Bel tanda istirahat berbunyi nyaring, memecah keheningan ruang kelas yang tadinya penuh dengan suara guru menjelaskan pelajaran matematika. Dalam sekejap, puluhan anak berseragam merah putih berhamburan keluar. Tujuannya cuma satu: gerbang sekolah. Di sanalah surga kecil itu berada. Berjejer rapi gerobak-gerobak sederhana dengan aroma semerbak yang mengundang selera, siap menyambut uang saku kita yang mungkin saat itu hanya bernilai beberapa ratus atau ribu rupiah saja.
Masa kecil memang selalu menyisakan kenangan manis, dan salah satu cara paling ampuh untuk memanggil kembali ingatan tersebut adalah melalui makanan. Lidah kita memiliki memori yang luar biasa tajam. Satu gigitan saja dari jajanan jadul sudah cukup untuk melempar ingatan kita kembali ke puluhan tahun silam. Makanan bukan lagi sekadar pengisi perut, melainkan sebuah lorong waktu. Mari kita putar kembali jarum jam dan bernostalgia dengan daftar jajanan SD yang bikin kangen dan sukses menjadi pelopor kebahagiaan kita di masa lalu.
1. Telur Gulung: Mesin Waktu Lewat Rasa Gurih di Depan Gerbang Sekolah

Jika ada kompetisi jajanan SD paling legendaris, telur gulung pasti akan berdiri di podium juara pertama. Atraksi abang penjualnya selalu berhasil membuat kita terhipnotis. Adonan telur cair yang dikocok lepas dituang ke dalam wajan berisi minyak panas yang bergolak. Hanya dengan sebatang lidi bambu, sang penjual dengan cekatan menggulung helaian telur yang menyebar itu menjadi sebuah gulungan rapi nan montok.
Telur gulung adalah mesin waktu lewat rasa yang paling cepat bereaksi di lidah. Sensasi gurih dari telur yang digoreng garing di luar namun tetap lembut di dalam, berpadu sempurna dengan saus sambal encer berwarna merah terang yang dibungkus dalam plastik bening. Dulu, dengan uang dua ribu rupiah, kita sudah bisa mendapatkan beberapa tusuk telur gulung yang nikmatnya tiada tara. Menyantap telur gulung sambil mengobrol bersama teman-teman di bawah pohon rindang sekolah adalah definisi kemewahan masa kecil yang sulit tergantikan oleh hidangan restoran bintang lima mana pun saat ini.
2. Mesin Waktu Lewat Rasa: Manis dan Renyahnya Kue Leker Jadul

Bergeser sedikit dari gerobak telur gulung, biasanya ada bapak tua yang duduk manis di depan kompor arang kecil, memutar-mutar wajan pipih dengan adonan cair. Itulah penjual kue leker, jajanan manis yang namanya konon diambil dari bahasa Belanda ‘lekker’ yang berarti enak. Berbeda dengan crepes modern yang kini banyak dijual di mal dengan isian premium yang mahal, leker jadul punya tempat tersendiri di hati.
Teksturnya sangat tipis, garing, dan rapuh. Isiannya pun sangat sederhana: taburan gula pasir, meises cokelat, sedikit susu kental manis, dan beberapa irisan tipis pisang raja atau pisang kepok. Ketika leker ini dilipat menjadi setengah lingkaran dan digigit, ada harmoni rasa yang luar biasa. Bunyi ‘kriuk’ saat leker patah di mulut adalah melodi masa kecil yang dirindukan. Jajanan ini benar-benar menjadi mesin waktu lewat rasa yang membawa kita pada kesederhanaan masa lalu, di mana kebahagiaan bisa didapatkan hanya dari sepotong kue tipis manis seharga gopek.
3. Es Goyang: Mesin Waktu Lewat Rasa Segar Penghalau Terik Matahari

Setelah puas berlarian saat jam olahraga atau bermain bentengan di lapangan berdebu, hal yang paling dicari tenggorokan adalah sesuatu yang dingin dan menyegarkan. Saat itulah, denting lonceng dari gerobak es goyang menjadi suara termerdu yang pernah ada. Nama “es goyang” sendiri diambil dari cara pembuatannya yang sangat unik dan interaktif.
Sang penjual harus menggoyang-goyangkan gerobaknya ke kiri dan ke kanan agar adonan es yang berada di dalam cetakan aluminium persegi panjang bisa membeku sempurna di tengah tumpukan es batu dan garam kasar. Setelah membeku, es ditusuk dengan lidi tebal, ditarik keluar, lalu dicelupkan ke dalam lelehan cokelat cair yang seketika mengeras menjadi cangkang renyah. Terakhir, taburan kacang tanah sangrai diberikan sebagai sentuhan akhir. Es goyang varian rasa kacang hijau dan cokelat adalah mesin waktu lewat rasa yang menyegarkan, mengingatkan kita pada tawa lepas di bawah terik matahari siang tanpa beban pikiran tentang tagihan atau deadline pekerjaan.
4. Mesin Waktu Lewat Rasa: Uniknya Tekstur Rambut Nenek

Nama aslinya adalah arum manis, tetapi anak-anak SD zaman dahulu lebih akrab menyebutnya dengan sebutan “rambut nenek”. Nama ini disematkan karena bentuknya yang berserat, berantakan, dan berwarna pudar menyerupai uban orang tua. Penjual rambut nenek biasanya berkeliling memikul dua kaleng kerupuk besar atau menggunakan sepeda kumbang jadul.
Jajanan ini terbuat dari gula pasir yang dimasak dan ditarik berkali-kali hingga membentuk benang-benang halus yang lengket. Berbeda dengan cotton candy atau gulali kapas yang langsung meleleh, rambut nenek memiliki tekstur yang sedikit lebih padat dan chewy. Cara paling paripurna untuk menikmatinya adalah dengan menjepit gumpalan rambut nenek tersebut di antara dua keping kerupuk opak tipis berwarna merah muda atau putih yang renyah. Perpaduan manisnya gula yang menempel di gigi dan rasa tawar dari kerupuk opak ini menciptakan mesin waktu lewat rasa yang membangkitkan memori saat kita diam-diam menjilati sisa gula di jari agar tidak ketahuan ibu di rumah.
5. Lidi-lidian: Mesin Waktu Lewat Rasa Pedas yang Bikin Jari Merah Merona

Jika kamu termasuk anak yang suka sensasi pedas menyengat, lidi-lidian pasti menjadi jajanan wajib yang selalu ada di saku seragammu. Bentuknya persis seperti sapu lidi yang dipotong pendek-pendek, terbuat dari adonan tepung yang digoreng kering hingga teksturnya sangat keras dan renyah. Daya tarik utamanya bukanlah pada stik tepungnya, melainkan pada bumbu taburnya yang sangat berlimpah dan medok.
Varian rasa yang paling populer tentu saja adalah pedas asin. Bumbu bubuk cabai merah dan MSG yang menempel pekat pada setiap batang lidi sukses membuat kita tidak bisa berhenti mengunyah meski lidah sudah terasa kebas dan bibir memerah. Memakan lidi-lidian butuh seni tersendiri; kita akan memakannya satu per satu, mengisap bumbunya terlebih dahulu sebelum mengunyah batangnya. Sering kali, jajanan ini dinikmati secara sembunyi-sembunyi di bawah laci meja kelas saat guru sedang menulis di papan tulis. Bekas bumbu merah yang menempel di ujung jari dan sudut bibir menjadi bukti kenakalan kecil kita, menjadikan lidi-lidian sebagai mesin waktu lewat rasa yang paling membekas dan penuh bumbu kenangan masa sekolah.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

