Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Top 5 Tier Makanan Terenak di Dunia: Benarkah Rendang Masih Jadi Juaranya?

makanan terenak di dunia

Makanan adalah bahasa universal yang tidak memerlukan penerjemah. Di setiap sudut bumi, kuliner menjadi identitas budaya, sejarah, dan kebanggaan suatu bangsa. Perdebatan mengenai siapa yang memiliki kuliner terbaik tidak pernah ada habisnya. Namun, ada beberapa survei global yang secara konsisten merilis daftar peringkat yang membuat dunia menoleh, salah satunya adalah survei legendaris dari CNN Travel.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia patut berbangga. Kuliner nusantara sering kali mendominasi posisi puncak. Namun, tren kuliner terus berputar. Restoran baru bermunculan, teknik memasak berevolusi, dan selera masyarakat global pun berubah.

Pertanyaannya kini, apakah dalam peta kuliner modern, makanan terenak di dunia masih dipegang oleh sang raja dari Sumatera Barat? Atau sudah ada penantang baru yang menggeser takhtanya?

Dalam artikel ini, kita akan membedah “Top 5 Tier” atau lima kasta teratas kuliner global yang wajib masuk dalam bucket list Anda. Kita akan melihatnya bukan hanya dari rasa, tapi dari kompleksitas, sejarah, dan pengakuan internasional.


Memahami Kriteria “Enak” dalam Skala Global

Sebelum kita masuk ke daftar utama, penting untuk memahami bagaimana sebuah hidangan bisa dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia. Rasa itu subjektif. Apa yang lezat bagi lidah orang Asia yang terbiasa dengan rempah, mungkin terlalu kuat bagi lidah orang Eropa yang menyukai rasa creamy dan mild.

Namun, ada satu benang merah yang menyatukan hidangan-hidangan top ini: keseimbangan (balance). Makanan yang luar biasa mampu menyeimbangkan rasa asin, manis, asam, pahit, dan umami dengan sempurna. Selain itu, tekstur dan aroma memegang peranan vital.

Survei global biasanya melibatkan ribuan pemilih dari berbagai negara. Jadi, daftar ini bukan sekadar opini satu orang kritikus makanan, melainkan representasi dari selera kolektif masyarakat dunia. Berikut adalah 5 tier teratas yang mendominasi panggung kuliner saat ini.


Tier 1: Sang Juara Bertahan – Rendang (Indonesia)

Tidak dapat dipungkiri, Rendang dari Minangkabau, Indonesia, adalah fenomena global. Selama bertahun-tahun, hidangan ini kokoh bertengger di posisi nomor satu dalam daftar 50 makanan terenak di dunia versi CNN.

Mengapa Rendang Layak di Tier Teratas?

Rendang bukanlah sekadar “kari daging sapi”. Ini adalah sebuah kesalahpahaman umum di luar negeri. Rendang adalah hasil dari proses memasak yang memakan waktu berjam-jam (biasanya 4 hingga 8 jam) yang disebut “marandang”. Proses ini bertujuan untuk menguapkan santan hingga bumbu meresap sempurna ke dalam serat daging dan minyak kelapa keluar secara alami.

Kekuatan utama Rendang terletak pada kompleksitas bumbunya. Campuran bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, kunyit, serai, cabai, dan daun jeruk menciptakan harmoni rasa yang meledak di mulut. Teksturnya yang empuk namun tidak hancur, serta rasa gurih, pedas, dan sedikit manis dari karamelisasi santan, membuatnya sulit ditandingi.

Rendang adalah bukti bahwa kesabaran menghasilkan kesempurnaan. Di era makanan cepat saji, Rendang adalah simbol slow food yang menghargai proses. Jadi, benarkah Rendang masih juaranya? Jawabannya: Ya. Hingga saat ini, belum ada hidangan daging lain yang memiliki kedalaman rasa sekompleks Rendang.


Tier 2: Nasi Goreng (Indonesia)

Mengejutkan namun membanggakan. Sering kali, posisi kedua atau jajaran runner-up dalam daftar makanan terenak di dunia ditempati oleh saudara sebangsa Rendang, yaitu Nasi Goreng.

Kesederhanaan yang Memikat Dunia

Berbeda dengan Rendang yang rumit dan memakan waktu lama, Nasi Goreng adalah representasi dari kepraktisan dan fleksibilitas. Nasi Goreng bisa ditemukan di hotel bintang lima hingga gerobak pinggir jalan.

Kunci kelezatan Nasi Goreng Indonesia terletak pada penggunaan kecap manis—sebuah bumbu yang jarang ditemukan dalam masakan nasi goreng negara lain (seperti Chinese Fried Rice atau Thai Fried Rice). Kecap manis memberikan warna karamel yang cantik dan rasa smoky yang khas ketika bersentuhan dengan wajan panas.

Ditambah dengan terasi (udang fermentasi), bawang, cabai, dan pelengkap seperti telur mata sapi, acar, dan kerupuk, Nasi Goreng menawarkan paket lengkap dalam satu piring. Bagi turis asing, Nasi Goreng adalah comfort food yang mudah diterima lidah namun tetap memberikan sensasi eksotis rempah tropis. Keberadaannya di tier atas membuktikan bahwa makanan enak tidak harus rumit.


Tier 3: Sushi (Jepang)

side view of sushi rolls with salmon eel avocado and cream cheese on a plate with ginger and wasabi

Jika Indonesia mengandalkan kekuatan rempah, Jepang mengandalkan kesegaran bahan baku. Sushi masuk ke dalam daftar makanan terenak di dunia karena filosofinya yang unik: “less is more”.

Seni Minimalis yang Mendunia

Sushi bukan sekadar ikan mentah di atas nasi. Ini adalah seni menyeimbangkan rasa cuka pada nasi (shari) dengan kesegaran potongan ikan (neta). Seorang itamae (koki sushi) profesional membutuhkan waktu bertahun-tahun hanya untuk belajar cara mencuci beras dan memasak nasi dengan konsistensi yang tepat.

Dunia mencintai Sushi karena rasanya yang bersih, clean, dan sehat. Varian seperti Nigiri (ikan di atas nasi) atau Maki (gulungan rumput laut) menawarkan tekstur yang beragam. Ikan seperti Salmon, Tuna (Maguro), hingga landak laut (Uni) memberikan rasa umami alami tanpa perlu banyak bumbu tambahan.

Popularitas Sushi yang meledak di negara barat, mulai dari Amerika hingga Eropa, menjadikannya salah satu ikon kuliner global yang paling mudah dikenali. Di tier ini, Sushi mewakili kehalusan rasa yang elegan.


Tier 4: Massaman Curry (Thailand)

Sering kali bersaing ketat dengan Rendang di posisi puncak, Massaman Curry dari Thailand adalah “Raja Kari” yang sesungguhnya. Hidangan ini sering disebut sebagai makanan terenak di dunia versi Thailand yang paling bisa diterima oleh lidah internasional.

Perpaduan Budaya dalam Semangkuk Kari

Massaman Curry memiliki sejarah yang unik. Kata “Massaman” sendiri diyakini berasal dari kata “Mussulman” atau Muslim, yang menunjukkan pengaruh pedagang Persia dan India pada kuliner Thailand di masa lalu.

Ciri khas Massaman Curry adalah rasa yang tidak terlalu pedas dibandingkan kari Thailand lainnya (seperti Green Curry), namun sangat kaya rasa. Bumbunya menggunakan rempah kering seperti kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan bunga lawang rempah yang jarang dipakai dalam masakan Thailand asli dipadukan dengan bahan lokal seperti serai dan lengkuas.

Daging sapi atau ayam yang dimasak perlahan dengan santan, kentang, dan kacang tanah sangrai menciptakan kuah yang kental, manis, gurih, dan nutty. Rasa kacang inilah yang memberikan tekstur unik dan membuat Massaman Curry begitu dicintai. Ini adalah pesaing terberat Rendang dalam perebutan takhta nomor satu.


Tier 5: Pizza Neapolitan (Italia)

Tidak lengkap membicarakan makanan terenak di dunia tanpa menyebut wakil dari Eropa. Pizza, khususnya Pizza Neapolitan asli dari Napoli, Italia, adalah legenda kuliner yang dicintai segala usia.

Kembali ke Akar Tradisi

Lupakan pizza fast food dengan pinggiran berisi keju atau topping nanas yang kontroversial. Pizza Neapolitan asli sangatlah sederhana. Adonannya dibuat dari tepung gandum berkualitas tinggi, ragi, garam, dan air. Topping-nya pun minimalis: saus tomat San Marzano (tomat terbaik di dunia yang tumbuh di tanah vulkanik), keju mozzarella kerbau (buffalo mozzarella), minyak zaitun, dan daun basil segar.

Dipanggang dalam oven kayu dengan suhu sangat tinggi selama kurang dari 90 detik, hasilnya adalah pizza dengan pinggiran yang menggembung, sedikit hangus (charred), namun tengahnya lembut dan berair.

Rasa asam segar dari tomat berpadu dengan gurihnya keju leleh dan aroma basil menciptakan kesempurnaan. Pizza membuktikan bahwa adonan tepung sederhana, jika diolah dengan teknik yang tepat, bisa menjadi mahakarya kuliner.


Mengapa Makanan Asia Mendominasi?

Jika Anda perhatikan daftar di atas, empat dari lima makanan terenak di dunia berasal dari benua Asia (Indonesia, Jepang, Thailand). Fenomena ini bukanlah kebetulan.

Kuliner Asia dikenal karena keberaniannya dalam menggunakan bumbu. Konsep “bumbu dasar” di Indonesia atau pasta kari di Thailand menciptakan lapisan rasa yang dalam. Sementara kuliner Barat sering berfokus pada kualitas bahan utama (seperti steak premium), kuliner Asia berfokus pada transformasi bahan melalui rempah-rempah.

Kekayaan rempah inilah yang membuat lidah global “kecanduan”. Rasa pedas, asam, manis, dan gurih yang hadir bersamaan dalam satu suapan memberikan pengalaman sensorik yang lebih intens dibandingkan makanan yang hanya mengandalkan rasa asin atau manis saja.


Kesimpulan: Selera Anda Adalah Penentunya

Kembali ke pertanyaan awal: Benarkah Rendang masih menjadi juaranya? Secara statistik dan pengakuan di berbagai survei bergengsi, ya, Rendang masih memegang mahkota sebagai makanan terenak di dunia. Kompleksitas rasa dan proses memasaknya yang penuh dedikasi sulit dicari tandingannya.

Namun, peringkat ini hanyalah angka. Tier terbaik sebenarnya ada di lidah dan kenangan Anda masing-masing. Bagi sebagian orang, mungkin semangkuk bakso hangat di saat hujan lebih enak daripada Sushi mahal. Bagi yang lain, Pizza panas saat berkumpul bersama teman lebih berkesan daripada Rendang.

Yang jelas, kelima makanan di atas adalah warisan budaya dunia yang wajib Anda coba setidaknya sekali seumur hidup. Jadi, makanan mana yang menjadi juara di hati Anda? Apakah Anda tim Rendang, atau justru tim Sushi?

Dunia kuliner itu luas, dan petualangan rasa Anda baru saja dimulai. Selamat makan!

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *