Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Investasi di Pergelangan Tangan: 5 Merek Jam Mewah yang Harganya Terus Naik

Pernahkah Anda mendengar ungkapan “waktu adalah uang”? Dalam dunia horologi atau ilmu perjamtangan, ungkapan ini memiliki makna yang sangat harfiah. Bagi sebagian orang, membeli jam tangan mungkin sekadar urusan fashion atau kebutuhan fungsional untuk melihat waktu. Namun, bagi kaum elit dan kolektor cerdas, jam tangan adalah instrumen investasi yang menjanjikan, bahkan terkadang lebih menguntungkan daripada saham atau emas.

Dalam satu dekade terakhir, persepsi terhadap merek jam mewah telah bergeser drastis. Ia bukan lagi sekadar aksesoris pelengkap jas, melainkan aset likuid yang bisa dicairkan kapan saja dengan nilai yang sering kali meningkat berkali-kali lipat dari harga ritelnya. Fenomena kelangkaan, sejarah panjang, dan kerumitan mesin mekanik membuat harga jam-jam tertentu melambung tinggi di pasar sekunder (grey market) maupun lelang.

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memarkir dana Anda pada aset bergerak yang berkelas, Anda harus tahu ke mana arah bidikan Anda. Tidak semua jam tangan mahal bisa menjadi investasi. Hanya merek jam mewah dengan reputasi “besi” yang mampu menahan gempuran inflasi.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 5 merek jam mewah yang harganya cenderung terus naik dan menjadi buruan para kolektor dunia.


1. Rolex: Sang Raja Likuiditas

Tidak mungkin memulai daftar investasi jam tangan tanpa menyebut Rolex. Merek asal Swiss yang didirikan oleh Hans Wilsdorf ini adalah definisi sesungguhnya dari “uang tunai di pergelangan tangan”. Rolex memiliki tingkat likuiditas yang luar biasa; Anda bisa menjual Rolex asli di belahan dunia mana pun dari New York hingga Jakarta dalam hitungan jam.

Mengapa harga Rolex terus naik? Jawabannya terletak pada strategi supply and demand yang sangat ketat. Rolex memproduksi sekitar satu juta jam per tahun, namun permintaan global jauh melebihi angka tersebut. Untuk mendapatkan model sport baja (steel sports models) seperti Rolex Submariner, GMT-Master II, atau Daytona di butik resmi, Anda harus masuk dalam daftar tunggu (waiting list) yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Kelangkaan di butik resmi ini membuat harga di pasar sekunder meledak. Sebagai contoh, Rolex Daytona dengan dial keramik putih sering kali diperdagangkan dengan harga dua hingga tiga kali lipat dari harga ritel resminya.

Rolex bukan hanya sebuah merek jam mewah, tetapi sebuah simbol status global yang paling mudah dikenali. Stabilitas nilai jual kembali (resale value) Rolex menjadikannya pintu masuk paling aman bagi investor pemula di dunia horologi.

2. Patek Philippe: Warisan untuk Generasi Berikutnya

Jika Rolex adalah rajanya jam tangan sehari-hari, maka Patek Philippe adalah “bangsawan” tertingginya. Slogan legendaris mereka, “You never actually own a Patek Philippe. You merely look after it for the next generation,” bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan sebuah fakta pasar.

Patek Philippe menduduki posisi puncak dalam hierarki merek jam mewah karena kerumitan mesin (complications) dan pengerjaan tangan yang sangat detail. Model yang paling menjadi primadona investasi adalah seri Nautilus, khususnya referensi 5711 (yang kini sudah tidak diproduksi atau discontinued).

Desain porthole ikonik karya Genta pada Nautilus telah menjadi simbol kemewahan sporty. Ketika Patek Philippe mengumumkan penghentian produksi model baja biru Nautilus 5711, harganya di pasar lelang langsung meroket menembus ratusan ribu dolar AS, jauh di atas harga ritelnya yang “hanya” sekitar $30.000-an pada saat itu.

Investasi pada Patek Philippe membutuhkan modal yang jauh lebih besar dibanding Rolex, namun potensi return atau imbal hasilnya juga sangat fantastis, terutama untuk model-model langka dan edisi terbatas.

3. Audemars Piguet: Fenomena Royal Oak

Audemars Piguet (AP) adalah anggota lain dari “The Holy Trinity” jam tangan Swiss (bersama Patek Philippe dan Vacheron Constantin). Sejarah AP berubah selamanya pada tahun 1972 ketika mereka meluncurkan Royal Oak, jam tangan olahraga berbahan baja pertama di dunia yang harganya lebih mahal dari jam emas kala itu.

Desain segi delapan (octagonal) dengan sekrup yang terekspos di bezel menjadi ciri khas yang sangat kuat. Saat ini, Royal Oak terutama model “Jumbo” Extra-Thin adalah salah satu komoditas terpanas di dunia merek jam mewah.

Kekuatan AP terletak pada konsistensi desain dan eksklusivitas. Mereka dengan sengaja membatasi produksi untuk menjaga kelangkaan. Memiliki Royal Oak di pergelangan tangan bukan hanya menunjukkan kekayaan, tetapi juga selera seni yang tinggi. Popularitasnya di kalangan selebriti, atlet, dan musisi hip-hop juga turut mendongkrak harga pasarnya secara signifikan dalam lima tahun terakhir.

