Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Top 5 Gunung Tertinggi di Dunia: Menjelajahi Para Raksasa yang Menembus Awan

Gunung Tertinggi di Dunia

Bagi sebagian orang, mendaki gunung adalah tentang mencari ketenangan atau “healing” dari hiruk-pikuk kota. Namun, bagi sebagian kecil lainnya para petualang sejati dengan tekad baja gunung adalah arena ujian batas kemampuan manusia. Di planet Bumi ini, terdapat wilayah-wilayah ekstrem di mana oksigen menipis, angin bertiup dengan kecepatan badai, dan suhu bisa membekukan air dalam hitungan detik. Wilayah ini dikuasai oleh puncak-puncak yang menjulang lebih dari 8.000 meter di atas permukaan laut, yang sering disebut sebagai “The Eight-thousanders”.

Daya tarik dari gunung tertinggi di dunia tidak pernah pudar. Meskipun teknologi telah maju pesat di tahun 2026 ini, mendaki puncak-puncak ini tetaplah pertaruhan nyawa melawan alam yang tidak kenal ampun.

Apakah Anda penasaran siapa saja penguasa langit ini? Apakah Everest masih menjadi satu-satunya yang paling menantang? Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi 5 urutan teratas raksasa bumi yang berlokasi di pegunungan Himalaya dan Karakoram, serta mengungkap fakta-fakta mencengangkan di baliknya.


Mengapa Hanya Ada di Asia?

Sebelum masuk ke daftar utama, ada fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Seluruh daftar 10 besar—bahkan 100 besar—gunung tertinggi di dunia berada di benua Asia. Hal ini terjadi karena tumbukan lempeng tektonik India dan Eurasia yang terjadi jutaan tahun lalu (dan masih berlangsung hingga hari ini). Tumbukan dahsyat inilah yang melahirkan rangkaian pegunungan Himalaya dan Karakoram, rumah bagi para raksasa es yang akan kita bahas berikut ini.


1. Gunung Everest (8.848,86 mdpl) – Sang Raja Diraja

Di posisi pertama, tak tergoyahkan, adalah Gunung Everest. Dikenal sebagai Sagarmatha oleh masyarakat Nepal yang berarti “Dewi Langit”, dan Chomolungma oleh orang Tibet yang berarti “Ibu Dewi Dunia”, gunung ini adalah definisi dari atap dunia.

Lokasi dan Status:

Terletak di perbatasan antara Nepal dan Tibet (China), Everest memiliki ketinggian resmi terbaru 8.848,86 meter. Sebagai gunung tertinggi di dunia, Everest adalah trofi utama bagi setiap pendaki gunung. Ribuan orang telah mencoba mendakinya, dan sayangnya, ratusan orang telah kehilangan nyawa di lerengnya, menjadikan tubuh mereka abadi di zona kematian.

Tantangan Utama:

Meskipun kini jalur pendakian Everest dianggap lebih “komersial” dengan bantuan pemandu Sherpa dan tabung oksigen, jangan pernah meremehkannya. Tantangan utamanya adalah Khumbu Icefall, sebuah sungai es yang bergerak dan penuh celah menganga yang bisa menelan manusia hidup-hidup. Selain itu, di atas 8.000 meter (Zona Kematian), tubuh manusia mulai mati perlahan karena kadar oksigen yang hanya sepertiga dari permukaan laut.

Di tahun-tahun terakhir, tantangan Everest bukan hanya alam, tetapi juga “kemacetan manusia”. Antrean panjang pendaki di Hillary Step menuju puncak sering kali menjadi pemandangan yang ironis namun nyata.

2. K2 (8.611 mdpl) – Gunung Paling Kejam

Jika Everest adalah raja yang populer, maka K2 adalah jenderal perang yang kejam. Terletak di perbatasan antara Pakistan dan China di pegunungan Karakoram, K2 adalah gunung tertinggi kedua di dunia, namun sering dianggap jauh lebih sulit didaki daripada Everest.

Julukan “Savage Mountain”:

K2 mendapatkan julukan “Gunung Buas” bukan tanpa alasan. Statistik kematiannya mengerikan. Secara historis, untuk setiap empat orang yang mencapai puncak, satu orang meninggal saat mencoba. Berbeda dengan Everest yang memiliki rute yang relatif lebih landai, K2 adalah piramida curam dari segala sisi.

Teknis yang Mematikan:

Tantangan terbesar di K2 adalah The Bottleneck, sebuah jalur sempit di bawah serac (gumpalan es gantung) raksasa yang bisa runtuh kapan saja. Cuaca di Karakoram juga jauh lebih tidak dapat diprediksi dibandingkan Himalaya. Badai bisa muncul tiba-tiba dan menyapu tenda pendaki. K2 adalah satu-satunya gunung di daftar 8.000 meter yang tidak pernah didaki di musim dingin hingga akhirnya sejarah itu pecah pada awal dekade 2020-an oleh tim pendaki Nepal yang legendaris.

Bagi komunitas pendaki profesional, menaklukkan K2 sering kali dianggap sebagai pencapaian teknis yang lebih prestisius daripada menaklukkan gunung tertinggi di dunia itu sendiri (Everest).

3. Kangchenjunga (8.586 mdpl) – Lima Harta Karun Salju

Bergeser sedikit ke timur, kita menemukan Kangchenjunga. Gunung ini berdiri gagah di perbatasan antara Nepal dan negara bagian Sikkim di India. Hingga tahun 1852, dunia sempat mengira bahwa Kangchenjunga adalah gunung tertinggi di bumi, sebelum perhitungan trigonometri akurat menempatkan Everest di posisi pertama.

Kesucian yang Tak Terjamah:

Nama Kangchenjunga berarti “Lima Harta Karun Salju”, yang merujuk pada lima puncaknya yang melambangkan emas, perak, permata, biji-bijian, dan kitab suci. Gunung ini sangat disucikan oleh masyarakat Sikkim.

Ada tradisi unik di kalangan pendaki yang menghormati kepercayaan lokal: mereka biasanya berhenti beberapa meter sebelum benar-benar menginjak titik tertinggi puncak. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesucian puncak agar tidak terinjak oleh kaki manusia. Janji ini dimulai oleh ekspedisi pertama yang sukses pada tahun 1955 dan terus dipegang teguh oleh banyak pendaki hingga hari ini.

Jalurnya sangat panjang dan membingungkan, dengan risiko longsoran salju yang sangat tinggi. Kangchenjunga jarang menjadi berita utama seperti Everest atau K2, namun kesunyian itulah yang membuatnya menjadi salah satu gunung tertinggi di dunia yang paling indah dan misterius.

4. Lhotse (8.516 mdpl) – Saudara Kembar Everest yang Terlupakan

Sering kali, Lhotse hanya dianggap sebagai “adik kecil” Everest. Mengapa? Karena kedua gunung ini terhubung oleh punggungan yang disebut South Col. Puncak Lhotse berada tepat di sebelah selatan Everest. Bahkan, sebagian besar rute pendakian standar Everest berbagi jalur yang sama dengan Lhotse hingga Camp 3.

Tantangan Dinding Vertikal:

Namun, meremehkan Lhotse adalah kesalahan fatal. Setelah berpisah dari jalur Everest, pendaki harus menghadapi Lhotse Face, sebuah dinding es biru yang sangat curam dan licin sepanjang lebih dari 1.000 meter. Memanjat dinding ini membutuhkan teknik crampon (sepatu paku) dan kapak es yang presisi.

Meskipun sering berada di bawah bayang-bayang tetangganya, Lhotse adalah raksasa yang mandiri. Pemandangan dari puncaknya menawarkan perspektif unik: melihat punggung Everest dari jarak yang sangat dekat. Bagi pendaki yang ingin menghindari keramaian ekstrem Everest namun tetap ingin merasakan atmosfer gunung tertinggi di dunia di zona 8.500 meter, Lhotse adalah pilihan yang populer.

5. Makalu (8.485 mdpl) – Piramida Hitam yang Mengisolasi

Menutup daftar lima besar adalah Gunung Makalu. Terletak sekitar 19 kilometer di sebelah tenggara Everest, di perbatasan Nepal dan China, Makalu adalah salah satu gunung 8.000 meter yang paling “estetik” namun juga paling sulit secara teknis.

Bentuk yang Sempurna:

Makalu terkenal karena bentuk puncaknya yang menyerupai piramida empat sisi yang sempurna. Struktur geologis ini membuatnya sangat curam dan terekspos elemen alam dari segala arah. Angin di sekitar puncak Makalu terkenal sangat kencang karena tidak ada gunung lain di dekatnya yang menghalangi aliran udara.

Bagian paling menakutkan dari pendakian Makalu adalah tahap akhir menuju puncak yang melibatkan pemanjatan teknis di atas batuan granit dan es. Tidak seperti Everest yang memiliki banyak bagian “jalan setapak”, Makalu menuntut pendaki untuk benar-benar memanjat (climb) di ketinggian yang mematikan. Karena kesulitannya, Makalu sering menjadi ujian akhir bagi alpinis elit sebelum mereka mencoba jalur-jalur baru di gunung lain.


Refleksi: Manusia Kecil di Hadapan Alam

Membahas gunung tertinggi di dunia bukan hanya soal angka ketinggian atau rekor pendakian. Ini adalah tentang kerendahan hati. Berdiri di hadapan raksasa-raksasa ini menyadarkan kita betapa kecilnya manusia dibandingkan kekuatan alam semesta.

Gunung-gunung ini bukanlah tempat wisata biasa. Mereka adalah tempat suci yang menuntut rasa hormat. Perubahan iklim yang terjadi saat ini juga mengancam keberadaan gletser abadi di puncak-puncak tersebut. Mencairnya es tidak hanya mengubah rute pendakian menjadi lebih berbahaya, tetapi juga mengancam sumber air bagi miliaran orang di Asia yang bergantung pada sungai-sungai yang berhulu di Himalaya.

Dari kemegahan Everest, kekejaman K2, kesucian Kangchenjunga, kecuraman Lhotse, hingga isolasi Makalu, kelima gunung tertinggi di dunia ini adalah monumen alam yang paling menakjubkan. Mereka mengajarkan kita tentang ambisi, ketahanan, dan keindahan yang mematikan.

Mungkin tidak semua dari kita ditakdirkan untuk menancapkan bendera di puncaknya. Namun, mengetahui keberadaan mereka dan menjaga kelestariannya adalah tugas kita bersama. Biarkan para raksasa ini tetap berdiri kokoh, menembus awan, dan menjadi inspirasi bagi generasi petualang berikutnya.

Apakah Anda berani bermimpi untuk melihat salah satunya secara langsung suatu hari nanti?

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *