Di tengah kekayaan kuliner Indonesia, ada satu hidangan penutup yang menonjol dengan tampilan dan rasanya yang unik: es pisang ijo. Berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan, es pisang ijo adalah perpaduan harmonis antara pisang yang dilapisi adonan hijau lembut, disajikan dengan bubur sumsum yang gurih, sirup manis, dan es serut. Warnanya yang cerah dan rasanya yang seimbang antara manis dan gurih menjadikannya tak hanya enak dipandang, tetapi juga sangat menyegarkan. Es pisang ijo bukan hanya sekadar hidangan penutup, melainkan simbol keunikan kuliner Makassar yang kini digemari di seluruh penjuru negeri.
Apa Itu Es Pisang Ijo?

Source: https://wiki.ambisius.com/makanan-khas/es-pisang-ijo
Secara sederhana, es pisang ijo adalah pisang yang dibalut adonan tepung berwarna hijau, disajikan dingin. Namun, keunikan es pisang ijo terletak pada kombinasi komponen-komponennya yang saling melengkapi:
- Pisang: Bahan utamanya adalah pisang raja. Pisang ini dipilih karena teksturnya yang padat dan rasanya yang manis alami. Pisang yang sudah matang sempurna dikukus hingga lembut sebelum dibalut adonan.
- Adonan Hijau: Ini adalah ciri khas utama es pisang ijo. Adonan ini terbuat dari campuran tepung terigu, tepung beras, santan, dan air daun suji atau pandan untuk memberikan warna hijau alami yang cerah dan aroma wangi yang khas. Adonan ini dikukus bersama pisang hingga matang dan melapisi pisang dengan sempurna.
- Bubur Sumsum: Saus pendamping yang tak boleh dilewatkan. Bubur sumsum terbuat dari tepung beras dan santan yang dimasak hingga kental. Rasanya gurih dan teksturnya lembut, menciptakan kontras yang sempurna dengan manisnya pisang dan sirup.
- Sirup Merah: Sirup ini biasanya dibuat dari campuran air, gula pasir, dan sedikit pewarna merah atau sirup rasa frambos. Sirup ini memberikan sentuhan rasa manis dan warna yang mencolok pada hidangan.
- Susu Kental Manis: Untuk menambah kekayaan rasa dan tekstur, es pisang ijo disajikan dengan siraman susu kental manis di atasnya.
- Es Serut: Sebagai hidangan penutup yang menyegarkan, es pisang ijo disajikan dengan es serut di atasnya.
Perpaduan antara pisang yang lembut, adonan hijau yang kenyal, bubur sumsum yang gurih, dan siraman sirup manis di atas es serut menciptakan harmoni rasa dan tekstur yang luar biasa.
Sejarah dan Asal-Usul: Warisan Kuliner Makassar
Es pisang ijo adalah salah satu kuliner tradisional yang sangat identik dengan Makassar, Sulawesi Selatan. Hidangan ini diperkirakan sudah ada sejak puluhan tahun lalu, berawal dari kreativitas masyarakat setempat dalam mengolah pisang, bahan makanan yang melimpah di wilayah tersebut.
- Awal Mula di Makassar: Nama “pisang ijo” berasal dari dua kata, yaitu “pisang” dan “ijo” yang berarti hijau. Warna hijau pada adonan awalnya didapat dari daun suji dan pandan, memberikan aroma alami yang harum.
- Menyebar ke Seluruh Indonesia: Popularitas es pisang ijo mulai menyebar ke seluruh Indonesia seiring dengan berkembangnya restoran-restoran Makassar di berbagai kota. Para perantau Makassar juga turut andil dalam memperkenalkan hidangan ini ke daerah lain. Kini, es pisang ijo sangat mudah ditemukan, baik di restoran, kafe, maupun gerai-gerai kaki lima.
- Adaptasi Lokal: Di luar Makassar, beberapa penjual mungkin membuat variasi dengan menggunakan pisang jenis lain atau mengganti sirup merah dengan sirup yang lebih sederhana. Namun, esensi utama dari es pisang ijo yang terdiri dari pisang berbalut adonan hijau, bubur sumsum, dan es serut tetap dipertahankan.
Es pisang ijo adalah contoh sempurna dari bagaimana kuliner tradisional dapat menembus batas-batas geografis dan menjadi favorit nasional tanpa kehilangan identitas aslinya.
Proses Pembuatan: Keahlian dan Kesabaran
Membuat es pisang ijo membutuhkan beberapa langkah yang harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang sempurna:
- Siapkan Pisang: Pilih pisang raja yang matang, kupas, dan kukus hingga lembut.
- Buat Adonan Hijau:
- Campurkan tepung terigu, tepung beras, air daun suji/pandan, santan, dan sedikit gula serta garam.
- Masak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan kalis.
- Balut Pisang: Ambil sebagian adonan hijau yang sudah matang, pipihkan, lalu balut pisang yang sudah dikukus hingga seluruh permukaannya tertutup.
- Kukus Kembali: Kukus kembali pisang yang sudah dibalut adonan selama beberapa menit hingga matang sempurna dan adonan menjadi kenyal. Setelah matang, angkat dan biarkan dingin.
- Siapkan Bubur Sumsum: Masak tepung beras, santan, dan sedikit garam hingga mengental menjadi bubur. Sisihkan.
- Buat Sirup: Masak air dan gula hingga mendidih dan mengental. Tambahkan sirup rasa frambos atau pewarna merah, lalu sisihkan.
- Sajikan: Potong pisang ijo yang sudah dingin, tata di dalam mangkuk. Tuangkan bubur sumsum, siraman sirup, dan susu kental manis. Beri es serut di atasnya.
Tips untuk Es Pisang Ijo Sempurna

- Pilih Pisang yang Tepat: Pisang raja adalah pilihan terbaik karena tidak mudah hancur saat dikukus. Pastikan pisang matang, tetapi tidak terlalu lembek.
- Gunakan Bahan Alami: Menggunakan daun suji dan pandan asli untuk warna dan aroma akan memberikan hasil yang jauh lebih otentik dan harum dibandingkan pewarna buatan.
- Keseimbangan Rasa: Kunci kelezatan es pisang ijo terletak pada keseimbangan rasa manis, gurih, dan segar. Bubur sumsum yang gurih adalah penyeimbang yang penting untuk sirup manis.
- Dinginkan Sebelum Disajikan: Sajikan es pisang ijo dalam keadaan dingin. Puding dan bubur yang dingin akan terasa lebih nikmat dan menyegarkan.
Kesimpulan
Es pisang ijo adalah bukti nyata kekayaan kuliner Indonesia. Dari bahan-bahan sederhana seperti pisang, tepung, dan santan, tercipta sebuah hidangan penutup yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga kaya akan cerita dan tradisi. Perpaduan warna hijau cerah yang menawan, tekstur yang beragam, dan rasa manis-gurih yang seimbang menjadikannya hidangan yang tak terlupakan. Es pisang ijo adalah pengingat bahwa kebahagiaan kuliner bisa datang dari kreasi sederhana yang dibuat dengan hati, dan terus menjadi salah satu kebanggaan kuliner dari Makassar yang telah menaklukkan selera nasional.


