Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Ritual Musik: Mengapa Kita Selalu Cari Lagu Galau Saat Sedang Sedih?

Ritual Musik

Pernahkah Anda berada di situasi di mana hati sedang hancur, namun alih-alih mendengarkan lagu ceria untuk membangkitkan semangat, Anda justru memutar daftar putar (playlist) paling menyedihkan yang Anda miliki? Fenomena ini hampir dialami oleh semua orang. Seolah ada sebuah dorongan tak kasat mata yang memaksa kita untuk tenggelam lebih dalam ke dalam melodi minor dan lirik-lirik yang menyayat hati.

Banyak yang menganggap perilaku ini aneh. “Sudah sedih, kok makin dicari sedihnya?” Begitu seloroh teman-teman kita. Namun, secara psikologis dan emosional, mencari lagu galau saat sedang terpuruk bukanlah bentuk masokisme atau keinginan untuk menderita. Sebaliknya, ini adalah sebuah ritual musik yang memiliki fungsi penyembuhan yang luar biasa.


Keajaiban Ritual Musik sebagai Cermin Emosi

Salah satu alasan utama mengapa kita mencari lagu galau adalah karena kita membutuhkan validasi. Saat kita sedih, seringkali dunia terasa tidak memahami apa yang kita rasakan. Kata-kata dari orang terdekat terkadang terasa hambar atau bahkan terdengar seperti penghakiman. Di sinilah ritual musik mengambil peran.

Lagu galau bertindak sebagai “cermin”. Ketika lirik lagu tersebut menceritakan pengkhianatan, kehilangan, atau kesepian yang persis seperti yang kita alami, kita merasa tidak sendirian. Ada perasaan lega yang muncul saat mengetahui bahwa ada orang lain (sang penulis lagu atau penyanyi) yang pernah merasakan penderitaan yang sama dan berhasil menuangkannya dalam karya yang indah. Ini menciptakan koneksi emosional yang kuat, memberikan kesan bahwa perasaan kita itu valid dan manusiawi.

Sains di Balik Ritual Musik: Peran Hormon Prolaktin

Mengapa mendengarkan lagu sedih justru bisa membuat kita merasa lebih baik setelahnya? Jawabannya ada di dalam otak kita. Para peneliti saraf menemukan bahwa saat kita mendengarkan musik yang menyedihkan, otak kita sebenarnya melepaskan hormon yang disebut prolaktin.

Dalam kondisi normal, prolaktin dilepaskan untuk membantu tubuh melawan rasa sakit emosional. Menariknya, saat kita mendengarkan lagu galau, otak “tertipu” dan mengira kita sedang mengalami trauma nyata, sehingga ia mengirimkan dosis prolaktin untuk menenangkan kita. Namun, karena sedih yang kita rasakan hanya berasal dari musik (sedih yang estetis, bukan ancaman nyata), efek prolaktin tersebut justru memberikan rasa nyaman dan ketenangan yang luar biasa. Itulah alasan mengapa ritual musik ini sering berakhir dengan perasaan lega atau yang sering disebut sebagai katarsis.

Menemukan Teman Tak Kasat Mata Lewat Ritual Musik

Kesepian adalah teman setia dari kesedihan. Saat kita sedang “galau”, kita cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Namun, manusia tetaplah makhluk sosial yang butuh ditemani. Lagu galau hadir sebagai teman imajiner yang tidak banyak menuntut.

Melalui ritual musik, kita bisa “berdiskusi” dengan sang penyanyi tanpa perlu mengeluarkan kata-kata. Musik tersebut memberikan empati tanpa menghakimi. Berbeda dengan manusia yang mungkin memberikan saran seperti “Sudahlah, jangan sedih lagi,” lagu galau justru membiarkan kita tetap berada di ruang sedih tersebut sampai kita merasa cukup. Musik memberikan ruang aman bagi kita untuk menjadi rapuh tanpa perlu merasa malu.

Estetika dalam Kesedihan: Mengapa Terasa Indah?

Ada sisi estetika yang unik dalam lagu-lagu sedih. Seringkali, lagu yang paling menyentuh justru memiliki melodi yang paling indah, aransemen yang megah, atau vokal yang sangat emosional. Kita tidak hanya menikmati kesedihannya, tapi kita menikmati keindahan seni dari kesedihan tersebut.

Melalui ritual musik, kita mengubah rasa sakit yang mentah dan berantakan menjadi sesuatu yang teratur dan puitis. Ada kepuasan tersendiri saat kita bisa mengapresiasi keindahan dalam melodi yang melankolis. Ini membantu kita melihat bahwa penderitaan juga bisa memiliki sisi yang “indah” atau setidaknya bermakna. Hal ini secara perlahan membantu proses penerimaan (acceptance) terhadap situasi yang sedang dihadapi.

Manfaat Katarsis dalam Ritual Musik Malam Hari

Banyak orang melakukan ritual musik ini di malam hari sebelum tidur. Mengapa demikian? Karena malam hari adalah waktu di mana distraksi dunia luar menghilang dan kita terpaksa berhadapan dengan pikiran kita sendiri.

Mendengarkan lagu galau di saat-saat sunyi seperti ini memicu proses katarsis—pembersihan emosi. Dengan menangis sambil mendengarkan lagu, beban yang menumpuk di dada seolah luruh bersama air mata. Tanpa ritual ini, emosi negatif mungkin akan terpendam dan meledak di waktu yang salah. Lagu sedih membantu kita mengalirkan emosi tersebut sedikit demi sedikit hingga tangki kesedihan kita kosong kembali.

Mengatur Playlist untuk Ritual Musik yang Sehat

Meski mendengarkan lagu galau itu bermanfaat, ada baiknya kita tetap mengaturnya agar tidak terjebak dalam lingkaran kesedihan yang tak berujung (rumination). Ritual musik yang sehat adalah yang membantu Anda memproses perasaan, bukan yang membuat Anda kehilangan harapan.

Anda bisa memulai playlist dengan lagu yang sangat sedih untuk memvalidasi perasaan awal. Namun, secara perlahan, masukkan lagu-lagu yang memiliki tempo sedikit lebih cepat atau lirik yang bercerita tentang kebangkitan di bagian akhir playlist. Ini disebut sebagai metode “pendakian emosi”, di mana musik membimbing Anda dari titik terendah menuju perasaan yang lebih stabil dan optimis.

Bagaimana Musik Mengubah Luka Menjadi Cerita

Pada akhirnya, setiap kali kita menjalankan ritual musik dengan memutar lagu-lagu melankolis, kita sebenarnya sedang menulis ulang narasi hidup kita. Kita belajar bahwa sedih itu tidak buruk. Sedih adalah bagian dari spektrum emosi manusia yang membuat kita hidup.

Lagu-lagu galau mengingatkan kita bahwa setiap manusia memiliki luka yang sama, dan itu adalah jembatan yang menghubungkan kita satu sama lain. Jadi, jangan merasa aneh jika saat ini Anda sedang ingin mendengarkan lagu paling sedih di dunia. Ambil earphone Anda, duduk di sudut kamar, dan biarkan melodi itu memeluk Anda.

Melalui ritual musik ini, Anda sedang menyembuhkan diri sendiri dengan cara yang paling artistik. Biarkan setiap nada mewakili tetesan air mata, dan biarkan setiap lirik menjadi kata-kata yang sulit Anda ucapkan. Karena terkadang, cara terbaik untuk keluar dari badai adalah dengan merasakannya sepenuhnya sampai matahari kembali terbit.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *