunikan dan keajaiban dari Scone:


🍰 Keunikan dan Keajaiban dari Scone

Source: https://www.mygfguide.com/gluten-free-scones/

I. Keajaiban Budaya dan Tradisi

1. Mahkota Utama Ritual Teh (Cream Tea)

  • Keunikan: Scone bukanlah sekadar roti pendamping; ia adalah inti dari tradisi Inggris yang dikenal sebagai Cream Tea atau bagian penting dari Afternoon Tea.
  • Keajaiban: Scone mengubah waktu minum teh menjadi ritual sosial yang elegan. Scone harus disajikan hangat, dibelah, dan dihiasi dengan dua topping khas: Clotted Cream (krim kental) dan Selai Buah (biasanya stroberi).

2. Perdebatan Abadi (Selai Dulu atau Krim Dulu?)

  • Keunikan: Cara penyajian Scone yang benar memicu persaingan budaya yang ramah antara dua county di Inggris: Devon dan Cornwall.
  • Keajaiban: Perdebatan ini merayakan tradisi regional: Devon memilih selai dulu, baru krim di atasnya (seperti mahkota); sedangkan Cornwall memilih krim dulu, baru selai. Perdebatan ini adalah bagian tak terpisahkan dari identitas Scone dan budaya teh Inggris.

3. Simbol Awal Quick Bread Modern

  • Keunikan: Scone menjadi populer pada abad ke-19 setelah penemuan Baking Powder.
  • Keajaiban: Penggunaan baking powder memungkinkan Scone mengembang dengan cepat dan memiliki tekstur yang ringan dan fluffy, berbeda dengan roti pipih padat zaman dulu. Ini menjadikannya salah satu quick bread (roti cepat) pertama yang populer di masakan Inggris.

II. Keajaiban Teknik dan Tekstur

4. Keseimbangan Tekstur yang Sempurna

  • Keunikan: Scone yang sempurna harus memiliki tekstur yang sangat spesifik dan kontras.
  • Keajaiban: Sisi luarnya harus renyah dan berwarna keemasan (crusty), sementara bagian dalamnya harus lembut, rapuh, dan sedikit flaky (berlapis). Keseimbangan ini dicapai melalui teknik rubbing in (menggosok mentega dingin ke tepung).

5. Keajaiban “Gosok Dingin” (Rubbing In)

  • Keunikan: Teknik pembuatan Scone mewajibkan mentega harus dalam keadaan sangat dingin dan dicampur dengan cepat.
  • Keajaiban: Mentega yang dingin menghasilkan kantong-kantong lemak di dalam adonan. Ketika dipanggang, lemak ini meleleh, melepaskan uap, yang kemudian memaksa adonan mengembang secara cepat. Inilah yang menciptakan tekstur flaky dan ringan tanpa membuatnya keras (karena gluten tidak berkembang berlebihan).

III. Keunikan Fleksibilitas Rasa

6. Kanvas Rasa yang Serbaguna

  • Keunikan: Scone memiliki rasa dasar yang tidak terlalu manis dan relatif netral.
  • Keajaiban: Rasa netral ini membuatnya sangat fleksibel. Scone dapat dipasangkan dengan topping manis (selai, madu, buah) atau diubah menjadi hidangan gurih (savory) dengan penambahan keju, herba, atau bawang bombay, menjadikannya cocok untuk sarapan, makan siang, atau dessert.

Kesimpulan

Penjelasan: Scone adalah camilan quick bread klasik dari Inggris Raya, dikenal karena teksturnya yang renyah di luar, lembut di dalam, dan dibuat dengan teknik mencampur mentega dingin ke dalam tepung (rubbing in) secara cepat untuk mencegah perkembangan gluten berlebihan. Scone adalah inti dari tradisi Cream Tea dan Afternoon Tea. Keunikan Scone terletak pada kesederhanaannya yang elegan, kontrasnya dengan biskuit Amerika, dan perannya yang signifikan dalam etiket sosial teh Inggris, yang bahkan memicu perdebatan budaya mengenai urutan yang benar dalam mengoleskan selai dan clotted cream.

Kesimpulan: Scone adalah lebih dari sekadar roti; ia adalah artefak kuliner yang merangkum sejarah, ilmu pengetahuan adonan, dan tradisi sosial Inggris. Dari asal-usulnya di Skotlandia hingga perdebatan yang menyenangkan antara Devon dan Cornwall, Scone tetap menjadi simbol kehangatan dan kemewahan sederhana. Kehadirannya yang abadi di meja teh membuktikan bahwa kelezatan sering kali terletak pada kesempurnaan bahan-bahan dasar dan penghormatan terhadap ritual.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *