Murai Batu (Copsychus malabaricus) bukan sekadar unggas biasa bagi para pecinta burung di Indonesia. Ia adalah simbol prestise, keindahan visual, dan kecerdasan akustik. Dikenal dengan ekor panjangnya yang menjuntai dan kicauan yang mampu meniru berbagai suara, Murai Batu telah mendominasi arena perlombaan burung berkicau selama puluhan tahun.
Mengenal Sosok Murai Batu
Murai Batu merupakan anggota keluarga Muscicapidae (burung penangkap lalat). Habitat aslinya membentang dari anak benua India hingga Asia Tenggara. Di Indonesia, Murai Batu tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Jawa.
Secara fisik, Murai Batu memiliki perpaduan warna yang sangat kontras dan elegan:
- Bagian Atas: Bulu hitam legam dengan kilauan biru metalik saat terkena sinar matahari.
- Bagian Bawah: Dada hingga perut berwarna jingga kecokelatan atau merah bata yang cerah.
- Ekor: Memiliki bulu ekor hitam panjang dengan beberapa helai bulu putih di bagian pinggir.

Sumber Foto: https://www.liputan6.com/hot/read/4083744/ciri-ciri-murai-batu-medan-asli-jangan-sampai-salah-beli
Varietas Murai Batu Unggulan di Indonesia
Indonesia memiliki beberapa varietas Murai Batu yang sangat melegenda di kalangan kicau mania:
- Murai Batu Medan: Dianggap sebagai “kasta tertinggi”. Memiliki ekor yang sangat panjang (bisa mencapai 27-30 cm) dengan postur tubuh yang gagah dan mental petarung yang luar biasa.
- Murai Batu Borneo (Kalimantan): Memiliki keunikan saat bertarung, yaitu dadanya yang membusung (menggelembung) seperti balon. Suaranya cenderung lebih kristal namun ekornya lebih pendek.
- Murai Batu Nias: Ciri khas utamanya adalah bulu ekornya yang seluruhnya berwarna hitam (black tail). Dikenal memiliki kemampuan meniru suara yang sangat cepat.
- Murai Batu Lampung: Biasanya memiliki ekor yang lebih pendek dan kaku, namun dikenal memiliki stamina yang kuat untuk perlombaan durasi lama.
Mengapa Murai Batu Begitu Istimewa?
1. Kecerdasan Meniru (Mimikri)
Murai Batu adalah salah satu burung dengan kemampuan belajar terbaik. Di alam liar, mereka meniru suara burung lain untuk menjaga wilayah kekuasaan. Di tangan perawat yang handal, Murai bisa merekam suara burung Kenari, Cililin, Lovebird, hingga suara jangkrik dan air mengalir.
2. Gaya Bertarung (Showmanship)
Saat bertemu lawan, Murai Batu akan memainkan ekornya (mencambuk), menurunkan sayap, dan mendongakkan kepala sambil mengeluarkan tembakan suara yang keras. Estetika gerak inilah yang dinilai tinggi dalam kontes.
3. Nilai Ekonomi
Panduan Perawatan: Seni Menjaga Kualitas
Merawat Murai Batu adalah perpaduan antara disiplin dan perasaan. Berikut adalah pilar utama perawatannya:
Pakan dan Nutrisi
Sebagai burung pemakan serangga (insektivora), Murai membutuhkan protein tinggi.
- Jangkrik: Pakan utama untuk energi.
- Kroto (Telur Semut Rangrang): Untuk menjaga suhu tubuh dan merangsang kicauan.
- Cacing Tanah: Berguna untuk mendinginkan suhu tubuh dan birahi.
Konsistensi Harian
- Pengembunan: Mengeluarkan burung pada jam 05.00 pagi untuk menghirup udara segar yang memicu hormon kicau.
- Pemandian: Mandi di keramba khusus untuk menjaga kebersihan bulu dan kesehatan kulit.
- Penjemuran: Dilakukan di bawah jam 10 pagi untuk asupan Vitamin D, namun tidak boleh berlebihan.
Pemasteran (Latihan Suara)
Ini adalah proses mendengarkan rekaman suara burung lain kepada Murai Batu. Biasanya dilakukan saat burung sedang beristirahat (dikerodong) agar ia fokus merekam suara baru ke dalam memorinya.
Tantangan dan Konservasi
Karena harganya yang mahal, perburuan liar di hutan sempat mengancam populasi Murai Batu. Namun, saat ini kesadaran masyarakat meningkat. Banyak penghobi yang hanya membeli burung hasil penangkaran (ditandai dengan ring di kaki). Penangkaran tidak hanya menyelamatkan spesies ini dari kepunahan, tetapi juga menghasilkan individu-individu dengan genetik suara yang lebih unggul dibandingkan burung tangkapan hutan.

Sumber Foto: https://www.olx.co.id/news/harga-burung-murai-batu-bukan-buat-kaum-mendang-mending
Penjelasan Terkait Artikel
Artikel di atas disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai Burung Murai Batu dari berbagai sisi:
- Sisi Biologis: Menjelaskan klasifikasi dan ciri fisik untuk membedakan Murai dengan jenis burung lainnya.
- Sisi Budaya/Hobi: Menyoroti mengapa burung ini memiliki nilai prestise yang tinggi di masyarakat Indonesia.
- Sisi Teknis: Memberikan gambaran bagi pemula tentang kerumitan dan keindahan proses perawatannya.
- Sisi Etika: Menekankan pentingnya penangkaran untuk menjaga keseimbangan alam.
Kesimpulan
Burung Murai Batu adalah mahakarya alam yang menggabungkan keindahan visual dengan kecerdasan auditori. Ia bukan hanya sekadar hewan peliharaan, melainkan simbol dedikasi bagi pemiliknya. Kunci keberhasilan memelihara Murai Batu terletak pada kesabaran dan pemahaman terhadap karakter unik setiap individu burung. Dengan beralih ke burung hasil penangkaran, kita tidak hanya menikmati kicauannya yang merdu, tetapi juga turut serta dalam melestarikan kekayaan fauna Indonesia untuk generasi mendatang.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


