Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Dari Paris ke Dunia: Kisah Baguette yang Tak Lekang oleh Waktu

baguette

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/25755029114101910/

Di antara aroma kopi pagi dan hiruk-pikuk jalanan Paris, ada satu hal yang selalu hadir: baguette. Roti panjang berwarna keemasan ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas Prancis yang mendunia. Dari kota-kota kecil hingga pusat kuliner internasional, baguette telah menempuh perjalanan panjang untuk menjadi ikon kuliner global.

Asal-usul baguette berawal dari perkembangan roti panjang di Eropa, terutama setelah munculnya pengaruh dari roti Austria. Pada masa itu, seorang pembuat roti asal Austria yang membuka toko di Paris memperkenalkan teknik pemanggangan menggunakan oven uap. Teknik ini membuat roti memiliki kulit yang renyah namun bagian dalamnya tetap lembut—ciri khas yang kemudian menjadi bagian penting dari baguette modern.

Seiring waktu, para pembuat roti di Prancis mulai bereksperimen dengan bentuk roti yang lebih panjang dan ramping. Walaupun belum dikenal sebagai baguette seperti sekarang, bentuk roti ini semakin populer karena praktis, mudah dibawa, dan lebih cepat matang di oven dibandingkan roti bulat tradisional.

Ada juga kisah populer yang mengatakan bahwa aturan kerja pada masa itu membatasi waktu mulai bekerja bagi para pembuat roti. Karena pembatasan tersebut, roti bulat tradisional yang memerlukan waktu lama untuk diproses menjadi sulit diselesaikan tepat waktu. Sebagai solusi, banyak pembuat roti memilih membuat roti panjang yang dapat dipanggang lebih cepat. Meski teori ini tidak dapat dibuktikan sepenuhnya, cerita ini sering dikaitkan dengan cepatnya penyebaran roti panjang yang akhirnya dikenal sebagai baguette.

Lambat laun, baguette menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Prancis. Tradisi dan teknik pembuatannya semakin berkembang, hingga pada akhirnya baguette diakui sebagai simbol kuliner Prancis yang bertahan hingga kini—sebuah roti sederhana namun kaya sejarah yang menghubungkan masa lalu dengan budaya modern Prancis.

Simbol Kebudayaan Prancis

Bagi masyarakat Prancis, baguette lebih dari sekadar roti. Ia adalah bagian dari keseharian—dibeli segar setiap pagi, dibawa di tangan atau diselipkan di keranjang belanjaan. Tradisi ini begitu melekat hingga baguette ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2022. Pengakuan ini menunjukkan betapa pentingnya baguette dalam mempertahankan identitas kuliner dan tradisi artisan Prancis.


Rahasia Daya Tariknya

Apa yang membuat baguette begitu memikat?

  • Kulit yang renyah, menghasilkan bunyi khas saat dipatahkan.
  • Bagian dalam yang lembut dan ringan, sempurna untuk berbagai hidangan.
  • Bahan sederhana—tepung, air, garam, dan ragi—namun tekniknya yang menentukan kualitas.

Kombinasi ini menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan: sederhana namun memuaskan.

Rahasia Daya Tariknya

Baguette memiliki daya tarik yang sederhana namun kuat. Kulitnya yang renyah membuat siapa pun ingin langsung mencicipinya, sementara bagian dalamnya lembut dan empuk, menciptakan kombinasi yang pas dan menyenangkan. Walaupun bahannya sangat sederhana, teknik pembuatannya membuat roti ini punya rasa dan tekstur yang khas.

Aromanya yang hangat saat baru keluar dari oven juga menjadi alasan banyak orang menyukainya. Wangi roti yang baru matang memberi kesan nyaman dan membuat baguette terasa selalu segar. Kesederhanaan inilah yang membuat baguette begitu disukai—tidak rumit, tapi selalu memikat.


bahan dan cara pembuatan baguette:

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/277675133271324674/

Bahan Baguette (untuk ± 4 buah)

  1. Tepung terigu protein tinggi – 500 gram
  2. Air hangat – 325 ml (sekitar 65% dari berat tepung)
  3. Ragi instan – 7 gram (±1 sachet)
  4. Garam – 10 gram
  5. Gula pasir – 5 gram (opsional, untuk membantu ragi)

Cara Pembuatan Baguette

1. Aktifkan Ragi

  • Campur ragi instan dengan sedikit air hangat dan gula. Diamkan 5–10 menit hingga berbusa.

2. Campur Bahan

  • Dalam wadah besar, campur tepung dan garam.
  • Tambahkan ragi yang sudah aktif dan sisa air. Aduk hingga tercampur menjadi adonan kasar.

3. Uleni Adonan

  • Uleni adonan selama ±10–15 menit hingga elastis dan tidak lengket.
  • Bisa menggunakan tangan atau mixer roti dengan hook.

4. Fermentasi Pertama

  • Letakkan adonan dalam mangkuk yang diolesi minyak, tutup dengan kain lembab atau plastik wrap.
  • Diamkan ±1–1,5 jam atau hingga adonan mengembang dua kali lipat.

5. Bentuk Baguette

  • Kempiskan adonan, bagi menjadi 3–4 bagian.
  • Giling tiap bagian menjadi panjang ±30–40 cm dan tipiskan bagian tengah.

6. Fermentasi Kedua

  • Letakkan adonan di loyang, tutup, diamkan ±30–45 menit hingga mengembang lagi.

7. Siapkan Oven

  • Panaskan oven 220°C.
  • Letakkan loyang berisi air di dasar oven untuk menghasilkan uap (ini membuat kulit baguette renyah).

8. Panggang

  • Buat beberapa sayatan diagonal di permukaan adonan dengan pisau tajam.
  • Panggang 20–25 menit hingga permukaan kecokelatan dan renyah.

9. Dinginkan

  • Keluarkan dari oven, biarkan dingin di rak kawat agar tidak lembek.

Tips Tambahan:

  • Untuk kulit lebih renyah, semprotkan sedikit air ke adonan sebelum panggang.
  • Jangan menambahkan terlalu banyak tepung saat membentuk, supaya roti tetap ringan dan berongga.

Berikut cara makan baguette

1. Langsung / tanpa tambahan

  • Baguette bisa dimakan begitu saja karena kulitnya renyah dan isi roti lembut. Roti ini sudah memiliki rasa yang enak tanpa perlu tambahan apa pun.

2. Dengan mentega atau selai

  • Olesan mentega, selai, atau madu membuat sarapan lebih nikmat. Kombinasi ini memberi rasa manis atau gurih tambahan yang berpadu dengan tekstur ringan baguette.

3. Sandwich

  • Baguette bisa dijadikan roti lapis, misalnya dengan ham, keju, atau sayuran. Karena teksturnya berongga, roti ini mampu menahan isi sandwich tanpa mudah lembek. Contoh klasik: Jambon-Beurre (ham dan mentega) dari Prancis.

4. Dipadukan dengan sup atau saus

  • Potongan baguette bisa dicelupkan ke sup atau saus. Teksturnya yang ringan dan berongga membuat roti menyerap rasa sup tapi tetap renyah di luar, sehingga cocok sebagai teman makan sup atau stew.

5. Bruschetta atau topping

  • Baguette diiris tipis, dipanggang, lalu diberi topping seperti tomat, keju, atau olive oil. Cara ini mengubah baguette menjadi camilan atau appetizer yang gurih dan menarik.

fakta unik baguette :

  1. Nama “baguette” berarti tongkat – karena bentuknya panjang dan ramping.
  2. Panjang standar ±65–70 cm, diameter 5–6 cm.
  3. Kulit renyah dibuat dengan uap saat dipanggang.
  4. Hanya dari 4 bahan: tepung, air, garam, ragi (versi tradisional).
  5. Tekstur berongga di dalam membuatnya ringan dan cocok untuk sandwich.
  6. Ikon Prancis – sering dipotong dengan tangan dan jadi simbol budaya.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *