Es gabus adalah salah satu kuliner tradisional Indonesia yang memegang kunci gudang memori bagi generasi 80-an hingga 90-an. Di tengah serbuan es krim modern dengan teknologi pembekuan tinggi, es gabus tetap bertahan sebagai simbol kemudahan. Kudapan ini bukan sekedar jajanan dingin; ia adalah perpaduan antara seni warna-warni pelangi dengan tekstur unik yang tidak ditemukan pada jenis lainnya di dunia.
Mengenal Tekstur dan Bahan Utama
Nama “gabus” tidak muncul tanpa alasan. Secara visual dan tekstur, es ini memang menyerupai gabus atau busa sintetis—empuk, berserat, dan tidak terlalu keras saat dipasarkan. Rahasia utama dari karakteristik ini terletak pada bahan dasarnya, yaitu tepung hunkwe .
Tepung hunkwe adalah sari pati yang berasal dari kacang hijau. Berbeda dengan tepung terigu yang elastis atau tepung beras yang padat, hunkwe menciptakan tekstur gel yang kokoh namun lembut setelah dimasak. Ketika gel ini dibekukan, ia tidak mengkristal menjadi es batu yang tajam, melainkan mempertahankan kepadatan yang bisa dikunyah.

Mengapa Es Gabus Begitu Spesial?
Ada beberapa faktor yang membuat es ini tetap dicari meskipun pedagang kelilingnya sudah mulai langka:
- Sensasi “Nyes” yang Lembut: Tidak seperti es mambo atau es lilin yang seringkali membuat gigi linu karena kerasnya kristal es, es gabus memberikan sensasi dingin yang lebih bersahabat di mulut.
- Visual yang Menarik: Biasanya disajikan dengan tiga warna (merah, kuning, hijau), es ini menyerupai kue lapis. Hal ini menjadikannya sangat populer di kalangan anak sekolah dasar pada masanya.
- Rasa yang Gurih-Manis: Perpaduan santan kelapa dan gula memberikan keseimbangan rasa. Ada rasa gurih ( gurih ) dari santan yang membalut rasa manis dari gula pasir.
Penjelasan Teknis: Proses Pembuatan
Membuat es gabus adalah latihan kesabaran dalam melapis warna. Berikut adalah penjelasan prosesnya:
- Pencampuran: Tepung hunkwe dilarutkan dalam campuran santan dan gula. Rasio yang umum digunakan adalah 1 banding 4 antara tepung dan cairan untuk mendapatkan kekenyalan yang pas.
- Pemasakan: Adonan dipanaskan hingga mengental. Pada tahap ini, terjadi proses gelatinisasi di mana pati dalam hunkwe menyerap udara dan membengkak, menciptakan struktur gel.
- Pelapisan: Untuk membuat efek pelangi, adonan dimasak secara bertahap. Lapisan pertama dituang ke loyang, dibiarkan berbentuk setengah, lalu disusul lapisan warna berikutnya.
- Pembekuan: Setelah memadat di suhu ruang, adonan dipotong tipis dan dibungkus plastik mika. Proses pembekuan di freezer biasanya memakan waktu 6 hingga 8 jam.
Analisis Kandungan dan Manfaat
Meski sering dianggap sekadar jajanan murah, es gabus memiliki kandungan nutrisi yang cukup menarik karena bahan alaminya:
| Bahan | Kandungan Utama | Manfaat |
| Tepung Hunkwe | Kompleks Karbohidrat | Memberikan energi dan rasa kenyang lebih lama. |
| Santan | Lemak tidak nabati | Memberikan tekstur creamy dan sumber energi. |
| Gula Pasir | Sukrosa | Penambah energi instan. |

novasi di Era Modern: Rejuvenasi Es Gabus
Es gabus kini tidak lagi hanya ditemukan di depan gerbang sekolah dasar dengan gerobak sederhana. Di tangan para pelaku UMKM kreatif, ini mengalami transformasi rupa dan rasa yang signifikan. Beberapa pengusaha kuliner mulai mengganti santan dengan susu rendah lemak atau krim nabati untuk menyasar konsumen yang lebih peduli kesehatan. Tak hanya itu, varian rasa pun berkembang pesat; mulai dari rasa taro, matcha , hingga red beludru , yang semuanya tetap mempertahankan karakteristik “gabus” yang empuk. Penggunaan pewarna alami dari ekstrak daun pandan, bunga telang, dan buah naga juga semakin populer, memberikan nilai tambah sebagai camilan yang bebas bahan kimia sintetis.
Dari sisi sosiologis, gabus berperan sebagai jembatan antargenerasi. Orang tua masa kini sering kali membuat es gabus bersama anak-anak mereka di rumah sebagai aktivitas akhir pekan yang edukatif. Proses melapis warna dan adonan membekukan mengajarkan kesabaran serta kreativitas menunggu kepada anak, sementara sang orang tua membagikan cerita masa kecil mereka. Hal ini membuktikan bahwa meskipun tren makanan penutup luar negeri seperti gelato atau bingsu menjamur, es gabus tetap memiliki tempat istimewa karena ia mengandung narasi budaya dan kehangatan keluarga yang tidak bisa dibeli dengan harga berapa pun.
Kesimpulan
Es gabus adalah warisan kuliner yang membuktikan bahwa inovasi tidak selalu harus menggunakan teknologi canggih. Keunikan tekstur yang dihasilkan dari tepung hunkwe menjadikannya kudapan yang tak tergantikan secara sensorik. Di masa sekarang, es gabus mengalami rebrand menjadi camilan rumahan yang lebih sehat dengan penggunaan susu atau potongan buah, namun esensi “empuk dan dingin”-nya tetap menjadi daya tarik utama.
Menikmati sebagian es gabus bukan hanya soal kepuasan dahaga di siang hari yang terik, tetapi juga tentang merayakan kembali kemudahan masa kecil yang penuh warna.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


