Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

5 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dicampur: Awas Iritasi!

Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dicampur

Dunia perawatan kulit atau skincare saat ini sedang mengalami masa keemasannya. Dengan ribuan produk baru yang bermunculan di pasaran, rasanya sangat menggoda untuk mencoba berbagai jenis serum, toner, dan krim demi mendapatkan kulit wajah yang glowing dan sehat. Tren layering atau menumpuk beberapa produk skincare sekaligus pun menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh para beauty enthusiast.

Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua bahan aktif dalam produk kecantikan bisa “berteman”? Ibarat memasak, ada bahan-bahan yang jika disatukan akan menciptakan hidangan lezat, namun ada juga yang justru meledak atau merusak rasa. Begitu pula dengan kulit wajah kita. Mencampur bahan aktif yang salah tidak hanya membuat produk tersebut menjadi tidak efektif, tetapi juga bisa merusak skin barrier (lapisan pelindung kulit) dan memicu masalah baru seperti jerawat parah (breakout), kemerahan, hingga iritasi kronis.

Bagi Anda yang sedang menyusun rutinitas perawatan wajah, sangat penting untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai kimia skincare. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas kandungan skincare yang tidak boleh dicampur agar niat hati ingin cantik tidak berujung pada bencana kulit.

Mari kita simak 5 kombinasi bahan aktif yang sebaiknya Anda hindari atau gunakan secara terpisah.


Mengapa Mencampur Skincare Sembarangan Itu Berbahaya?

Sebelum masuk ke daftar bahannya, kita perlu memahami mengapa konflik antar bahan ini bisa terjadi. Setiap bahan aktif skincare bekerja pada tingkat keasaman (pH) tertentu agar bisa bekerja maksimal. Ketika Anda mencampur dua bahan dengan kebutuhan pH yang bertolak belakang, atau dua bahan yang sama-sama memiliki sifat mengikis kulit (eksfoliasi) yang kuat, keseimbangan kulit akan terganggu.

Memahami kandungan skincare yang tidak boleh dicampur adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan kulit Anda. Kesalahan dalam layering bisa menyebabkan:

  1. Netralisasi: Bahan aktif saling membatalkan fungsi satu sama lain, sehingga uang Anda terbuang percuma.
  2. Over-exfoliation: Pengelupasan kulit berlebihan yang membuat kulit tipis, perih, dan sensitif.
  3. Inflamasi: Peradangan yang memicu jerawat atau dermatitis.

1. Retinol dan AHA/BHA (Vitamin A + Asam Eksfoliasi)

Retinol saat ini dianggap sebagai “dewa” dalam dunia anti-aging. Turunan dari Vitamin A ini bekerja dengan cara mempercepat regenerasi sel kulit. Sementara itu, AHA (Alpha Hydroxy Acid seperti Glycolic Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid seperti Salicylic Acid) adalah eksfoliator kimia yang bekerja mengikis sel kulit mati di permukaan.

Mengapa kombinasi ini berbahaya?

Keduanya adalah bahan yang sangat potent atau kuat. Retinol merangsang pergantian sel dari dalam, sedangkan AHA/BHA mengupas dari luar. Jika digunakan bersamaan dalam satu waktu, kulit Anda dipaksa bekerja terlalu keras. Risiko iritasi, kulit mengelupas parah, kering, dan kemerahan akan meningkat drastis. Ini adalah salah satu kombinasi kandungan skincare yang tidak boleh dicampur yang paling sering dilanggar oleh pemula.

Solusi:

Lakukan teknik Skin Cycling. Gunakan produk eksfoliasi (AHA/BHA) pada malam pertama, lalu gunakan Retinol pada malam kedua. Berikan jeda hari istirahat (hydrating day) di antaranya. Jangan gunakan di malam yang sama.

2. Retinol dan Vitamin C

Vitamin C adalah antioksidan kuat yang berfungsi mencerahkan dan melindungi kulit dari radikal bebas. Sedangkan Retinol, seperti dijelaskan sebelumnya, fokus pada perbaikan tekstur dan kerutan.

Mengapa sebaiknya dipisah?

Ada dua alasan utama. Pertama, risiko iritasi. Kedua, masalah efektivitas pH. Vitamin C (terutama jenis L-Ascorbic Acid) membutuhkan lingkungan pH rendah (asam) untuk bisa meresap ke kulit. Sebaliknya, Retinol bekerja optimal pada pH yang lebih netral. Jika dipakai bersamaan, kinerja keduanya bisa jadi tidak maksimal.

Solusi:

Gunakan berdasarkan waktu kerjanya. Vitamin C sangat baik digunakan pada pagi hari (sebelum sunscreen) untuk memaksimalkan perlindungan terhadap sinar UV dan polusi. Sedangkan Retinol, yang sensitif terhadap cahaya matahari, wajib digunakan pada malam hari. Dengan memisahkannya pagi dan malam, Anda mendapatkan manfaat terbaik dari kedua bahan tersebut tanpa risiko iritasi.

3. Benzoyl Peroxide dan Retinol

Bagi pejuang jerawat, kedua bahan ini pasti sudah tidak asing. Benzoyl Peroxide sangat ampuh membunuh bakteri penyebab jerawat, sementara Retinol membantu memudarkan bekasnya dan mencegah penyumbatan pori.

Mengapa kombinasi ini dilarang?

Secara kimiawi, Benzoyl Peroxide adalah oksidator kuat. Jika diaplikasikan bersamaan dengan Retinol, ia dapat mengoksidasi Retinol sehingga membuatnya tidak aktif. Artinya, Retinol yang Anda pakai tidak akan memberikan efek apa-apa. Selain itu, kedua bahan ini memiliki efek samping membuat kulit kering. Menggabungkannya akan membuat kulit Anda dehidrasi parah, mengelupas, dan terasa seperti tertarik.

Solusi:

Pilih salah satu dalam satu rutinitas. Atau, gunakan Benzoyl Peroxide di pagi hari (sebagai spot treatment atau sabun cuci muka) dan gunakan Retinol di malam hari. Pastikan Anda menggunakan pelembap yang cukup (hydrating moisturizer) untuk menyeimbangkan efek keringnya.

4. Vitamin C dan AHA/BHA

Kombinasi selanjutnya dalam daftar kandungan skincare yang tidak boleh dicampur adalah Vitamin C dengan asam eksfoliasi (AHA/BHA). Meskipun keduanya sama-sama bersifat asam, menumpuk terlalu banyak asam pada wajah bukanlah ide yang baik.

Mengapa berbahaya?

Vitamin C murni (Ascorbic Acid) sudah bersifat asam dan memiliki potensi membuat kulit perih (tingling sensation) bagi pemilik kulit sensitif. Menambahkan AHA atau BHA di atasnya dapat mengubah pH Vitamin C sehingga mengurangi kandungan antioksidannya. Selain itu, tumpukan asam ini bisa merusak mantel asam (acid mantle) alami kulit, menyebabkan rasa perih, terbakar, dan kemerahan.

Solusi:

Sama seperti aturan Retinol, pisahkan penggunaannya. Gunakan Vitamin C di pagi hari dan AHA/BHA di malam hari (beberapa kali seminggu). Jika Anda ingin menggunakan keduanya, pastikan memberikan jeda waktu minimal 30 menit agar pH kulit kembali normal, namun cara ini tetap berisiko bagi kulit sensitif.

5. Niacinamide dan AHA/BHA (Dalam Konsentrasi Tinggi)

Niacinamide (Vitamin B3) adalah bahan serba bisa yang dikenal lembut dan mampu memperbaiki skin barrier. Namun, ia bisa menjadi “galak” jika bertemu dengan lingkungan yang terlalu asam seperti yang diciptakan oleh AHA atau BHA.

Mengapa perlu hati-hati?

Meskipun banyak formulasi modern yang sudah stabil, secara teori kimia dasar, mencampur Niacinamide konsentrasi tinggi dengan asam (AHA/BHA) dapat menyebabkan reaksi kimia yang mengubah Niacinamide menjadi Niacin. Zat Niacin ini dapat menyebabkan efek flushing (wajah memerah dan terasa panas) sementara pada kulit.

Selain itu, asam AHA/BHA bekerja pada pH rendah (sekitar 3-4), sedangkan Niacinamide bekerja pada pH netral (sekitar 5-7). Mencampurnya bisa membuat kinerja eksfoliasi AHA/BHA menjadi tidak efektif karena pH-nya naik (menjadi netral).

Solusi:

Gunakan toner eksfoliasi (AHA/BHA) terlebih dahulu, tunggu hingga meresap sempurna (sekitar 20-30 menit), baru aplikasikan serum Niacinamide. Atau yang lebih aman, gunakan Niacinamide di pagi hari dan eksfoliasi di malam hari.


Tips Aman Melakukan Layering Skincare

Mengetahui kandungan skincare yang tidak boleh dicampur bukan berarti Anda harus takut menggunakan produk-produk tersebut. Anda hanya perlu strategi yang tepat. Berikut adalah tips agar rutinitas skincare Anda tetap aman:

  1. Pahami Jenis Kulit: Kulit yang badak (resilien) mungkin kuat menahan beberapa bahan aktif, tapi kulit sensitif akan langsung bereaksi. Kenali batas toleransi kulit Anda.
  2. Aturan “Thinnest to Thickest”: Selalu aplikasikan produk dari tekstur yang paling cair (seperti toner) ke yang paling kental (seperti krim), terlepas dari kandungannya.
  3. Jeda Waktu: Jika ragu, berikan jeda waktu. Biarkan produk pertama meresap sempurna sebelum menumpuk produk berikutnya.
  4. Hidrasi adalah Kunci: Apa pun bahan aktif yang Anda gunakan, selalu tutup dengan pelembap (moisturizer) dan gunakan sunscreen di pagi hari. Pelembap berfungsi menenangkan kulit yang mungkin “kaget” akibat bahan aktif yang kuat.

Merawat kulit adalah sebuah perjalanan, bukan perlombaan lari cepat. Keinginan untuk mendapatkan hasil instan sering kali mendorong kita untuk menumpuk berbagai produk tanpa memperhatikan interaksi antar bahannya.

Penting untuk diingat bahwa kandungan skincare yang tidak boleh dicampur seperti Retinol dengan AHA/BHA, atau Vitamin C dengan Retinol, sebaiknya dihindari demi menjaga keutuhan skin barrier Anda. Kulit yang sehat bukanlah kulit yang terus-menerus dikelupas atau dipapar bahan kimia keras, melainkan kulit yang memiliki keseimbangan kadar air dan minyak serta pelindung yang kuat.

Jadilah konsumen yang cerdas. Selalu baca label komposisi produk sebelum membeli dan jangan ragu untuk melakukan uji tempel (patch test) sebelum mengaplikasikan produk ke seluruh wajah. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda bisa mendapatkan kulit impian tanpa harus mengorbankan kesehatannya.

Semoga artikel ini membantu Anda menyusun rutinitas skincare yang lebih aman dan efektif!

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *