Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Cromboloni: Masa Depan Pastry yang Berakar dari Tradisi Klasik Croissant.

Cromboloni

Dunia kuliner, khususnya bidang pastry atau kue-kuean, selalu mengalami rotasi tren yang dinamis. Namun, jarang sekali ada inovasi yang mampu mengguncang pasar global sekaligus mempertahankan akar tradisinya sekuat Croissant dan turunannya yang paling viral saat ini, Cromboloni. Keduanya adalah perayaan atas teknik laminated dough (adonan berlapis) yang mengedepankan kualitas mentega, kesabaran dalam melapis, dan keajaiban tekstur yang renyah di luar namun lembut di dalam.

Meskipun terlihat berbeda secara bentuk, Cromboloni sebenarnya adalah “anak kandung” dari teknik pembuatan Croissant. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai sejarah, teknik pembuatan, hingga fenomena sosial yang menyertai kedua pastry ikonik ini.


I. Croissant: Legenda Klasik dari Negeri Prancis

Source: https://www.kompasiana.com/munainarul8293/6581bc13de948f6e387f5672/easy-viral-cromboloni-recipe

Croissant bukan sekadar roti berbentuk bulan sabit; ia adalah simbol keanggunan kuliner Prancis. Namun, sejarah mencatat bahwa asal-usulnya sebenarnya tidak murni dari Prancis.

A. Akar Sejarah: Kipferl dari Austria

Banyak sejarawan kuliner sepakat bahwa nenek moyang Croissant adalah Kipferl, roti berbentuk bulan sabit dari Austria yang sudah ada sejak abad ke-13. Legenda yang paling terkenal menyebutkan bahwa bentuk bulan sabit diciptakan oleh pembuat roti di Wina pada tahun 1683 untuk merayakan kemenangan atas pengepungan Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman).

B. Menjadi Ikon Prancis melalui Viennoiserie

Kipferl masuk ke Prancis pada awal abad ke-19, dipopulerkan oleh seorang perwira Austria, August Zang, yang membuka toko roti di Paris. Seiring waktu, pembuat roti Prancis mengganti adonan roti biasa pada Kipferl dengan adonan puff pastry yang kaya mentega. Inilah yang melahirkan kategori Viennoiserie—kue-kue yang menggunakan teknik ragi namun diperkaya dengan lemak dan gula tinggi.


II. Cromboloni: Inovasi Hibrida di Era Digital

Source: https://leisure.harianjogja.com/read/2023/12/17/509/1158516/resep-cromboloni-perpaduan-antara-croissant-dan-bomboloni

Jika Croissant adalah tentang tradisi, maka Cromboloni adalah tentang inovasi dan viralitas. Namanya merupakan gabungan dari Croissant dan Bomboloni (donat isi asal Italia).

A. Evolusi dari “The Supreme” New York

Akar dari Cromboloni modern dimulai dari sebuah kafe bernama Lafayette Grand Café & Bakery di New York pada tahun 2022. Mereka menciptakan menu bernama “The Supreme” atau New York Roll. Bentuknya lingkaran sempurna, teksturnya sangat renyah, dan bagian dalamnya diisi dengan krim melimpah. Di Indonesia dan beberapa wilayah Asia, hidangan ini kemudian populer dengan nama “Cromboloni”.

B. Mengapa Cromboloni Sangat Populer?

Cromboloni memenuhi tiga syarat utama makanan viral di era modern:

  1. Visual (Instagrammable): Bentuk lingkaran dengan lelehan krim di atasnya sangat menarik difoto.
  2. Audio (ASMR): Suara “kriuk” saat digigit memberikan kepuasan sensori bagi penonton video kuliner.
  3. Rasa (Indulgence): Perpaduan mentega gurih dengan isian manis seperti pistachio, cokelat, atau red velvet memberikan sensasi makan yang mewah.

III. Perbandingan: Croissant vs Cromboloni

Source: https://mahasiswaindonesia.id/cromboloni-kelezatan-bundaran-antara-croissant-dan-bomboloni-yang-mendominasi-tren-kuliner-2023

Meskipun menggunakan dasar adonan yang sama, keduanya menawarkan pengalaman yang sangat berbeda:

FiturCroissant KlasikCromboloni
BentukBulan sabit atau berlian.Lingkaran tebal (silinder).
IsianBiasanya kosong atau minimalis.Penuh dengan krim (filling) di dalam.
Tekstur LuarRingan, bersisik, dan rapuh.Sangat renyah dan padat.
Cara MakanDisobek dengan tangan.Sering kali dipotong dengan pisau.
Fokus RasaKejernihan rasa mentega.Perpaduan tekstur renyah dan krim manis.

IV. Rahasia di Balik Layar: Teknik Lamination

Keajaiban tekstur kedua kue ini terletak pada teknik Lamination. Ini adalah proses melipat mentega ke dalam adonan tepung secara berulang-ulang untuk menciptakan ratusan lapisan tipis.

  • Pentingnya Suhu: Mentega dan adonan harus berada dalam suhu yang dingin namun fleksibel. Jika terlalu panas, mentega akan meleleh ke dalam tepung (menjadi roti biasa). Jika terlalu dingin, mentega akan pecah saat digiling.
  • Efek Honeycomb: Saat dipanggang, air dalam mentega menguap dan mendorong lapisan adonan ke atas, menciptakan rongga-rongga udara yang mirip dengan sarang lebah (honeycomb structure).
  • Perbedaan Pemanggangan: Untuk Croissant, adonan dibiarkan mengembang bebas. Untuk Cromboloni, adonan dimasukkan ke dalam cetakan besi (ring) dan ditekan agar saat mengembang, ia membentuk lingkaran yang padat dan rata.

V. Penjelasan

Artikel ini disusun untuk memberikan edukasi mendalam mengenai perbedaan antara tradisi kuliner klasik dan tren modern. Penjelasan difokuskan pada tiga aspek:

  1. Historis: Menghubungkan Croissant dengan akar Austrian-nya (Kipferl) untuk memberikan konteks bahwa kuliner selalu berevolusi.
  2. Teknis: Menjelaskan proses lamination sebagai benang merah yang menyatukan kedua jenis pastry ini. Tanpa teknik melapis mentega yang sempurna, baik Croissant maupun Cromboloni tidak akan memiliki tekstur yang diinginkan.
  3. Sosiologis: Menganalisis mengapa Cromboloni bisa viral, yaitu karena kekuatan visual dan tekstur yang disukai oleh pengguna media sosial (efek ASMR dan visual “lelehan”).

Kesimpulan

Croissant dan Cromboloni adalah dua sisi dari mata uang yang sama di dunia pastry. Croissant tetap menjadi standar emas bagi para koki pastry di seluruh dunia, mewakili kesempurnaan teknik klasik dan rasa mentega yang murni. Sementara itu, Cromboloni adalah representasi dari kreativitas tanpa batas di era modern, yang berhasil mengubah teknik klasik menjadi sesuatu yang baru, seru, dan menggugah selera banyak orang.

Kesuksesan Cromboloni membuktikan bahwa teknik kuliner yang sudah berusia ratusan tahun (seperti lamination) tetap relevan dan bisa terus dikembangkan. Keduanya mengajarkan kita bahwa dalam kuliner, menghormati sejarah itu penting, namun berani berinovasi adalah kunci untuk tetap dicintai oleh generasi baru.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *