Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Tips Bertahan Hidup di Korea bagi Pecinta Pedas: Rekomendasi Menu Wajib Coba

Tips Bertahan Hidup di Korea

Bagi banyak orang Indonesia, makan tanpa rasa pedas rasanya seperti ada yang kurang. Saat merencanakan perjalanan ke Negeri Ginseng, mungkin kamu berpikir bahwa lidahmu akan aman karena Korea Selatan terkenal dengan bumbu gochujang yang merah membara. Namun, kenyataannya bisa sedikit mengejutkan. Kadang pedasnya Korea terasa lebih “manis” atau justru “menyengat di tenggorokan” dengan cara yang berbeda dari cabai rawit kita.

Agar perjalananmu tetap memuaskan selera, berikut adalah panduan lengkap dan Tips Bertahan Hidup di Korea agar kamu tidak kehilangan selera makan selama di sana.

Memahami Standar Pedas dalam Tips Bertahan Hidup di Korea

Langkah pertama dalam Tips Bertahan Hidup di Korea adalah memahami bahwa warna merah pada makanan tidak selalu berarti pedas luar biasa. Banyak masakan Korea menggunakan gochugaru (bubuk cabai) dalam jumlah besar untuk memberikan warna, tetapi tingkat kepedasannya mungkin hanya berada di level “sedang” bagi mereka yang terbiasa makan sambal bawang atau penyetan.

Namun, jangan salah. Korea juga memiliki sisi gelap kuliner yang sangat pedas, yang sering disebut dengan istilah maewun-mat. Jika kamu melihat tulisan “Bul” (api) di depan nama menu, seperti Bul-dak, maka bersiaplah untuk tantangan yang sesungguhnya.


Daftar Menu Wajib Coba untuk Si Lidah Api

Jika kamu ingin memastikan asupan kapsaisinmu terpenuhi, masukkan daftar makanan berikut ke dalam rencana perjalananmu. Menu-menu ini adalah bagian inti dari Tips Bertahan Hidup di Korea bagi mereka yang menganggap pedas adalah harga mati.

1. Jjamppong (Mie Seafood Pedas)

Berasal dari perpaduan budaya Tiongkok dan Korea, Jjamppong adalah sup mie yang kaya akan makanan laut seperti kerang, cumi-cumi, dan udang. Kuahnya berwarna merah pekat berkat campuran bubuk cabai yang intens dan aroma smoky dari teknik tumis sayurannya. Ini adalah menu paling aman saat kamu butuh sesuatu yang hangat dan menendang di tenggorokan.

2. Nakji-bokkeum (Tumis Gurita Pedas)

Banyak orang lokal sepakat bahwa Nakji-bokkeum adalah salah satu makanan paling pedas di Korea. Gurita dipotong-potong dan ditumis dengan saus yang sangat kental dan pedas. Biasanya disajikan dengan nasi putih dan tauge untuk membantu meredam rasa panas di mulut. Ini adalah ujian sejati bagi pecinta pedas Indonesia.

3. Dakgalbi (Tumis Ayam Pedas)

Berpusat di daerah Chuncheon, Dakgalbi adalah potongan ayam yang dimasak di atas wajan besar (plancha) bersama sayuran, kue beras (tteok), dan saus berbahan dasar gochujang. Jika menurutmu kurang pedas, kamu selalu bisa meminta pelayan untuk menambahkan lebih banyak bumbu pedas (deo maepge haejuseyo).

4. Tteokbokki Street Food

Jangan lewatkan Tteokbokki yang dijual di pinggir jalan (Pojangmacha). Semakin lama kue beras ini terendam dalam sausnya, semakin meresap rasa pedasnya. Cari kedai yang memiliki kuah berwarna merah tua dan kental untuk pengalaman maksimal.


Strategi Memesan Makanan: Tips Bertahan Hidup di Korea agar Sesuai Selera

Terkadang, pelayan restoran mungkin ragu memberikan tingkat pedas maksimal kepada orang asing karena mereka menganggap kita tidak tahan pedas. Inilah Tips Bertahan Hidup di Korea dalam hal berkomunikasi dengan staf restoran:

  • Gunakan Kalimat Sakti: Katakan “Maepge haejuseyo” (Tolong buat yang pedas). Jika kamu merasa sangat berani, katakan “Aju maepge haejuseyo” (Tolong buat sangat pedas sekali).
  • Cari Menu “Bul”: Seperti yang disebutkan sebelumnya, carilah kata Bul (불). Contohnya Bul-jokbal (kaki babi pedas) atau Bul-dak (ayam api). Kata ini adalah kode universal untuk level pedas yang serius.
  • Manfaatkan Banchan: Korea terkenal dengan makanan sampingan gratis (banchan). Jika makanan utamamu kurang pedas, kamu bisa meminta lebih banyak Kimchi yang sudah terfermentasi lama atau Kkakdugi (lobak pedas) untuk menambah tekstur dan rasa.

Menghadapi “Emergency” dalam Tips Bertahan Hidup di Korea

Bahkan bagi pecinta pedas sekalipun, terkadang ada saat di mana kita salah mengukur tingkat kepedasan sebuah hidangan. Salah satu bagian penting dari Tips Bertahan Hidup di Korea adalah tahu cara memadamkan “kebakaran” di mulut tanpa merusak perut.

  1. Minum Coolpis: Ini adalah minuman rasa buah (biasanya peach atau nanas) yang sangat populer di kedai makanan pedas Korea. Teksturnya yang ringan dan rasa manisnya jauh lebih efektif meredam rasa pedas daripada air putih dingin.
  2. Susu dan Produk Olahan Susu: Banyak restoran pedas menyediakan menu tambahan berupa keju mozarella cair atau telur kukus (Gyeran-jjim). Lemak dalam susu membantu melarutkan kapsaisin yang menempel di lidah.
  3. Nasi Kepal (Jumeok-bap): Seringkali makanan pedas disajikan dengan nasi yang harus kamu bulatkan sendiri menggunakan sarung tangan plastik. Karbohidrat adalah penetralisir terbaik saat lidah mulai mati rasa.

Lokasi Berburu Kuliner Pedas: Tips Bertahan Hidup di Korea

Jika kamu sedang berada di Seoul, ada beberapa distrik yang wajib dikunjungi oleh pemburu rasa pedas. Dalam Tips Bertahan Hidup di Korea, lokasi menentukan prestasi:

  • Sindang-dong Tteokbokki Town: Pusatnya Tteokbokki di Seoul. Di sini kamu bisa menemukan berbagai variasi tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera.
  • Dongdaemun (Yeopgi Tteokbokki): Tempat ini terkenal dengan Yeopgi Tteokbokki, salah satu merk franchise paling pedas di Korea. Banyak YouTuber melakukan mukbang tantangan pedas di sini.
  • Pasar Malam Gwangjang: Meskipun banyak makanan umum, cari kedai yang menjual Dakbal (ceker ayam pedas) yang dimasak di atas arang. Aromanya sangat menggoda dan pedasnya benar-benar meresap sampai ke tulang.

Menjaga Kesehatan Pencernaan: Tips Bertahan Hidup di Korea Selama Liburan

Kita semua tahu risikonya: pedas di mulut, “panas” di perut keesokan harinya. Agar liburanmu tidak habis di dalam toilet hotel, ikuti Tips Bertahan Hidup di Korea terkait kesehatan berikut:

  • Jangan Lupa Serat: Makanan Korea umumnya sudah tinggi serat, tetapi pastikan kamu tetap makan sayuran segar seperti selada yang biasa digunakan untuk membungkus daging (Ssam).
  • Minum Yogurt Setelah Makan: Minimarket seperti GS25 atau CU menjual berbagai minuman yogurt botolan kecil. Ini sangat baik untuk menjaga keseimbangan bakteri di perut setelah dihantam saus pedas.
  • Sedia Obat Lambung: Meskipun di Korea banyak apotek (Yak-guk), membawa obat lambung andalan dari Indonesia tetap disarankan agar kamu tidak bingung menjelaskan gejala dalam bahasa Korea saat perut sedang melilit.

Mencicipi kuliner lokal adalah jantung dari setiap perjalanan. Dengan mengikuti panduan dan Tips Bertahan Hidup di Korea ini, kamu tidak perlu khawatir kehilangan sensasi rasa favoritmu. Korea punya banyak cara untuk membuat lidahmu “terbakar” dengan cara yang nikmat dan tak terlupakan.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *