Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Dari Dimsum hingga Matcha: Menjelajahi 2 Kuliner yang Paling Sering Dicari di Indonesia

Dimsum hingga matcha

Di era sekarang perpaduan rasa yang unik dan khas sering kali di gemari banyak orang . Indonesia memiliki perpaduan rasa yang sangat luar biasa dari yang tadinya toko dipinggir jalan hingga ke kafe aestetic Jika kita membedah data pencarian kuliner sepanjang tahun lalu hingga awal 2026, muncul dua nama besar yang mendominasi preferensi konsumen: Dimsum hingga Matcha.

Meskipun keduanya memiliki akar budaya dari Asia Timur (Tiongkok dan Jepang), keduanya telah mengalami “Indonesianisasi” yang luar biasa. Dimsum kini bukan lagi sekadar makanan pendamping minum teh pagi hari, dan Matcha bukan lagi sekadar bubuk teh hijau pahit. Keduanya telah menjadi komoditas ekonomi kreatif yang masif di awal 2026.


Bagian 1: Revolusi Dimsum – Dari Eksklusivitas Menuju Demokratisasi Rasa

Dulu, untuk menikmati seporsi hakau yang transparan atau siomay udang yang kenyal, seseorang harus merogoh kocek cukup dalam di restoran hotel atau kedai otentik di kawasan Pecinan. Namun, tahun 2025 menjadi titik balik di mana dimsum hingga matcha mengalami “demokratisasi”.

1.1 Munculnya Fenomena Dimsum Gerobakan dan 24 Jam

Di awal 2026, pemandangan kedai dimsum yang buka 24 jam menjadi hal lumrah di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Malang. Konsep “Dimsum Rakyat” dengan harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi membuat makanan ini bisa dinikmati oleh siapa saja, kapan saja. Hal ini memicu lonjakan pencarian kata kunci seperti “Dimsum 24 jam terdekat” yang meningkat drastis terutama di jam-jam larut malam.

1.2 Inovasi Saus: Kunci Adaptasi Lidah Lokal

Apa yang membuat dimsum begitu dicari di Indonesia? Jawabannya bukan hanya pada daging ayam atau udangnya, melainkan pada sausnya. Indonesia adalah negara pecinta pedas. Kehadiran Chili Oil (minyak cabai) yang diracik dengan bawang putih goreng dan ebi menjadi pendamping wajib yang mengubah rasa dimsum menjadi lebih berani. Selain itu, tren Dimsum Saus Mentai yang dibakar (torched) memberikan sentuhan creamy dan smoky yang sangat disukai oleh Gen Z.

1.3 Dimsum Frozen: Solusi Praktis Rumah Tangga

Pencarian mengenai “Resep Dimsum Ayam” dan “Supplier Dimsum Frozen” juga sangat tinggi. Di tahun 2026, banyak ibu rumah tangga dan pelaku UMKM rumahan yang memanfaatkan platform e-commerce untuk menjual dimsum dalam bentuk beku. Ini membuktikan bahwa dimsum telah menjadi stok makanan wajib di kulkas orang Indonesia, bersaing dengan nugget dan bakso.


Bagian 2: Invasi Matcha – Lebih dari Sekadar Rasa, Ini Adalah Gaya Hidup

Jika dimsum menguasai perut, maka Matcha menguasai estetika dan kesehatan batin. Matcha telah bertransformasi dari sekadar varian rasa es krim menjadi sebuah sub-kultur kuliner yang memiliki pengikut setia (Matcha Enthusiast), maka dari itu Dimsum hingga Matcha sangat digemari

2.1 Pergeseran Menuju Kualitas Premium (Ceremonial Grade)

Netizen Indonesia tahun 2026 sudah tidak bisa lagi “dibohongi” oleh perisa artifisial teh hijau yang terlalu manis dan berwarna hijau neon. Terjadi lonjakan pencarian untuk “Ceremonial Grade Matcha” dan “Uji Matcha”. Konsumen kini lebih menghargai rasa umami, sedikit bitterness yang elegan, dan tekstur creamy dari matcha asli Jepang. Kedai-kedai yang menyajikan matcha dengan proses tradisional—menggunakan chasen (pengocok bambu)—menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi dan diulas di media sosial.

2.2 Matcha sebagai Simbol “Wellness” dan Ketenangan

Matcha mengandung L-theanine, asam amino yang memberikan efek rileks namun tetap fokus. Di tengah tekanan kerja dan kesibukan digital tahun 2026, minum matcha dianggap sebagai ritual “self-care”. Inilah mengapa kafe-kafe matcha di Indonesia seringkali didesain dengan konsep minimalis atau zen. Pencarian “Matcha bar estetik” mencerminkan keinginan konsumen untuk mendapatkan pengalaman visual sekaligus ketenangan mental.

2.3 Eksperimen Matcha: Dari Dessert hingga Savory

Matcha tidak berhenti di minuman latte. Di awal tahun ini, kita melihat ledakan menu seperti Matcha Mille Crepes, Matcha Tiramisu, hingga eksperimen yang lebih berani seperti Matcha Salted Egg. Fleksibilitas bubuk hijau ini dalam dunia pastry menjadikannya topik yang tak habis dibahas oleh para food blogger.


Bagian 3: Mengapa Keduanya Selalu Dicari Bersamaan?

Secara psikologis dan fisiologis, ada alasan mengapa dua makanan ini sering muncul dalam satu garis waktu tren. Dimsum memberikan kepuasan melalui protein dan rasa gurih yang intens. Setelah menyantap makanan yang kaya lemak dan bumbu, tubuh secara alami mencari sesuatu yang bisa menetralisir rasa tersebut. Matcha, dengan kandungan antioksidannya yang tinggi dan rasa yang bersih (clean taste), berfungsi sebagai penutup yang sempurna. maka dari itu Dimsum hingga matcha sangat cocok jika digabungkan.

Selain itu, Dimsum hingga Matcha memiliki nilai “Visual Currency” yang tinggi. Di era di mana “makan dengan kamera” dilakukan sebelum “makan dengan mulut”, warna-warni dimsum yang cantik di dalam keranjang bambu dan hijau pekatnya matcha di atas meja kayu minimalis adalah konten yang dijamin mendulang likes.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *