Pernahkah Anda merasa marah secara berlebihan karena masalah sepele? Atau mungkin Anda merasa sangat takut ditolak oleh pasangan hingga bersikap posesif? Dalam psikologi, reaksi emosional yang terasa “tidak proporsional” dengan situasi saat ini sering kali merupakan suara dari inner child Anda. Inner child adalah bagian dari kepribadian kita yang tetap anak-anak, yang menyimpan ingatan, kegembiraan, ketakutan, dan trauma dari masa lalu.
Memahami inner child bukan berarti kita hidup di masa lalu, melainkan menyadari bahwa pengalaman masa kecil membentuk cetak biru (blueprint) cara kita berpikir dan bereaksi saat dewasa. Mengetahui cara berdamai dengan masa lalu adalah kunci utama untuk melepaskan beban emosional yang menghambat pertumbuhan kita di masa depan.
Apa Itu Inner Child dan Mengapa Ia Begitu Berpengaruh?
Istilah inner child pertama kali dipopulerkan oleh psikolog Carl Jung. Secara sederhana, ini adalah representasi dari pengalaman emosional yang kita alami sejak lahir hingga masa remaja. Jika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh dukungan, inner child-nya akan cenderung ceria, kreatif, dan percaya diri. Namun, jika anak tersebut mengalami pengabaian, kritik keras, atau trauma, inner child tersebut akan membawa luka yang sering kali terbawa hingga dewasa.
Luka ini tidak hilang hanya karena kita bertambah usia. Ia bersembunyi di alam bawah sadar dan muncul dalam bentuk sabotase diri, kesulitan membangun hubungan, atau rendahnya rasa percaya diri. Oleh karena itu, mempelajari cara berdamai dengan masa lalu menjadi sangat krusial agar kita tidak terus-menerus dikendalikan oleh bayang-bayang trauma lama.
Mengenali Tanda-Tanda Inner Child yang Terluka
Sebelum kita melangkah pada cara berdamai dengan masa lalu, kita harus mengenali tanda-tanda bahwa inner child kita sedang memanggil bantuan. Beberapa gejalanya antara lain:
- Sulit menetapkan batasan (boundary): Anda merasa bersalah saat berkata “tidak” pada orang lain karena takut ditinggalkan.
- Perfeksionisme kronis: Merasa harga diri Anda hanya bergantung pada pencapaian, sebuah refleksi dari masa kecil di mana kasih sayang hanya diberikan jika Anda berprestasi.
- Ketakutan akan penolakan yang ekstrem: Reaksi emosional yang meledak-ledak saat merasa diabaikan.
- Kesulitan mempercayai orang lain: Selalu merasa bahwa orang lain akan menyakiti atau mengkhianati Anda.
Langkah Psikologis: Cara Berdamai dengan Masa Lalu Melalui Inner Work
Proses penyembuhan inner child memerlukan kesabaran dan kasih sayang pada diri sendiri. Berikut adalah langkah-langkah ilmiah dan praktis sebagai cara berdamai dengan masa lalu demi masa depan yang lebih sehat:
1. Mengakui Keberadaan Sang Anak di Dalam Diri
Langkah pertama adalah mengakui bahwa Anda memiliki inner child. Sering kali, kita mencoba menjadi “dewasa” dengan menekan emosi kekanak-kanakan kita. Namun, semakin ditekan, emosi tersebut akan semakin kuat. Cobalah untuk duduk diam, tutup mata, dan bayangkan diri Anda saat berusia 5 atau 7 tahun. Apa yang dia rasakan saat itu? Pengakuan ini adalah awal dari validasi yang mungkin tidak pernah Anda dapatkan saat kecil.
2. Melakukan Teknik Reparenting
Reparenting adalah teknik di mana Anda berperan sebagai “orang tua ideal” bagi diri Anda sendiri saat ini. Jika dulu Anda tidak mendapatkan pujian yang cukup, mulailah memuji diri sendiri atas hal-hal kecil. Jika dulu Anda sering dimarahi saat melakukan kesalahan, sekarang berikanlah kasih sayang pada diri sendiri saat melakukan kesalahan. Ini adalah cara berdamai dengan masa lalu dengan memberikan apa yang gagal diberikan oleh pengasuh Anda dulu.
3. Menulis Surat untuk Masa Kecil Anda
Menulis adalah alat terapi yang sangat kuat. Cobalah menulis surat kepada versi kecil Anda. Katakan padanya bahwa dia aman sekarang, bahwa dia dicintai, dan bahwa semua yang terjadi dulu bukanlah kesalahannya. Teknik ini membantu memisahkan identitas dewasa Anda dari rasa sakit masa lalu, sehingga Anda bisa melihat trauma tersebut sebagai peristiwa yang sudah selesai, bukan identitas yang melekat.
Pentingnya Validasi dalam Cara Berdamai dengan Masa Lalu yang Kelam
Banyak orang gagal sembuh karena mereka terus meminimalkan penderitaan mereka sendiri dengan kalimat seperti, “Ah, itu kan sudah lama,” atau “Orang lain punya masalah yang lebih berat.” Validasi adalah komponen kunci. Anda berhak merasa sedih atas apa yang Anda alami. Dengan memvalidasi perasaan tersebut, Anda sebenarnya sedang membuka pintu bagi kesembuhan.
Dalam cara berdamai dengan masa lalu, penting untuk diingat bahwa memaafkan tidak selalu berarti melupakan atau membenarkan tindakan orang yang menyakiti Anda. Memaafkan dalam konteks inner child adalah tentang melepaskan diri Anda dari cengkeraman rasa marah yang melelahkan, agar energi Anda bisa digunakan untuk membangun masa depan.
Mengubah Narasi: Dari Korban Menjadi Penyintas
Salah satu aspek penting dalam cara berdamai dengan masa lalu adalah mengubah narasi hidup Anda. Trauma sering membuat kita memiliki narasi “Saya adalah korban yang tidak berdaya.” Melalui inner child work, kita perlahan mengubah narasi tersebut menjadi “Saya mengalami hal sulit, saya bertahan, dan sekarang saya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan diri.”
Transisi ini sangat dipengaruhi oleh plastisitas otak. Otak kita memiliki kemampuan untuk membentuk jalur saraf baru. Ketika kita secara konsisten mempraktikkan kasih sayang pada diri sendiri dan dialog internal yang positif, kita sebenarnya sedang melatih otak untuk tidak lagi terjebak dalam respon fight-or-flight yang dipicu oleh trauma masa lalu.
Menjaga Hubungan di Masa Depan Setelah Berdamai dengan Masa Lalu
Setelah kita memahami cara berdamai dengan masa lalu, dampak yang paling terasa biasanya ada pada hubungan interpersonal. Kita tidak lagi menuntut pasangan untuk menjadi “orang tua” yang memenuhi semua kebutuhan emosional kita yang belum selesai. Kita menjadi individu yang utuh, yang mampu mencintai tanpa rasa takut yang berlebihan.
Berdamai dengan inner child memungkinkan kita untuk menetapkan batasan yang sehat tanpa rasa takut. Kita menyadari bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh bagaimana orang lain memperlakukan kita, melainkan oleh bagaimana kita menghargai dan merawat diri kita sendiri.
Aktivitas Kreatif sebagai Penunjang Proses Penyembuhan
Sains menunjukkan bahwa inner child sering kali merespon dengan baik terhadap aktivitas non-verbal. Karena trauma masa kecil sering tersimpan di bagian otak kanan yang tidak terjangkau oleh kata-kata, aktivitas seperti menggambar, bermain tanah liat, atau menari bisa menjadi cara berdamai dengan masa lalu yang sangat efektif. Aktivitas ini membiarkan inner child berekspresi tanpa batasan logika orang dewasa.
Cobalah untuk meluangkan waktu seminggu sekali untuk melakukan hobi yang Anda sukai saat kecil. Hal sederhana seperti mewarnai atau bermain di taman dapat mengaktifkan hormon kebahagiaan (seperti dopamin dan endorfin) yang membantu menyeimbangkan sistem saraf yang mungkin sering tegang akibat kecemasan masa lalu.

Saran Lanjutan: Jika Anda merasa luka masa lalu terlalu berat untuk ditanggung sendiri, sangat disarankan untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau terapis. Mereka dapat memberikan panduan terukur mengenai cara berdamai dengan masa lalu melalui metode seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy) atau EMDR yang terbukti efektif untuk mengatasi trauma.
Masa depan yang cerah bukan berarti masa depan tanpa luka. Masa depan yang cerah adalah ketika Anda mampu berdiri tegak, memeluk luka tersebut, dan berkata, “Terima kasih telah bertahan, sekarang kita aman.”
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


