Jepang tidak pernah kehilangan pesonanya. Tahun demi tahun, Negeri Sakura ini selalu menempati urutan teratas dalam daftar destinasi impian wisatawan Indonesia. Memasuki tahun 2026, antusiasme untuk mengunjungi Tokyo, Kyoto, hingga Hokkaido semakin tinggi, terutama dengan semakin mudahnya akses informasi dan penerbangan.
Namun, Jepang juga dikenal sebagai negara dengan biaya hidup yang tidak murah. Tanpa perencanaan yang matang, dompet Anda bisa “jebol” sebelum liburan usai. Persiapan adalah kunci utama. Apakah Anda berencana mengejar bunga Sakura di musim semi atau menikmati salju di Sapporo?
Artikel ini hadir untuk membantu Anda menyusun rencana perjalanan yang realistis dan efisien. Kami telah merangkum panduan lengkap budget, visa, dan itinerary agar impian liburan Anda di tahun 2026 ini dapat terwujud dengan lancar dan berkesan.
1. Update Pengurusan Visa Jepang 2026

Hal pertama dan paling krusial sebelum membeli tiket pesawat adalah memahami aturan imigrasi. Di tahun 2026, proses masuk ke Jepang semakin terdigitalisasi untuk kenyamanan wisatawan.
Pemegang E-Paspor (Visa Waiver)
Kabar baik bagi Anda pemegang E-Paspor Indonesia (paspor dengan chip di sampul depan), Anda tetap berhak mendapatkan fasilitas Bebas Visa (Visa Waiver) selama 15 hari.
- Cara Mengurus: Anda wajib melakukan registrasi pra-keberangkatan. Registrasi ini bisa dilakukan secara daring melalui sistem kedutaan atau kantor konsulat yang ditunjuk. Pastikan Anda mendapatkan stiker atau bukti registrasi digital “Visa Waiver” sebelum berangkat.
- Biaya: Gratis atau hanya biaya administrasi kecil jika melalui agen travel.
Pemegang Paspor Biasa
Bagi Anda yang masih menggunakan paspor biasa (non-elektronik), Anda wajib mengajukan Visa Turis Single Entry.
- Proses: Kini pengajuan visa turis reguler sudah banyak beralih ke sistem e-Visa. Anda perlu mengunggah dokumen seperti bukti keuangan, tiket pesawat, dan rencana perjalanan melalui agen perjalanan yang terdaftar di Kedutaan Besar Jepang.
- Masa Berlaku: Biasanya diberikan izin tinggal hingga 15 atau 30 hari, berlaku selama 3 bulan sejak diterbitkan.
Penting: Jangan lupa untuk mengisi formulir di layanan Visit Japan Web setidaknya 2 minggu sebelum keberangkatan untuk mempercepat proses imigrasi dan bea cukai (customs) saat mendarat di bandara Narita atau Haneda.
2. Estimasi Budget Liburan ke Jepang 2026
Menyusun anggaran adalah bagian tersulit namun terpenting. Kurs Yen terhadap Rupiah memang fluktuatif, namun kita bisa membuat estimasi kasar untuk perjalanan standar selama 7 hari 6 malam. Berikut adalah rincian panduan lengkap budget, visa, dan itinerary dari sisi keuangan:
a. Tiket Pesawat (Pulang-Pergi)
- Maskapai Full Service (GA/JAL/ANA): Rp 8.000.000 – Rp 12.000.000.
- Maskapai Low Cost Carrier (LCC): Rp 5.000.000 – Rp 7.500.000 (Seringkali harus transit).
- Tips: Pesanlah tiket 3-6 bulan sebelumnya untuk mendapatkan harga terbaik.
b. Akomodasi
Harga hotel di Jepang pada tahun 2026 mengalami sedikit kenaikan seiring tingginya permintaan wisata.
- Hostel/Capsule Hotel: Rp 400.000 – Rp 600.000 per malam.
- Hotel Bisnis Bintang 3 (APA Hotel/Sotetsu): Rp 1.000.000 – Rp 1.500.000 per malam.
- Total (6 Malam): Sekitar Rp 3.000.000 – Rp 9.000.000 tergantung gaya menginap Anda.
c. Makan dan Minum
- Makan Hemat (Konbini/Yoshinoya): Rp 80.000 – Rp 100.000 sekali makan.
- Makan Menengah (Restoran Ramen/Sushi): Rp 150.000 – Rp 250.000 sekali makan.
- Total: Anggarkan sekitar Rp 500.000 per hari x 7 hari = Rp 3.500.000.
d. Transportasi & Atraksi
Sejak kenaikan harga JR Pass secara drastis beberapa tahun lalu, JR Pass National seringkali tidak lagi menguntungkan untuk rute standar Tokyo-Osaka-Tokyo.
- Transportasi Lokal (Subway/Bus): Rp 150.000 per hari.
- Tiket Shinkansen (Ketengan): Tokyo ke Osaka sekitar Rp 1.900.000 (sekali jalan).
- Tiket Masuk Wisata (USJ/Disney): Sekitar Rp 1.000.000 – Rp 1.200.000 per taman hiburan.
Total Estimasi Budget Aman: Siapkan dana sekitar Rp 18.000.000 hingga Rp 25.000.000 per orang untuk perjalanan nyaman selama seminggu (termasuk oleh-oleh).
3. Rekomendasi Itinerary: “The Golden Route”
Bagi Anda yang baru pertama kali ke Jepang (first-timer), rute klasik Tokyo – Kyoto – Osaka adalah pilihan terbaik. Rute ini mencakup sisi modern, tradisional, dan kuliner Jepang. Berikut adalah contoh itinerary 7 hari:
Hari 1: Tiba di Tokyo
- Mendarat di Narita/Haneda.
- Check-in hotel di area Shinjuku atau Ueno.
- Malam hari: Menikmati keramaian Shibuya Crossing dan melihat patung Hachiko.
Hari 2: Tokyo City Tour
- Pagi: Mengunjungi Kuil Senso-ji di Asakusa. Jangan lupa menyewa Kimono untuk foto yang instagramable.
- Siang: Melihat pemandangan kota dari Tokyo Skytree atau Shibuya Sky.
- Sore: Berbelanja barang pop culture dan elektronik di Akihabara.
Hari 3: Day Trip ke Gunung Fuji
- Gunakan bus atau kereta menuju Danau Kawaguchiko.
- Foto ikonik Gunung Fuji dengan latar belakang danau atau Pagoda Chureito.
- Kembali ke Tokyo di malam hari.
Hari 4: Menuju Kyoto (Tradisi dan Budaya)
- Naik Shinkansen menuju Kyoto (sekitar 2,5 jam).
- Mengunjungi Fushimi Inari Taisha (kuil dengan ribuan gerbang torii merah).
- Sore hari berjalan-jalan di distrik Geisha, Gion.
Hari 5: Kyoto ke Osaka
- Pagi: Menikmati hutan bambu di Arashiyama.
- Siang: Perjalanan singkat kereta ke Osaka.
- Malam: Wisata kuliner di Dotonbori. Wajib coba Takoyaki dan Okonomiyaki asli Osaka! Foto dengan Glico Man adalah kewajiban.
Hari 6: Osaka (Pilihan Bebas)
- Opsi A (Taman Hiburan): Menghabiskan seharian di Universal Studios Japan (USJ). Pastikan membeli Express Pass agar tidak antre terlalu lama di wahana Super Nintendo World.
- Opsi B (Sejarah & Belanja): Mengunjungi Kastil Osaka (Osaka Castle) lalu berbelanja oleh-oleh murah di Shinsaibashi.
Hari 7: Kepulangan
- Menuju Bandara Kansai (KIX) untuk penerbangan pulang ke Indonesia. (Disarankan mengambil tiket Multi-city: Masuk Tokyo, Keluar Osaka agar hemat waktu dan biaya transportasi).
4. Tips Hemat dan Praktis Liburan 2026
Melengkapi panduan lengkap budget, visa, dan itinerary ini, berikut adalah beberapa tips cerdas untuk menghemat pengeluaran Anda:
- Gunakan Kartu IC (Suica/Pasmo/Icoca): Di tahun 2026, penggunaan kartu fisik mungkin semakin terbatas karena kelangkaan chip. Pastikan Anda mengaktifkan kartu Suica digital di smartphone (Apple Wallet/Google Wallet) Anda. Ini sangat praktis untuk bayar kereta dan belanja di konbini.
- Internet eSIM: Lupakan sewa modem WiFi yang berat. Gunakan eSIM yang bisa dibeli dari Indonesia. Harganya lebih murah dan koneksinya stabil.
- Manfaatkan Tax Free: Sebagai turis, Anda berhak mendapatkan bebas pajak konsumsi (10%) untuk pembelanjaan di atas 5.000 Yen (sekitar Rp 550.000) di toko berlogo Tax-Free. Selalu bawa paspor Anda saat berbelanja.
- Makan di “Depachika”: Jika ingin makan enak tapi hemat, pergilah ke lantai dasar Department Store (Depachika) sekitar jam 7 atau 8 malam. Banyak makanan bento berkualitas didiskon hingga 50%.
Liburan ke Jepang di tahun 2026 menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan. Perpaduan antara teknologi futuristik dan tradisi yang kental membuat setiap sudut negara ini layak untuk dieksplorasi.
Dengan memahami panduan lengkap budget, visa, dan itinerary di atas, Anda kini memiliki gambaran yang lebih jelas untuk memulai perencanaan. Ingat, kunci dari liburan yang sukses adalah riset dan persiapan yang matang. Mulailah menabung, pantau harga tiket pesawat, dan siapkan dokumen perjalanan Anda sejak dini.
Sampai jumpa di Jepang! Mata ne!
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