Bagi investor, fokuslah pada model Royal Oak standar (baja) atau Royal Oak Offshore untuk potensi kenaikan harga yang stabil.

4. Richard Mille: Mesin Balap di Pergelangan Tangan

Berbeda dengan tiga merek sebelumnya yang mengandalkan sejarah ratusan tahun, Richard Mille (RM) adalah pemain baru yang mendisrupsi pasar. Didirikan pada tahun 1999, RM membawa konsep futuristik, material canggih (seperti karbon TPT dan titanium), serta ketahanan ekstrem ke dalam dunia merek jam mewah.

Sering disebut sebagai “Jabat Tangan Miliarder” (The Billionaire’s Handshake), jam tangan Richard Mille memiliki harga ritel yang sudah sangat tinggi (rata-rata di atas $200.000). Namun, di pasar sekunder, harganya bisa melambung hingga jutaan dolar.

Mengapa harganya gila-gilaan? Selain karena produksinya yang sangat sedikit, RM dikenal karena teknologi shock resistance-nya. Bayangkan Rafael Nadal bermain tenis profesional sambil memakai jam tangan tourbillon seharga miliaran rupiah, dan jam itu tetap berfungsi normal. Citra ketangguhan dan status ultra-eksklusif inilah yang dijual.

Meskipun pasarnya lebih niche (terbatas), Richard Mille telah membuktikan diri sebagai aset investasi yang kuat bagi mereka yang memiliki modal tak terbatas. Model seperti RM 11-03 atau RM 35 (seri Nadal) adalah yang paling dicari.

5. Vacheron Constantin: Keanggunan yang Tak Lekang Waktu

Merek terakhir dalam daftar ini adalah Vacheron Constantin, produsen jam tertua di dunia yang beroperasi tanpa henti sejak tahun 1755. Sering kali dianggap sebagai underdog dibandingkan Patek dan AP, Vacheron Constantin justru menawarkan peluang investasi yang sangat menarik saat ini.

Model andalan mereka, Overseas, kini mulai mendapatkan pengakuan yang layak. Seiring dengan semakin sulitnya mendapatkan Patek Nautilus dan AP Royal Oak, para kolektor mulai beralih ke Vacheron Constantin Overseas sebagai alternatif jam tangan sport mewah dari Holy Trinity.

Akibatnya, harga Overseas di pasar sekunder mulai merangkak naik secara signifikan. Selain Overseas, model klasik seperti Historiques 222 (yang baru dirilis ulang) juga menjadi incaran panas. Vacheron menawarkan keanggunan, sejarah, dan kualitas finishing mesin yang setara atau bahkan lebih baik dari kompetitornya, namun dengan harga masuk yang (saat ini) masih sedikit lebih rasional. Ini adalah merek jam mewah yang tepat untuk investor yang menghargai nilai sejarah dan estetika klasik.


Tips Berinvestasi pada Jam Tangan Mewah

Membeli merek jam mewah untuk investasi tidak sama dengan membeli saham yang tinggal klik di aplikasi. Ada aspek fisik yang harus diperhatikan agar nilai aset Anda tidak turun.

  1. Kelengkapan Dokumen (Full Set): Jam tangan yang dijual lengkap dengan kotak asli (box) dan surat-surat garansi (papers) memiliki nilai jual 20-30% lebih tinggi dibandingkan jam tangan “batangan” (hanya jam saja). Dokumen ini adalah bukti otentisitas utama.
  2. Kondisi Fisik: Sebisa mungkin, jagalah kondisi jam tangan agar tetap mulus. Goresan dalam (deep scratch) atau polishing (pemolesan) yang berlebihan justru bisa menurunkan harga jual di mata kolektor purist. Jam yang belum pernah dipoles (unpolished) sering kali lebih dihargai.
  3. Beli Apa yang Anda Suka: Pasar bisa berfluktuasi. Tren bisa berubah. Jika nilai jam tersebut turun sementara waktu, setidaknya Anda masih memiliki barang indah yang Anda nikmati saat memakainya. Jangan membeli hanya semata-mata karena angka, tapi juga karena apresiasi terhadap seninya.

Dunia horologi menawarkan kombinasi unik antara gairah mengoleksi dan potensi keuntungan finansial. Kelima merek jam mewah di atas Rolex, Patek Philippe, Audemars Piguet, Richard Mille, dan Vacheron Constantin telah terbukti tahan uji waktu dan krisis ekonomi.

Mereka bukan sekadar alat penunjuk waktu, melainkan karya seni mekanis yang melambangkan pencapaian manusia dalam rekayasa mikro. Memiliki salah satu dari merek ini berarti Anda memegang sepotong sejarah yang nilainya terus diapresiasi oleh pasar global.

Namun, ingatlah bahwa setiap investasi memiliki risiko. Lakukan riset mendalam, beli dari penjual terpercaya, dan pastikan Anda memahami apa yang Anda beli. Siapa tahu, jam tangan yang Anda beli hari ini bisa menjadi aset berharga yang menyelamatkan finansial Anda di masa depan, atau menjadi warisan paling berkesan untuk anak cucu Anda.

Selamat berburu investasi waktu!

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *