Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Coquette Aesthetic: Cara Sabrina Carpenter Menghidupkan Kembali Gaya Feminin yang Bold

Sabrina Carpenter Menghidupkan Kembali Gaya Feminin yang Bold

Dunia mode, khususnya di ranah media sosial seperti TikTok dan Instagram, tidak pernah berhenti berputar. Salah satu tren yang mendominasi percakapan gaya hidup belakangan ini adalah estetika coquette. Secara harfiah, coquette mengacu pada gaya yang genit, manis, dan sangat feminin. Bayangkan pita, renda, warna pastel, dan nuansa romantis ala era Regency yang dipadukan dengan sentuhan modern.

Namun, di tahun 2024 dan seterusnya, tren ini mengalami evolusi yang signifikan. Ia tidak lagi hanya tentang menjadi “manis” atau “lembut”. Ada pergeseran menuju kekuatan dan kepercayaan diri. Di sinilah peran seorang ikon pop masa kini menjadi sangat krusial. Melalui penampilan panggung dan gaya sehari-harinya, Sabrina Carpenter menghidupkan kembali gaya feminin yang bold dengan cara yang segar dan tidak terduga.

Artikel ini akan membedah bagaimana pelantun lagu “Feather” ini mengubah persepsi kita tentang feminitas, dari sekadar soft girl menjadi wanita muda yang berdaya melalui busananya.

Evolusi Coquette: Dari Tumblr ke Panggung Global

Sebelum kita membahas spesifik gaya Sabrina, penting untuk memahami akar dari tren ini. Estetika coquette modern adalah perpaduan dari Lana Del Rey vinyl aesthetic tahun 2014, gaya Lolita (tanpa konotasi negatifnya), dan balletcore. Awalnya, gaya ini identik dengan kelembutan yang rapuh—warna putih bersih, perhiasan mutiara kecil, dan riasan wajah yang sangat tipis.

Namun, gaya ini membutuhkan wajah baru untuk tetap relevan di industri hiburan yang serba cepat. Gen Z menginginkan representasi feminitas yang tidak pasif. Mereka menginginkan visual yang “girly” tetapi memiliki attitude. Sabrina Carpenter masuk ke dalam celah ini dengan sempurna. Ia mengambil elemen dasar coquette—seperti korset dan rok mini—lalu memadukannya dengan platform boots setinggi lutut dan lirik lagu yang cerdas serta sedikit nakal.

Transformasi ini adalah bukti nyata bagaimana Sabrina Carpenter menghidupkan kembali gaya feminin yang bold. Ia tidak menghilangkan elemen manisnya, melainkan memberinya “tulang punggung” yang kuat.

Bedah Gaya Sabrina Carpenter: Elemen Kunci

Bagaimana sebenarnya Sabrina mengeksekusi gaya ini? Mari kita bedah elemen-elemen fashion yang menjadi ciri khasnya dan bagaimana Anda bisa mengadaptasinya.

1. The Micro-Mini dan Platform Heels

Salah satu siluet paling ikonik dari Sabrina adalah penggunaan rok mikro mini (seringkali bermodel lipit atau pleated) yang dipadukan dengan sepatu hak platform yang menjulang tinggi, sering kali berupa Go-Go boots atau Mary Janes dengan sol tebal.

Pemilihan sepatu ini sangat krusial. Jika ia mengenakan flat shoes, tampilannya mungkin akan terlihat terlalu kekanak-kanakan. Namun, dengan platform heels yang chunky, ia memberikan pernyataan bahwa ia adalah wanita dewasa yang menguasai panggung. Kontras antara rok yang sangat pendek dan sepatu yang “berat” menciptakan proporsi tubuh yang menarik dan memberikan kesan powerful.

2. Lingerie sebagai Outerwear

Sabrina adalah ratu korset modern. Dalam berbagai tur konsernya, terutama era Emails I Can’t Send, ia hampir selalu terlihat mengenakan atasan model korset atau bustier dengan detail hati (heart cut-out) yang menjadi tanda tangannya.

Penggunaan pakaian dalam sebagai pakaian luar (lingerie as outerwear) bukanlah hal baru, namun Sabrina membawakannya dengan palet warna yang sangat spesifik: merah muda, biru bayi, putih berkilau, dan hitam lace. Ia menormalisasi penggunaan bahan satin dan renda di panggung utama, mengubah apa yang dulunya dianggap sebagai pakaian kamar tidur menjadi baju ziarah bagi para penggemar pop. Ini adalah strategi visual utama di mana Sabrina Carpenter menghidupkan kembali gaya feminin yang bold; ia menunjukkan bahwa menjadi seksi dan feminin adalah sumber kekuatan, bukan kelemahan.

3. Rambut dan Riasan: The Modern Bardot

Tidak lengkap membicarakan Sabrina tanpa membahas rambutnya. Gaya rambut blow-out dengan poni tirai (curtain bangs) yang tebal mengingatkan kita pada ikon seks tahun 60-an, Brigitte Bardot.

Rambut bervolume ini adalah pelengkap sempurna untuk busana coquette-nya. Sementara bajunya mungkin minim dan modern, rambutnya memberikan sentuhan vintage glamour yang klasik. Untuk riasan, Sabrina mempopulerkan tren glowing blush yang intens. Rona pipi merah muda yang mencolok, dipadukan dengan highlighter yang berkilau dan lip gloss tebal, menciptakan wajah yang tampak seperti boneka namun sangat ekspresif. Riasan ini menolak tren “no-makeup makeup” dan justru merayakan kegembiraan dalam berdandan.

Mengapa Gaya Ini Resonansi dengan Gen Z?

Mengapa gaya Sabrina begitu digilai? Jawabannya terletak pada konsep “Hyper-Femininity” sebagai bentuk perlawanan.

Selama bertahun-tahun, ada anggapan di masyarakat (dan kadang di dunia korporat) bahwa untuk dianggap serius, wanita harus meminimalkan sisi femininnya—memakai setelan jas, warna gelap, dan menghindari warna merah muda. Sabrina, bersama dengan fenomena budaya pop lainnya seperti film Barbie, menolak gagasan tersebut.

Gen Z melihat gaya Sabrina sebagai bentuk kebebasan. Sabrina Carpenter menghidupkan kembali gaya feminin yang bold dengan pesan tersirat: “Saya bisa memakai pita di rambut saya, memakai rok mini berwarna pink, dan tetap menulis lagu yang memuncaki tangga lagu serta mengatur karier saya sendiri.”

Kombinasi antara visual yang sangat girly dengan kepribadian yang humoris, jenaka, dan sedikit sarkastik (terlihat dari outro lagu “Nonsense” yang selalu viral) menciptakan karakter yang multidimensi. Ini bukan sekadar tentang baju; ini tentang attitude.

Tips Mengadaptasi Gaya “Bold Coquette”

Anda tidak perlu menjadi bintang pop untuk menerapkan estetika ini. Berikut adalah beberapa cara praktis untuk menyuntikkan gaya bold coquette ke dalam lemari pakaian Anda sehari-hari:

  • Mainkan Aksesori Rambut: Mulailah dengan pita. Anda bisa menggunakan pita satin besar di kuncir kuda atau pita kecil yang disematkan pada kepang. Ini adalah cara termudah dan termurah untuk mendapatkan vibe tersebut.
  • Investasi pada Korset Top: Cari atasan bermodel korset yang bisa dipadukan dengan celana jeans baggy atau rok midi. Perpaduan korset yang feminin dengan bawahan yang lebih kasual menciptakan keseimbangan yang pas untuk pakaian sehari-hari.
  • Warna Pastel dengan Sentuhan Hitam: Jangan takut memakai warna pink, tetapi “jangkarkan” penampilan Anda dengan elemen hitam, misalnya sepatu boots hitam atau tas kulit hitam, untuk memberikan kesan edgy dan tidak terlalu manis.
  • Percaya Diri adalah Kunci: Pakaian coquette ala Sabrina seringkali memiliki potongan yang berani. Kunci utamanya adalah bahasa tubuh yang percaya diri. Tegakkan bahu Anda dan berjalanlah seolah dunia adalah panggung Anda.

Masa Depan Feminitas dalam Mode

Tren fashion akan selalu datang dan pergi, tetapi dampak budaya yang dibawa oleh Sabrina Carpenter tampaknya akan bertahan cukup lama. Ia telah berhasil mendefinisikan ulang apa artinya menjadi “gadis feminin” di era digital. Ia membuktikan bahwa feminitas tidak harus identik dengan kelemahan atau kepolosan yang naif.

Sebaliknya, feminitas bisa menjadi senjata, bisa menjadi pernyataan politik, dan bisa sangat menyenangkan. Melalui padu padan busana yang cerdas, riasan yang ikonik, dan kepribadian yang memikat, Sabrina Carpenter menghidupkan kembali gaya feminin yang bold untuk generasi baru yang siap menaklukkan dunia dengan platform heels mereka.

Bagi para pengamat mode dan penggemar musik, evolusi gaya Sabrina adalah pengingat yang menyenangkan bahwa kita bebas mengekspresikan diri. Jadi, jangan ragu untuk mengenakan renda, sematkan pita di rambut Anda, dan melangkahlah dengan berani. Karena menjadi feminin bukan berarti Anda tidak bisa menjadi bold.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *