Croffle, akronim dari Croissant dan Waffle, adalah fenomena kuliner hibrida yang telah mengambil alih dunia toko roti dan kafe dalam beberapa tahun terakhir. Hidangan ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah inovasi cerdas yang menggabungkan dua elemen terbaik dari dunia pastry: lapisan flaky dan mentega yang kaya dari croissant Prancis, serta tekstur kotak-kotak yang renyah dan terkaramelisasi dari waffle Belgia.
Munculnya croffle menandai era baru dalam dunia “mash-up food”, di mana batasan antara resep klasik dihancurkan untuk menciptakan pengalaman sensorik yang baru. Dengan aroma mentega yang semerbak saat dipanggang dan bentuknya yang fotogenik, croffle telah bertransformasi dari eksperimen dapur sederhana menjadi ikon gaya hidup modern yang digemari dari Dublin hingga Seoul dan Jakarta.
I. Sejarah dan Evolusi: Dari Irlandia Menuju Panggung Dunia

Source: https://smartpluspro.com/recipe-detail?slug=pandan-brown-sugar-croffle
Meskipun banyak orang mengira croffle berasal dari Korea Selatan karena popularitasnya yang luar biasa di sana, akar sejarahnya sebenarnya berasal dari Eropa.
A. Penemuan oleh Louise Lennox (2017)
Croffle pertama kali diperkenalkan oleh koki pastry asal Irlandia, Louise Lennox, pada tahun 2017. Ide awalnya sangat pragmatis: bagaimana cara membuat croissant menjadi lebih menarik dan memiliki tekstur yang lebih beragam? Dengan memasukkan adonan croissant yang belum dipanggang ke dalam cetakan waffle, Lennox menemukan bahwa tekanan dan panas langsung menciptakan hasil yang jauh lebih renyah daripada pemanggangan oven tradisional.
B. Ledakan “K-Café” di Korea Selatan (2020)
Croffle benar-benar mencapai status “megabintang” ketika menyentuh pasar Korea Selatan sekitar tahun 2020. Di tengah pandemi, masyarakat mencari kenyamanan dalam makanan yang unik dan menarik secara visual. Kafe-kafe di Seoul mulai berinovasi dengan berbagai topping yang melimpah—mulai dari keju truffle hingga buah-buahan segar dan krim tebal. Media sosial seperti TikTok dan Instagram memainkan peran kunci dalam menyebarkan visual croffle ke seluruh dunia.
II. Anatomi Croffle: Rahasia di Balik Tekstur Sempurna

Source: https://www.beautyjournal.id/article/pilihan-croffle-enak-jakarta
Apa yang membuat croffle begitu istimewa dibandingkan waffle biasa atau croissant biasa? Jawabannya terletak pada struktur adonan dan metode memasaknya.
A. Adonan Berlapis (Laminated Dough)
Saat adonan Croffle dipres di alat waffle, lapisan-lapisan tipis mentega di dalamnya memanas dan menciptakan efek goreng internal yang membuat bagian dalamnya tetap lembut dan gurih, Croffle menggunakan adonan croissant, yaitu adonan yang melalui proses lamination (melipat mentega di dalam adonan berulang kali).
B. Karamelisasi Gula
Salah satu teknik kunci dalam pembuatan croffle yang autentik adalah melapisi adonan dengan gula pasir atau pearl sugar sebelum dipres. Panas dari pelat waffle akan melelehkan gula tersebut, menciptakan lapisan karamel yang tipis, mengkilap, dan sangat renyah di seluruh permukaan luar croffle. Inilah yang memberikan sensasi crunchy yang khas.
III. Ragam Variasi: Dari Manis hingga Gurih

Source: https://www.beautyjournal.id/article/pilihan-croffle-enak-jakarta?page=2
Keajaiban croffle terletak pada fleksibilitasnya sebagai “kanvas” kuliner.
- Varian Manis Klasik: Disajikan dengan taburan gula halus, sirup mapel, atau selai cokelat. Tambahan es krim vanila di atas croffle panas menciptakan kontras suhu yang memanjakan lidah.
- Varian Buah Segar: Menggunakan krim kocok (whipped cream) dan irisan stroberi, bluberi, atau mangga untuk memberikan kesegaran asam-manis.
- Varian Gurih (Savory): Croffle juga sangat cocok dipadukan dengan bahan gurih. Contoh populernya adalah croffle dengan topping keju cheddar, daging asap (smoked beef), atau bahkan alpukat dan telur untuk menu sarapan mewah.
IV. Penjelasan
Artikel ini disusun untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang croffle sebagai subjek kuliner modern. Pembahasan dibagi menjadi:
- Sejarah dan Evolusi: Mengoreksi miskonsepsi umum tentang asal-usulnya dan menjelaskan peran krusial Korea Selatan dalam mempopulerkannya secara global.
- Anatomi Tekstur: Menjelaskan secara teknis mengapa penggunaan adonan croissant menghasilkan output yang berbeda dari waffle biasa (fokus pada proses karamelisasi dan lapisan mentega).
- Daya Tarik Sosial: Menekankan bahwa croffle adalah produk dari era digital, di mana bentuk dan tekstur menjadi nilai jual utama.
Kesimpulan
Croffle adalah bukti bahwa inovasi kuliner tidak selalu harus menciptakan sesuatu yang benar-benar baru dari nol, melainkan bisa lahir dari kombinasi cerdas dua tradisi yang sudah ada. Keunikannya terletak pada perpaduan kontras antara bagian luar yang terkaramelisasi renyah dengan bagian dalam yang lembut dan berlapis mentega.
Secara filosofis, croffle mewakili semangat zaman sekarang: praktis, fleksibel, dan sangat menarik secara visual. Ia telah berhasil menjembatani celah antara kudapan santai dan pastry kelas atas. Baik dinikmati polos sebagai teman kopi atau dihias dengan berbagai topping mewah, croffle tetap menjadi simbol kreativitas tanpa batas di dunia kuliner modern.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


