
Sumber Foto: https://www.detik.com/sumut/kuliner/d-6770758/manis-legit-lempuk-durian-khas-riau-yang-mirip-dodol
Di antara gempuran aneka olahan modern, Lempok Durian berdiri sebagai peninggalan kuliner klasik yang tak lekang oleh waktu. Sering disebut sebagai ‘dodol durian’, panganan khas yang paling erat kaitannya dengan Sumatera Selatan (Palembang) ini memiliki reputasi yang jauh melampaui namanya. Lempok Durian adalah simbol kemewahan rasa dan kesabaran pengolahan, sebuah manisan yang murni terbuat dari daging raja buah, menjadikannya salah satu kudapan wajib bagi pecinta durian sejati.
Keunikan yang Membedakannya dari Dodol Biasa
Lempok seringkali disamakan dengan dodol, namun ada perbedaan fundamental yang menempatkan Lempok Durian pada kasta yang berbeda. Dodol pada umumnya dibuat dari campuran tepung ketan, santan, dan gula, dengan tambahan sedikit buah sebagai perisa. Sebaliknya, Lempok Durian dibuat nyaris 100% dari daging buah durian murni yang telah matang, dengan hanya sedikit penambahan gula atau tanpa gula sama sekali, tergantung tingkat kemanisan duriannya.
Keunikan ini menghasilkan beberapa karakteristik khas:
- Intensitas Rasa: Karena minimnya bahan pengisi seperti tepung, rasa durian pada Lempok jauh lebih pekat, otentik, dan nendang.
- Tekstur: Teksturnya lebih kenyal, padat, dan halus dibandingkan dodol biasa. Ketika digigit, ia terasa chewy dan tidak lengket berlebihan di gigi.
- Aroma: Aroma duriannya sangat kuat, mencerminkan kualitas bahan bakunya yang harus benar-benar matang dan bermutu tinggi.
Oleh karena itu, Lempok Durian sering disebut sebagai ‘dodol bangsawan’ karena proses pembuatannya yang memakan waktu lama dan membutuhkan bahan baku premium dalam jumlah besar.
Proses Pengolahan: Ujian Kesabaran dan Tradisi
Membuat Lempok Durian bukanlah pekerjaan yang mudah; ia adalah sebuah ritual yang menuntut waktu, tenaga, dan kesabaran tingkat tinggi. Prosesnya dapat memakan waktu antara 6 hingga 8 jam, bahkan lebih.
- Pemilihan Bahan Baku: Kunci utama Lempok terletak pada kualitas durian. Durian yang digunakan haruslah durian lokal yang sangat matang, memiliki daging tebal, dan aroma yang kuat. Daging durian dipisahkan dari bijinya dan dihaluskan.
- Pemasakan Intensif: Daging durian murni dimasukkan ke dalam wajan besar, biasanya terbuat dari besi tuang atau tembaga, dan dimasak di atas api kecil hingga sedang. Selama proses ini, daging durian akan melepaskan minyak alaminya.
- Pengadukan Tanpa Henti: Ini adalah tahapan yang paling melelahkan. Adonan Lempok harus diaduk secara terus-menerus dan tanpa henti (dijaga) selama berjam-jam. Tujuannya adalah mencegah adonan lengket, gosong di dasar wajan, dan memastikan uap air menguap sempurna. Pengadukan ini juga yang membantu Lempok mendapatkan kekenyalan dan kepadatan yang sempurna.
- Uji Kemasan: Proses selesai ketika adonan sudah benar-benar kental, padat, dan tidak lagi lengket di wajan. Warnanya akan berubah menjadi cokelat gelap mengkilap. Adonan ini kemudian diangkat, didinginkan, dan dibentuk sebelum dikemas.
Keterlibatan pengaduk atau juru masak selama berjam-jam ini menciptakan ikatan yang kuat antara pembuat dan produknya, menjadikannya warisan yang dihargai dalam masyarakat setempat.
Lempok Durian sebagai Simbol Budaya dan Oleh-oleh

Sumber Foto: https://sr28jambinews.com/lempok-durian-kue-khas-jambi-yang-manis-dan-gurih/
Lempok Durian telah lama menjadi bagian integral dari budaya kuliner di Sumatera, terutama di Palembang, Bengkulu, dan Lampung. Ia bukan hanya sekadar kudapan, tetapi juga simbol penghormatan. Lempok sering disajikan dalam acara-acara adat, perayaan besar, atau sebagai oleh-oleh istimewa bagi tamu penting.
Nilai dari Lempok Durian terletak pada masa simpannya yang lama. Berkat proses pengadukan yang menguapkan hampir seluruh kadar air dan kandungan lemak alami dari durian, Lempok dapat bertahan hingga berbulan-bulan tanpa bahan pengawet buatan, menjadikannya komoditas yang ideal untuk diperdagangkan atau dikirim sebagai buah tangan jarak jauh.
Meskipun Lempok Durian adalah manisan tradisional, popularitasnya tidak pernah surut. Seiring perkembangan zaman, beberapa inovasi mulai muncul, seperti penambahan sedikit tepung sagu untuk memperbaiki tekstur atau penambahan varian rasa lain. Namun, Lempok Durian murni, yang hanya mengandalkan keajaiban rasa dari durian itu sendiri, tetap menjadi versi yang paling dicari dan dihargai karena keasliannya.
Secara keseluruhan, Lempok Durian bukan hanya memuaskan lidah, tetapi juga memberikan penghargaan terhadap tradisi memasak yang sabar dan menghormati keunggulan rasa buah durian. Ia adalah warisan kuliner yang berhasil mengikat aroma dan rasa raja buah dalam sebongkah manisan yang istimewa.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


