Buah pepino (Solanum muricatum) mungkin belum sepopuler apel atau jeruk di pasar swalayan Indonesia, namun daya tarik dan manfaatnya mulai mencuri perhatian para pecinta pola hidup sehat. Sering dijuluki sebagai “Melon Pear” atau “Pepino Melon”, buah ini menawarkan perpaduan rasa yang unik, tekstur yang menyegarkan, dan segudang manfaat kesehatan yang jarang diketahui orang awam.
Dalam artikel ini, kita akan membedah secara tuntas apa itu buah pepino, asal-usulnya, kandungan gizinya, hingga cara terbaik mengonsumsinya.
1. Asal-Usul dan Karakteristik Tanaman
Meskipun namanya terdengar asing, pepino sebenarnya masih berkerabat dekat dengan terong, tomat, dan kentang (keluarga Solanaceae). Buah ini berasal dari wilayah pegunungan Andes di Amerika Selatan, khususnya di negara-negara seperti Chili, Peru, dan Kolombia.
Ciri Fisik
- Bentuk: Umumnya berbentuk oval atau bulat telur, menyerupai jantung atau telur besar.
- Warna: Saat matang, kulitnya berwarna kuning krem dengan garis-garis vertikal berwarna ungu tua yang sangat khas.
- Tekstur: Daging buahnya berair (juicy), lembut, dan memiliki rongga kecil di tengah yang berisi biji-biji halus yang bisa dimakan.
- Rasa: Rasanya merupakan perpaduan antara melon madu (honeydew) dan mentimun, dengan sedikit aroma harum seperti buah pir.
2. Kandungan Nutrisi yang Luar Biasa

Sumber Foto: https://www.acibadem.com.tr/hayat/pepino-faydalari
Pepino bukan sekadar buah pelepas dahaga. Di balik kadar airnya yang mencapai lebih dari 90%, tersimpan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Dalam setiap 100 gram buah pepino, terdapat kandungan:
- Vitamin C: Berperan sebagai antioksidan kuat untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Serat Makanan: Sangat tinggi, membantu melancarkan pencernaan.
- Beta-Karoten (Vitamin A): Penting untuk kesehatan mata dan regenerasi kulit.
- Kalium: Membantu mengontrol tekanan darah.
- Rendah Kalori: Sangat cocok untuk mereka yang sedang menjalankan program diet.
3. Manfaat Kesehatan Buah Pepino
Banyak orang mencari pepino bukan hanya karena rasanya, tapi karena khasiat pengobatannya. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:
A. Menjaga Kesehatan Jantung dan Tekanan Darah
Kandungan kalium yang tinggi dalam pepino membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh. Hal ini membantu pembuluh darah lebih rileks, sehingga tekanan darah tetap stabil dan risiko stroke atau serangan jantung dapat dikurangi.
B. Membantu Program Penurunan Berat Badan
Karena kandungan seratnya yang tinggi dan kalorinya yang rendah, pepino memberikan efek kenyang lebih lama. Air yang melimpah di dalamnya juga membantu proses detoksifikasi tubuh secara alami.
C. Baik untuk Penderita Diabetes
Pepino memiliki indeks glikemik yang relatif rendah. Seratnya membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan insulin yang drastis. Di beberapa daerah, pepino bahkan dikonsumsi secara rutin sebagai terapi pendamping bagi penderita diabetes tipe 2.
D. Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan Kulit
Kombinasi vitamin C dan vitamin A bekerja ganda. Vitamin C melawan radikal bebas dan meningkatkan produksi kolagen, sementara vitamin A menjaga elastisitas kulit dan mencegah penuaan dini.
E. Mengatasi Masalah Pencernaan
Serat larut dalam pepino sangat efektif untuk mengatasi sembelit (konstipasi) dan menjaga kesehatan mikroba baik di dalam usus.
4. Cara Memilih dan Menyimpan Pepino
Agar mendapatkan manfaat maksimal, Anda harus tahu cara memilih buah yang sudah matang sempurna.
- Lihat Warnanya: Pilih buah yang sudah berwarna kuning cerah dengan garis ungu yang tajam. Jika masih berwarna hijau pekat, buah tersebut belum matang dan rasanya akan tawar atau sedikit pahit.
- Aroma: Buah yang matang akan mengeluarkan aroma harum yang lembut.
- Tekstur: Tekan sedikit dengan jari. Buah yang matang akan terasa sedikit empuk, mirip dengan kematangan buah persik.
- Penyimpanan: Pepino yang sudah matang bisa bertahan hingga satu minggu di dalam lemari es. Jangan menyimpan pepino mentah di kulkas karena proses pematangannya akan terhenti.
5. Variasi Cara Menikmati Pepino
Pepino adalah buah yang sangat fleksibel. Berikut beberapa cara mengonsumsinya:
- Dimakan Langsung: Kupas kulit tipisnya (meskipun kulitnya bisa dimakan, sebagian orang lebih suka mengupasnya), potong-potong, dan nikmati dalam keadaan dingin.
- Salad Buah: Campurkan dengan potongan stroberi, mangga, dan sedikit perasan jeruk nipis.
- Jus atau Smoothie: Blender pepino dengan sedikit madu untuk minuman penyegar di siang hari.
- Toping Yogurt: Potongan dadu pepino sangat cocok menjadi pendamping yogurt tawar di pagi hari.

6. Budidaya Pepino di Indonesia
Kabar baiknya, pepino tumbuh sangat baik di daerah dataran tinggi di Indonesia, seperti di Dieng (Jawa Tengah) atau Bedugul (Bali). Tanaman ini menyukai udara sejuk dan tanah yang gembur. Karena bentuk tanamannya yang seperti perdu kecil, pepino juga bisa ditanam di pot (tabulampot) di halaman rumah bagi Anda yang tinggal di daerah beriklim sejuk.
Kesimpulan
Buah pepino adalah “permata tersembunyi” dalam dunia botani. Meskipun belum sepopuler komoditas buah lainnya, keunggulannya dalam hal nutrisi—terutama kandungan antioksidan, serat, dan sifatnya yang rendah kalori—menjadikannya pilihan ideal bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas kesehatan.
Rasanya yang eksotis namun ringan membuatnya mudah diterima oleh lidah siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Dengan mengonsumsi pepino secara rutin, Anda tidak hanya memanjakan lidah dengan kesegaran alami, tetapi juga memberikan investasi jangka panjang bagi kesehatan jantung, pencernaan, dan kulit Anda.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


