Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Bukan Cuma Sushi: Menemukan Keajaiban Tersembunyi Kuliner Regional Jepang

Bukan Cuma Sushi

Jepang sering kali diidentikkan dengan irisan ikan segar di atas nasi cuka yang kita kenal sebagai sushi. Namun, jika Anda hanya terpaku pada sushi, Anda sebenarnya baru menggores permukaan dari kekayaan gastronomi Negeri Matahari Terbit. Dari ujung utara Hokkaido yang beku hingga kepulauan tropis Okinawa di selatan, setiap prefektur memiliki identitas rasa yang unik, sejarah yang mendalam, dan teknik memasak yang diwariskan turun-temurun.

Menjelajahi Jepang melalui lidah berarti siap untuk dikejutkan oleh rasa gurih yang mendalam, tekstur yang kontras, dan bahan-bahan lokal yang jarang ditemukan di restoran internasional. Artikel ini akan membawa Anda melampaui stereotip populer untuk menemukan keajaiban kuliner tersembunyi yang membuktikan bahwa Jepang memang Bukan Cuma Sushi.

Kelezatan dari Utara: Hokkaido dan Surga Seafood yang Dimasak

Hokkaido, pulau paling utara Jepang, dikenal dengan hasil lautnya yang luar biasa. Namun, di sini, keajaiban kulinernya bukan hanya tentang ikan mentah. Karena iklimnya yang dingin, masyarakat setempat mengembangkan hidangan yang menghangatkan jiwa.

Salah satu permata tersembunyinya adalah Ishikari Nabe, sebuah sup panas yang menggunakan kaldu miso dengan isian potongan salmon segar, tahu, dan sayuran musim dingin. Penggunaan mentega dan susu lokal dalam ramen mereka (Hokkaido Ramen) memberikan tekstur creamy yang sangat berbeda dengan ramen di wilayah lain. Di sini, Anda akan menyadari bahwa Bukan Cuma Sushi yang bisa menonjolkan kesegaran laut; sup yang mengepul pun bisa melakukannya dengan sempurna.

Wilayah Tohoku: Kehangatan Tradisi dalam Semangkuk Hidangan

Turun sedikit ke wilayah Tohoku, kita menemukan hidangan yang sangat berakar pada budaya agraris. Salah satu yang paling unik adalah Kiritanpo dari Prefektur Akita. Ini adalah nasi yang ditumbuk, dililitkan pada tusuk sate cemara, lalu dipanggang. Nasi panggang ini kemudian dimasukkan ke dalam sup ayam bersama sayuran hutan.

Tekstur kenyal dan aroma asap dari nasi panggang ini memberikan pengalaman makan yang sangat tradisional dan membumi. Di Tohoku, konsep makan bukan sekadar mengisi perut, melainkan menghormati hasil bumi. Ini adalah bukti nyata bahwa kuliner Jepang memiliki dimensi tekstur yang sangat kaya, jauh melampaui kelembutan ikan mentah.

Wilayah Kanto dan Chubu: Eksplorasi Rasa di Jantung Jepang

Meskipun Tokyo (Kanto) adalah tempat lahirnya Edomae Sushi, wilayah sekitarnya menyimpan rahasia kuliner yang tak kalah menggoda. Di Prefektur Yamanashi, Anda akan menemukan Houtou Noodles. Berbeda dengan udon biasa, Houtou memiliki bentuk lebar dan pipih yang dimasak dalam kuah miso kental bersama labu kabocha.

Hidangan ini konon merupakan makanan favorit para samurai sebelum pergi berperang karena kandungan energinya yang tinggi. Keberadaan hidangan berat dan mengenyangkan seperti ini menegaskan bahwa filosofi makan di Jepang Bukan Cuma Sushi yang ringan, tetapi juga tentang kekuatan dan ketahanan.

Osaka dan Hiroshima: Pertempuran Okonomiyaki di Wilayah Kansai dan Chugoku

Jika Anda mencari “comfort food” sejati, maka wilayah barat Jepang adalah destinasinya. Osaka dikenal sebagai “Dapur Bangsa”, dan di sinilah Okonomiyaki merajai jalanan. Sering disebut sebagai panekuk gurih Jepang, hidangan ini mencampurkan tepung, kol, telur, dan berbagai pilihan daging atau seafood yang dipanggang di atas plat besi panas.

Namun, jangan salah, Hiroshima memiliki versinya sendiri yang kompetitif. Berbeda dengan Osaka yang mencampur semua bahan, versi Hiroshima dibuat berlapis-lapis dengan tambahan mi (yakisoba) di dalamnya. Rivalitas kuliner ini menunjukkan betapa bangganya setiap daerah atas identitas rasa mereka. Menjelajahi variasi ini menyadarkan kita bahwa estetika makanan Jepang Bukan Cuma Sushi yang minimalis, tetapi bisa juga tampil meriah dan penuh saus yang meluap-luap.

Kyushu: Surga Bagi Pecinta Daging dan Kuah Kental

Pulau Kyushu di selatan menawarkan profil rasa yang lebih berani dan kuat. Prefektur Fukuoka adalah rumah bagi Hakata Tonkotsu Ramen, yang menggunakan kaldu tulang babi yang direbus selama berjam-jam hingga berubah warna menjadi putih susu dan memiliki tekstur sangat kental.

Selain itu, ada Mizutaki, sup ayam khas Fukuoka yang sangat legendaris karena kesederhanaan rasanya yang elegan. Di Kyushu, teknik memasak perlahan (slow cooking) sangat dihargai. Fokus pada ekstraksi kolagen dan lemak sehat ini menciptakan rasa umami yang intens, yang sulit didapatkan dari hidangan laut mentah.

Okinawa: Rahasia Panjang Umur dari Kepulauan Tropis

Terakhir, kita menuju ke Okinawa, wilayah yang memiliki budaya kuliner paling berbeda di seluruh Jepang karena pengaruh historis dari Kerajaan Ryukyu dan perdagangan dengan Tiongkok serta Asia Tenggara. Di sini, Anda tidak akan banyak menemukan sushi tradisional. Sebaliknya, hidangan ikoniknya adalah Goya Chanpuru, tumisan pare pahit dengan tahu, telur, dan daging babi.

Masyarakat Okinawa juga sangat menggemari Rafute, yaitu perut babi yang dimasak perlahan dengan kecap asin dan gula hitam khas Okinawa hingga lumer di mulut. Kuliner Okinawa adalah contoh terbaik bahwa identitas Jepang sangatlah luas. Dengan penggunaan rempah dan sayuran tropis, Okinawa membuktikan secara absolut bahwa dunia kuliner Jepang memang Bukan Cuma Sushi.

Mengapa Anda Harus Mencoba Kuliner Regional?

Mencicipi makanan khas daerah atau yang disebut Kyodo Ryori memberikan perspektif baru bagi para wisatawan. Berikut adalah alasan mengapa perjalanan kuliner regional sangat berharga:

  1. Kaitan dengan Musim: Jepang sangat menghormati pergantian musim. Makanan regional biasanya hanya tersedia atau terasa paling enak pada musim tertentu, menggunakan bahan yang baru saja dipanen.
  2. Sejarah di Setiap Suapan: Banyak hidangan regional diciptakan karena kondisi geografis atau peristiwa sejarah tertentu, seperti makanan samurai atau hidangan nelayan saat badai.
  3. Kualitas Bahan Lokal: Dengan memakan hidangan regional, Anda mendapatkan akses ke bahan-bahan yang tidak tahan lama jika dikirim ke kota besar, sehingga kesegarannya terjamin.
  4. Ekspresi Budaya: Cara penyajian dan tata krama makan di daerah pinggiran sering kali lebih santai dan hangat dibandingkan dengan formalitas di restoran sushi kelas atas di Tokyo.

Tips Menemukan Kuliner Tersembunyi di Jepang

Untuk menemukan keajaiban-keajaiban ini, jangan ragu untuk masuk ke Izakaya (kedai minum tradisional) lokal atau mengunjungi pasar pagi (Asa-ichi) di kota-kota kecil. Sering kali, menu yang ditulis dengan tangan di dinding kedai adalah hidangan terbaik yang tidak akan Anda temukan di buku panduan wisata populer.

Tanyakan kepada penduduk setempat dengan kalimat, “Oススメの郷土料理は何ですか?” (Osusume no kyodo ryori wa nan desu ka?) yang berarti “Apa makanan khas daerah sini yang direkomendasikan?”. Jawaban mereka biasanya akan membawa Anda ke sebuah kedai kecil yang menyajikan hidangan luar biasa yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya.

Jepang adalah negeri dengan ribuan rasa. Dengan membuka diri terhadap kemungkinan bahwa kuliner Jepang Bukan Cuma Sushi, Anda sedang membuka pintu menuju petualangan sensorik yang tak terbatas. Dari aroma sup miso di pagi yang berkabut di pegunungan hingga riuhnya panggangan okonomiyaki di malam yang sibuk di Osaka, setiap suapan adalah cerita tentang tanah, air, dan orang-orang yang merawat tradisi tersebut dengan penuh cinta.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *