Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Taman Dedari: Destinasi Wisata Baru dengan Puluhan Patung Cantik di Bali

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/504895808243287857/

Taman Dedari adalah destinasi wisata baru yang terletak di Jalan Raya Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali. Taman ini merupakan bagian dari kompleks The Royal Pita Maha dan menawarkan pengalaman unik dengan pemandangan alam Sungai Ayung yang memukau.​

Taman ini memiliki sekitar 50 patung bidadari yang tersebar di area seluas 1,5 hektar. Empat di antaranya memiliki tinggi sekitar 10 meter dan menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Patung-patung ini terinspirasi dari legenda Resi Markandeya, yang dalam perjalanannya melihat tempat indah yang dipenuhi sinar, tempat para dewa berstana, dan menyaksikan bidadari yang cantik, yang kemudian dikenal sebagai Sungai Ayung. ​

Selain menikmati keindahan patung, pengunjung juga dapat bersantai di taman yang asri, menikmati hidangan di restoran yang tersedia, atau berfoto di berbagai spot yang instagramable. Taman Dedari buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 21.00 WITA, dengan biaya parkir sebesar Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk sepeda motor. ​

Untuk mencapai Taman Dedari, dari Bandara Ngurah Rai, Anda dapat menempuh perjalanan sekitar 30 km atau 1 jam dengan kendaraan menuju Jalan Raya Kedewatan, Ubud. Gunakan Google Maps atau aplikasi navigasi lainnya untuk memandu perjalanan Anda.​

Asal-usul Taman Dedari di Ubud, Bali, erat kaitannya dengan kisah spiritual Resi Markandeya dan keyakinan masyarakat Bali tentang tempat-tempat suci yang menjadi persinggahan para dewa dan bidadari.

Latar Belakang Spiritual

Siapa Resi Markandeya?

Resi Markandeya adalah seorang resi (pertapa suci) dari India Selatan yang menurut kepercayaan Hindu di Bali, adalah penyebar awal ajaran Hindu di pulau ini. Dalam perjalanan spiritualnya, beliau melakukan penjelajahan di hutan-hutan lebat Pulau Bali, hingga tiba di sebuah lembah yang sangat indah — lembah Sungai Ayung, yang sekarang menjadi lokasi Taman Dedari.

Penglihatan Spiritual dan Bidadari

Dalam legenda lokal, ketika Resi Markandeya sedang bertapa dan bermeditasi di tepi Sungai Ayung, beliau mendapatkan wahyu dan penglihatan tentang cahaya terang dan para bidadari (dedari) yang sedang menari di udara. Tempat itu dipenuhi dengan aura suci, suara gamelan surgawi, dan energi positif yang luar biasa.

Berdasarkan kisah ini, lembah tersebut diyakini sebagai tempat bersemayamnya para dewa dan bidadari, serta sebagai area spiritual yang sangat sakral.

Dari Legenda ke Karya Seni

Kisah spiritual ini kemudian diangkat menjadi inspirasi untuk menciptakan Taman Dedari — sebuah taman indah yang dipenuhi patung-patung bidadari sebagai simbol penghormatan terhadap energi suci dan spiritualitas Bali.

Patung-patung tersebut bukan hanya karya seni biasa, tapi representasi dari makhluk cahaya yang membawa ketenangan dan keseimbangan alam semesta menurut ajaran Hindu. Dibuat oleh seniman lokal dengan detail tinggi, patung-patung ini memiliki nilai estetika sekaligus makna filosofis mendalam.

Peran Royal Pita Maha

Taman Dedari merupakan bagian dari kompleks The Royal Pita Maha, sebuah resor mewah milik keluarga kerajaan Ubud. Pembangunan taman ini juga bertujuan untuk:

  • Melestarikan kisah dan budaya spiritual Bali
  • Membuka ruang publik yang bisa menjadi tempat refleksi dan ketenangan
  • Menampilkan seni pahat khas Bali kepada dunia

Filosofi “Dedari”

Dalam budaya Bali, Dedari bukan hanya sosok cantik dari kahyangan. Mereka adalah lambang dari:

  • Kesucian jiwa
  • Kecantikan batin
  • Energi feminin spiritual
  • Penghubung antara manusia dan alam semesta

Taman Dedari menawarkan perpaduan antara seni, budaya, dan alam, menjadikannya tempat yang sempurna untuk relaksasi, fotografi, atau sekadar menikmati keindahan Bali.

Patung-patung bidadari di Taman Dedari, Ubud, Bali dibuat sebagai representasi dari kisah spiritual dan budaya yang sangat kental dalam tradisi Bali, khususnya yang berkaitan dengan legenda Resi Markandeya.

🌸 Makna dan Alasan Dibuatnya Patung Bidadari:

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/78250112272009077/

1. Terinspirasi dari Kisah Resi Markandeya

Dalam mitologi Hindu dan sejarah spiritual Bali, Resi Markandeya adalah seorang pertapa suci dari India yang diyakini sebagai penyebar ajaran Hindu ke Bali. Dalam perjalanannya menyusuri Pulau Bali, beliau menemukan tempat yang sangat indah dan suci, yaitu sekitar Sungai Ayung di Ubud.

🧘‍♂️ Dalam visinya, ia melihat cahaya yang bersinar terang dan bidadari-bidadari yang menari di udara. Tempat itu diyakini sebagai tempat para dewa berstana — tempat yang sakral dan penuh ketenangan.


2. Simbol Keindahan, Ketulusan, dan Spiritualitas

Bidadari dalam budaya Bali bukan hanya lambang kecantikan, tapi juga perlambang energi feminin yang suci, penjaga tempat suci, dan simbol keselarasan antara alam dan roh.


3. Memperkuat Identitas Budaya dan Estetika Bali

Dengan puluhan patung bidadari, Taman Dedari bukan hanya tempat wisata, tapi juga ruang kontemplatif yang mengangkat seni pahat Bali dan nilai-nilai keagamaan lokal.


4. Spot Instagramable dengan Nilai Filosofis

Meski menjadi tempat populer untuk foto, patung-patung ini tidak dibuat asal-asalan. Masing-masing punya ekspresi, gerakan tangan (mudra), dan detail busana yang penuh makna — mencerminkan nilai estetika dan filosofi Hindu-Bali.

Taman Dedari di Ubud, Bali, tidak memungut biaya tiket masuk. Pengunjung dapat menikmati keindahan taman dan patung-patung bidadari secara gratis. Namun, untuk mendukung operasional dan sebagai bentuk penghargaan terhadap pengelola, disarankan untuk memesan makanan atau minuman di restoran yang tersedia. Harga menu makanan di restoran mulai dari IDR 14.000 hingga IDR 100.000, tergantung pilihan menu.

Taman Dedari buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 21.00 WITA . Lokasi ini juga menyediakan area parkir gratis untuk pengunjung yang membawa kendaraan .​

Dengan suasana yang tenang dan pemandangan alam yang indah, Taman Dedari menjadi tempat yang ideal untuk bersantai, berfoto, atau menikmati kuliner khas Bali.


Fasilitas dan Aktivitas

Taman Dedari tidak hanya menawarkan keindahan visual dan spiritual, tetapi juga pengalaman kuliner. Terdapat restoran dengan berbagai pilihan makanan dan minuman khas Bali dan Asia. Harga makanan di sini berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 100.000, menjadikannya tempat yang cocok untuk semua kalangan.

Selain itu, taman ini sering digunakan sebagai lokasi foto pre-wedding, acara budaya, bahkan retret spiritual. Spot-spot seperti jembatan kayu, tangga batu, dan teras bambu membuat taman ini semakin istimewa.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *