Vietnam bukan hanya tentang keindahan alamnya atau sejarah panjang perlawanan terhadap penjajah. Negeri ini juga terkenal dengan kekayaan kulinernya yang mendunia. Makanan khas Vietnam dikenal dengan cita rasa seimbang antara manis, asam, asin, dan pedas, disertai dengan aroma rempah-rempah segar dan cara penyajian yang penuh seni. Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam beberapa makanan ikonik Vietnam—dari yang sudah mendunia hingga yang hanya bisa ditemukan di pelosok-pelosok kota tua.
1. Pho – Sup Legendaris yang Mendunia

Tidak mungkin membicarakan makanan khas Vietnam tanpa menyebut Pho. Sup mie berkuah bening ini merupakan ikon nasional Vietnam yang sudah menembus dapur-dapur di berbagai belahan dunia. Pho terdiri dari kaldu sapi atau ayam yang direbus perlahan selama berjam-jam dengan bumbu seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, jahe, dan bawang. Biasanya disajikan dengan mie beras (rice noodles), potongan daging tipis, dan aneka herba segar seperti daun ketumbar, basil Vietnam, dan tauge.
Sejarah: Pho diperkirakan muncul pada awal abad ke-20 di utara Vietnam. Beberapa sejarawan makanan meyakini bahwa pengaruh Prancis—dalam bentuk pot-au-feu—berperan dalam pembentukan Pho, terutama dalam teknik merebus tulang.
Daya Tarik: Aroma kaldu yang kompleks dan sensasi segar dari rempah menjadikan Pho makanan yang tidak hanya mengenyangkan tetapi juga menyegarkan.
2. Banh Mi – Roti Isi dengan Sentuhan Asia-Eropa

Banh Mi adalah salah satu contoh terbaik dari perpaduan budaya kolonial dan lokal. Roti baguette khas Prancis diisi dengan bahan-bahan khas Vietnam seperti pate hati ayam, acar wortel dan lobak, ketumbar segar, cabai, dan berbagai jenis daging seperti babi panggang, ayam, atau telur dadar.
Sejarah: Muncul pada masa kolonial Prancis di abad ke-19, baguette awalnya hanya dikonsumsi oleh warga Eropa. Namun, setelah kemerdekaan, masyarakat lokal mulai mengisi roti ini dengan bahan-bahan lokal dan menjadikannya milik semua kalangan.
Daya Tarik: Perpaduan antara renyahnya baguette dan isian beraroma membuat Banh Mi menjadi street food paling favorit—cepat, murah, dan nikmat.
3. Goi Cuon – Lumpia Segar yang Menyegarkan

Dikenal juga sebagai Vietnamese Spring Roll, Goi Cuon adalah lumpia segar yang dibungkus dengan rice paper transparan dan diisi dengan udang rebus, bihun, daun selada, dan herba segar.
Sejarah: Goi Cuon berasal dari selatan Vietnam, tempat iklim panas dan lembap membuat makanan segar lebih disukai daripada yang digoreng. Hidangan ini juga mencerminkan prinsip keseimbangan Yin dan Yang dalam kuliner Vietnam.
Daya Tarik: Tekstur segar, rasa ringan, dan saus kacang atau hoisin yang khas membuatnya cocok untuk pembuka maupun cemilan sehat.
4. Bun Cha – Sensasi Grilled Meat dari Hanoi

Bun Cha adalah hidangan dari Hanoi yang terdiri dari mie beras, potongan daging babi panggang, sayuran segar, dan kuah manis-asam yang gurih. Popularitasnya melonjak secara internasional setelah mantan Presiden AS Barack Obama menikmatinya bersama Anthony Bourdain pada tahun 2016.
Sejarah: Hidangan ini sudah ada sejak abad ke-20 dan biasa disajikan saat makan siang. Bun Cha memperlihatkan kemampuan masyarakat Vietnam dalam memanggang daging dengan sempurna dan menciptakan saus yang menyatu harmonis.
Daya Tarik: Aroma daging yang dipanggang di atas arang serta perpaduan rasa dari kuahnya benar-benar menciptakan sensasi yang memikat lidah.
5. Ca Kho To – Lezatnya Ikan Karamel Tradisional

Ca Kho To adalah masakan ikan air tawar (biasanya lele) yang dimasak dalam saus karamel kental dalam pot tanah liat. Hidangan ini umumnya disajikan bersama nasi putih hangat.
Sejarah: Berasal dari wilayah Mekong Delta, hidangan ini adalah simbol masakan rumah yang kaya rasa. Proses memasaknya yang perlahan melambangkan kesabaran dan kasih sayang ibu rumah tangga Vietnam.
Daya Tarik: Rasa gurih-manis yang meresap hingga ke dalam daging ikan dan tekstur saus yang pekat membuatnya menjadi comfort food sejati bagi banyak orang Vietnam.
6. Che – Hidangan Penutup yang Menggoda

Che adalah istilah umum untuk berbagai jenis makanan penutup berbasis kacang-kacangan, buah, dan jelly yang disajikan dingin atau hangat. Salah satu varian paling populer adalah Che Ba Mau (Che Tiga Warna) yang terdiri dari kacang hijau, kacang merah, jelly pandan, santan, dan sirup gula.
Sejarah: Che merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Vietnam, baik di rumah maupun dalam perayaan budaya seperti Tahun Baru Imlek Vietnam (Tet).
Daya Tarik: Tampilan warna-warni, rasa manis yang lembut, dan sensasi dingin menjadikannya favorit di segala usia.
7. Com Tam – Nasi Patah yang Kaya Rasa

Com Tam, atau nasi patah, dulunya merupakan makanan rakyat miskin yang dibuat dari butiran nasi yang patah saat proses penggilingan. Kini, Com Tam menjadi hidangan premium yang disajikan dengan daging babi panggang, telur, acar, dan saus ikan khas Vietnam.
Sejarah: Berawal dari ketahanan pangan rakyat Vietnam Selatan, makanan ini membuktikan bahwa kreativitas dalam keterbatasan bisa menciptakan kuliner kelas dunia.
Daya Tarik: Perpaduan tekstur nasi yang unik, rasa smoky dari daging, dan pelengkap yang melimpah menjadikan Com Tam sebagai menu makan siang favorit.
Penutup: Kenapa Kuliner Vietnam Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner Dunia?
Vietnam menunjukkan bahwa makanan bukan sekadar kebutuhan, tapi budaya, seni, dan sejarah yang bisa dirasakan lewat lidah. Dari Pho yang mendunia hingga Che yang menyegarkan, semuanya mencerminkan harmoni dalam rasa dan estetika dalam penyajian. Jadi, jika kamu sedang atau akan mengunjungi Vietnam, jangan ragu untuk menjelajah rasa lewat hidangan-hidangan otentik mereka.
Cari produk oleh oleh lainnya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


