Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Mengenal Colosseum: Ikon Megah Kekaisaran Romawi

Colosseum

Berdiri megah di jantung kota Roma, Italia, Colosseum (atau disebut juga Amphitheatrum Flavium) bukan sekadar bangunan tua yang melapuk dimakan usia. Ia adalah saksi bisu kejayaan, kekejaman, sekaligus kecerdasan luar biasa dari Kekaisaran Romawi. Sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern, Colosseum terus menarik perhatian jutaan pasang mata setiap tahunnya untuk mengagumi skala dan sejarahnya yang dramatis.

Sejarah Berdirinya: Hadiah untuk Rakyat Roma

Pembangunan Colosseum dimulai sekitar tahun 70-72 M di bawah pemerintahan Kaisar Vespasianus dari dinasti Flavia. Proyek ambisius ini didanai oleh harta rampasan perang setelah pengepungan Yerusalem. Vespasianus ingin mengembalikan kepercayaan rakyat Roma dengan membangun ruang publik yang megah di atas lahan bekas istana pribadi Kaisar Nero yang dibenci.

Colosseum diselesaikan oleh putranya, Titus, pada tahun 80 M. Peresmiannya dilakukan dengan pesta pora selama 100 hari, di mana ribuan hewan buas dan ratusan gladiator tewas demi hiburan massa. Kaisar berikutnya, Domitianus, kemudian melakukan modifikasi lebih lanjut dengan membangun hypogeum (terowongan bawah tanah).

Arsitektur yang Melampaui Zaman

Colosseum

Sumber Foto: https://romecolosseumtickets.tours/id/colosseum-arhitecture-rome

Apa yang membuat Colosseum begitu istimewa adalah teknik pembangunannya. Di zaman tanpa mesin modern, bangsa Romawi mampu menciptakan stadion yang dapat menampung antara 50.000 hingga 80.000 penonton.

1. Penggunaan Beton dan Lengkungan (Arches)

Suku Romawi adalah pelopor penggunaan beton (opus caementicium). Dengan menggunakan beton dan sistem lengkungan (busur), mereka dapat membangun struktur yang sangat tinggi dan stabil tanpa perlu dinding yang luar biasa tebal di setiap sisi.

2. Fasad Empat Lantai

Colosseum memiliki eksterior yang terdiri dari tiga tingkat lengkungan yang dihiasi dengan kolom-kolom gaya Yunani yang berbeda di setiap tingkatnya:

  • Lantai Dasar: Gaya Dorik (sederhana dan kokoh).
  • Lantai Kedua: Gaya Ionik (lebih elegan dengan dekorasi gulungan).
  • Lantai Ketiga: Gaya Korintus (sangat dekoratif dengan motif daun).
  • Lantai Keempat: Dinding polos dengan jendela kecil yang dulunya menopang Velarium.

3. Velarium: Atap Lipat Kuno

Salah satu fitur paling canggih adalah Velarium, yaitu kanvas raksasa yang bisa ditarik untuk melindungi penonton dari terik matahari atau hujan. Sistem ini dioperasikan oleh pelaut ahli dari angkatan laut Romawi menggunakan tali temali yang kompleks.

Kehidupan di Dalam Arena: Darah dan Pasir

Colosseum

Sumber Foto:https://www.kissfromitaly.com/en/blog/how-did-the-colosseum-get-its-name

Nama “arena” sendiri berasal dari bahasa Latin harena, yang berarti pasir. Pasir digunakan untuk menutupi lantai kayu agar dapat menyerap darah gladiator dan hewan yang tumpah saat pertunjukan.

Gladiator dan Pertempuran

Pertunjukan utama adalah pertarungan gladiator. Mereka biasanya adalah budak, tawanan perang, atau penjahat yang dilatih secara khusus. Meskipun sering digambarkan sebagai pertarungan sampai mati dalam film, banyak gladiator yang sebenarnya adalah “selebritas” pada zamannya dan beberapa pertarungan memiliki aturan yang ketat.

Venationes (Perburuan Hewan)

Colosseum juga menjadi panggung bagi pembantaian hewan-hewan eksotis yang didatangkan dari seluruh penjuru kekaisaran, seperti singa, harimau, gajah, hingga badak. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kekuatan Roma atas alam liar dan negeri-negeri taklukan.

Naumachia: Pertempuran Laut Buatan

Pada awal pembukaannya, arena Colosseum kabarnya bisa digenangi air untuk mengadakan simulasi pertempuran laut (Naumachia). Namun, fungsi ini dihilangkan setelah pembangunan hypogeum (labirin bawah tanah) selesai.

Struktur Bawah Tanah: Hypogeum

Di bawah lantai arena terdapat labirin gelap yang disebut Hypogeum. Di sinilah gladiator bersiap dan hewan-hewan liar dikurung dalam kandang. Terdapat sistem lift kuno yang dioperasikan dengan tenaga manusia untuk mengangkat hewan atau dekorasi panggung secara tiba-tiba ke lantai arena, menciptakan efek kejutan bagi penonton.

Keruntuhan dan Konservasi

Colosseum

Sumber Foto: https://www.touristitaly.com/colosseum-in-rome-visitors-guide

Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi, Colosseum berhenti digunakan untuk hiburan pada abad ke-6. Selama berabad-abad, bangunan ini mengalami kerusakan akibat:

  • Gempa Bumi: Gempa besar pada tahun 1349 meruntuhkan sebagian besar sisi luar selatan.
  • Penjarahan Batu: Selama masa Renaisans, batu-batu marmer dan granit Colosseum dicuri untuk membangun gereja (termasuk Basilika Santo Petrus) dan istana para bangsawan.

Upaya penyelamatan baru dilakukan secara serius oleh Gereja Katolik pada abad ke-18, yang menyatakan Colosseum sebagai tempat suci karena diyakini banyak martir Kristen yang tewas di sana.

Kesimpulan

Colosseum adalah monumen yang kontradiktif. Di satu sisi, ia adalah puncak pencapaian teknik sipil dan estetika arsitektur yang tetap menjadi standar stadion modern hingga hari ini. Di sisi lain, ia adalah pengingat akan masa lalu manusia yang penuh kekerasan dan haus akan tontonan darah.

Mengunjungi Colosseum bukan sekadar melihat reruntuhan batu, melainkan meresapi jejak peradaban yang membentuk dunia Barat. Ia tetap berdiri tegak sebagai simbol ketangguhan kota Roma, sesuai dengan pepatah kuno: “Selama Colosseum berdiri, Roma akan berdiri; ketika Colosseum runtuh, Roma akan runtuh; dan ketika Roma runtuh, dunia akan berakhir.”

Penjelasan Tambahan untuk Wisatawan

Jika Anda berencana berkunjung, sangat disarankan untuk mengambil paket tur yang mencakup akses ke Underground (Hypogeum) dan Arena Floor agar bisa merasakan perspektif seorang gladiator. Mengingat antrean yang sangat panjang, pemesanan tiket secara daring (online) minimal 30 hari sebelumnya adalah kewajiban.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *