Jika Anda menelusuri internet tentang stereotip negara-negara di dunia, Anda pasti akan menemukan satu hal yang konsisten mengenai Kanada: mereka sangat sopan, suka meminta maaf, dan luar biasa ramah. Bahkan, ada lelucon populer yang mengatakan bahwa jika Anda menginjak kaki orang Kanada, justru merekalah yang akan meminta maaf kepada Anda karena telah meletakkan kaki mereka di bawah sepatu Anda.
Namun, di balik meme dan lelucon internet tersebut, terdapat kebenaran budaya yang mendalam. Bagi wisatawan atau imigran baru, keramahan ini bisa terasa mengejutkan sekaligus menghangatkan hati. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa orang Kanada dikenal sangat ramah? Apakah ini sifat bawaan lahir, ataukah ada faktor sejarah dan lingkungan yang membentuk perilaku kolektif ini?

Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam tentang etika lokal, norma sosial, dan alasan fundamental yang menjadikan Kanada sebagai salah satu negara paling santun di dunia.
1. Faktor Geografis dan Iklim: Solidaritas Musim Dingin
Untuk memahami karakter suatu bangsa, kita sering kali harus melihat tanah tempat mereka berpijak. Kanada adalah negara dengan iklim yang ekstrem. Musim dingin di sana bisa sangat brutal, dengan suhu yang anjlok hingga minus 30 derajat Celcius atau lebih rendah.
Secara historis, kondisi alam yang keras ini memaksa penduduk awal untuk saling bergantung satu sama lain demi kelangsungan hidup. Di tengah badai salju dan isolasi geografis, tetangga adalah satu-satunya sumber pertolongan. Anda tidak bisa bersikap bermusuhan dengan orang yang mungkin akan menyelamatkan nyawa Anda saat mobil Anda mogok di tengah badai salju.
Mentalitas gotong royong dan solidaritas ini diwariskan turun-temurun. Meskipun kini teknologi pemanas sudah canggih, insting untuk saling membantu tetap melekat. Inilah salah satu alasan dasar mengapa orang Kanada dikenal sangat ramah; keramahan adalah mekanisme pertahanan hidup yang berevolusi menjadi norma sosial.
2. Fenomena Kata “Sorry” (Maaf)
Tidak mungkin membahas Kanada tanpa membahas kata “Sorry”. Orang Kanada sangat sering mengucapkan kata maaf, bahkan untuk hal-hal yang bukan kesalahan mereka.
Namun, penting untuk memahami konteks linguistik di sini. Bagi orang Kanada, kata “sorry” tidak selalu berarti pengakuan bersalah (admission of guilt). Kata ini sering kali berfungsi sebagai social lubricant atau pelumas sosial.
Ketika seseorang menghalangi jalan Anda di supermarket dan berkata “sorry”, itu artinya “Saya menyadari keberadaan Anda, saya menghormati ruang pribadi Anda, dan saya ingin interaksi ini berjalan damai.” Ini adalah cara halus untuk menghindari konflik sekecil apa pun. Budaya menghindari konfrontasi inilah yang membuat interaksi sehari-hari di Kanada terasa sangat halus dan sopan.
3. Multikulturalisme sebagai Identitas Nasional
Berbeda dengan konsep Melting Pot di Amerika Serikat yang mengharapkan pendatang melebur menjadi satu identitas baru, Kanada menganut konsep Mosaic (Mosaik). Kanada adalah negara pertama di dunia yang mengadopsi multikulturalisme sebagai kebijakan resmi negara pada tahun 1971.
Kebijakan ini mendorong orang-orang dari berbagai latar belakang etnis dan agama untuk hidup berdampingan tanpa harus kehilangan identitas budaya asli mereka. Hasilnya adalah masyarakat yang terbiasa dengan perbedaan.
Toleransi yang tinggi terhadap perbedaan ini berkontribusi besar pada mengapa orang Kanada dikenal sangat ramah terhadap orang asing. Ada rasa ingin tahu yang tulus dan keterbukaan terhadap pendatang baru. Di kota-kota besar seperti Toronto atau Vancouver, mendengar berbagai bahasa di jalanan adalah hal biasa, dan senyuman adalah bahasa universal yang menyatukan mereka.
4. Etika Antrean dan Ketertiban Umum
Keramahan orang Kanada juga tercermin dalam ketertiban mereka di ruang publik. Salah satu dosa sosial terbesar di Kanada adalah menyerobot antrean (budging in line).
Baik itu saat menunggu bus, mengantre kopi di Tim Hortons, atau menunggu giliran di bank, orang Kanada akan mengantre dengan sabar dan teratur. Mereka sangat menghargai konsep keadilan (fairness). Jika ada loket baru yang dibuka, orang yang berada di antrean terdepanlah yang dipersilakan maju, bukan siapa yang paling cepat lari ke loket tersebut.
Selain itu, etika menahan pintu (holding the door) juga sangat kental. Jangan kaget jika seseorang yang berjalan 5-10 meter di depan Anda tetap menahan pintu gedung agar tidak tertutup di depan wajah Anda. Tindakan kecil ini adalah bentuk pengakuan sopan santun bahwa “kita semua ada di sini bersama-sama.”
5. Konsep Egalitarianisme (Kesetaraan)
Masyarakat Kanada cenderung sangat egaliter. Mereka tidak terlalu memandang hierarki sosial atau status ekonomi secara berlebihan. Seorang CEO perusahaan besar bisa saja mengobrol santai tentang hoki atau cuaca dengan seorang sopir taksi dengan nada yang setara.
Sikap rendah hati (modesty) sangat dihargai. Orang yang sombong, suka pamer kekayaan, atau terlalu agresif dalam menunjukkan kesuksesan biasanya akan dipandang sebelah mata. Sikap “biasa-biasa saja” dan tidak menonjolkan diri inilah yang membuat orang Kanada terasa mudah didekati (approachable).
Ketika kesenjangan status sosial diminimalkan dalam interaksi sehari-hari, hambatan komunikasi pun runtuh. Orang merasa lebih nyaman untuk menyapa “Hello” atau “How are you?” kepada orang asing di jalan, yang semakin memperkuat alasan mengapa orang Kanada dikenal sangat ramah.
6. Rasa Aman dan Kepercayaan Sosial
Kanada secara konsisten menempati peringkat tinggi dalam daftar negara paling aman di dunia. Tingkat kriminalitas yang relatif rendah menciptakan rasa percaya (trust) yang tinggi di antara masyarakatnya.
Ketika Anda tidak merasa terancam oleh orang asing, Anda akan lebih cenderung bersikap ramah. Anda tidak akan ragu untuk memberikan petunjuk jalan kepada turis yang tersesat, atau membantu seseorang membawakan barang belanjaan yang berat. Rasa aman adalah fondasi dari sikap terbuka.
Di banyak kota kecil di Kanada, masih umum bagi orang untuk tidak mengunci pintu rumah mereka atau meninggalkan sepeda tanpa gembok (meskipun di kota besar hal ini sudah mulai berubah). Kepercayaan kolektif ini menciptakan atmosfer yang hangat dan menyambut bagi siapa saja.
7. Apakah Keramahan Itu Tulus?
Ada perdebatan menarik mengenai apakah keramahan orang Kanada itu tulus atau hanya sekadar “basa-basi” (politeness). Beberapa pengamat budaya membedakan antara menjadi “nice” (sopan/menyenangkan) dan “kind” (baik hati).
Orang Kanada jelas juara dalam menjadi “nice”. Mereka akan tersenyum, bertanya kabar, dan bersikap sangat sopan. Namun, bagi sebagian pendatang, mungkin terasa sulit untuk masuk ke dalam lingkaran pertemanan yang lebih dalam (inner circle). Ini sering disebut sebagai budaya “Peach” (Persik)—lembut di luar, tapi ada biji keras di dalamnya.
Namun, meskipun mungkin butuh waktu untuk membangun persahabatan yang mendalam, kesopanan di permukaan (surface level friendliness) ini sangat penting. Hal ini membuat kehidupan sehari-hari berjalan lancar, minim konflik, dan menyenangkan. Bagi wisatawan yang berkunjung dalam waktu singkat, pengalaman ini tentu sangat positif.
Tips Berinteraksi dengan Orang Kanada

Jika Anda berencana berkunjung ke Kanada, berikut beberapa tips etika agar Anda bisa berbaur dengan baik:
- Jangan Lupa Kata Ajaib: Perbanyaklah menggunakan kata “Please”, “Thank You”, dan tentu saja, “Sorry”.
- Hormati Ruang Pribadi: Orang Kanada menghargai personal space. Saat mengobrol, berikan jarak satu lengan dan hindari kontak fisik yang berlebihan kecuali Anda sudah akrab.
- Berikan Tip: Memberikan tip di restoran (biasanya 15-20%) adalah norma sosial yang wajib. Tidak memberikan tip bisa dianggap sangat kasar.
- Tepat Waktu: Ketepatan waktu dihargai sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu orang lain.
Jadi, mengapa orang Kanada dikenal sangat ramah? Jawabannya adalah kombinasi kompleks dari sejarah bertahan hidup di iklim keras, kebijakan multikultural yang inklusif, nilai-nilai egaliter, dan keinginan kolektif untuk menjaga harmoni sosial.
Keramahan di Kanada bukan sekadar senyuman di wajah; itu adalah kode etik tak tertulis yang menjaga masyarakat tetap bersatu dan damai. Ini adalah cara mereka mengatakan, “Dunia ini sudah cukup dingin dan keras, mari kita membuatnya sedikit lebih hangat untuk satu sama lain.”
Bagi kita yang berasal dari budaya lain, mengunjungi Kanada bisa menjadi pengalaman yang menyegarkan. Kita diajarkan kembali tentang pentingnya kata “maaf”, indahnya menahan pintu untuk orang lain, dan bagaimana kesopanan sederhana bisa mengubah hari seseorang menjadi lebih baik.
Sudah siapkah Anda merasakan kehangatan di negeri utara ini?
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


