Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Mahakarya Kari Massaman: Menjelajahi Kedalaman Rasa Makanan Terbaik di Dunia

Kari Massaman

Di antara ribuan jenis hidangan yang tersebar di seluruh planet ini, hanya sedikit yang bisa mendapat gelar sebagai “makanan nomor satu di dunia”. Kari Massaman ( Gaeng Massaman ) adalah salah satu dari sedikit elit tersebut. Hidangan khas Thailand ini bukan sekadar kari biasa; ia adalah sebuah simfoni rasa yang kompleks, sejarah yang panjang, dan bukti nyata dari keharmonisan budaya dalam satu piring.

1. Asal Usul: Pertemuan Budaya di Kuali

Nama “Massaman” sendiri diyakini berasal dari kata Musalman , istilah kuno untuk menyebut pedagang Muslim yang datang ke Thailand pada abad ke-17. Berbeda dengan kari Thailand lainnya seperti Kari Hijau atau Kari Merah yang murni menggunakan bahan-bahan lokal, Kari Massaman adalah hasil “perkawinan” antara rempah-rempah eksotis dari Timur Tengah dan teknik memasak tradisional Thailand.

Pedagang dari Persia dan India membawa rempah-rempah kering seperti kayu manis, kapulaga, jintan, dan bunga pala ke Kerajaan Ayutthaya. Rempah-rempah ini kemudian dipadukan dengan bahan-bahan tropis Thailand seperti serai, lengkuas, cabai kering, dan terasi. Hasilnya adalah sebuah hidangan yang memiliki profil rasa unik: kaya akan rempah kering namun tetap memiliki kesegaran herba tropis.

2. Profil Rasa: Harmoni Lima Dimensi

Kari Massaman

Sumber Foto: https://bahasa.newsbytesapp.com/news/lifestyle/panduan-memasak-kari-massaman-thailand/story

Apa yang membuat Kari Massaman begitu istimewa hingga sering menduduki peringkat pertama dalam daftar World’s 50 Best Foods ? Jawabannya terletak pada keseimbangan rasanya yang luar biasa.

  • Gurih dan Lemak: Penggunaan santan kental yang dimasak hingga mengeluarkan minyak memberikan tekstur creamy yang mewah.
  • Manis: Rasa manis berasal dari gula aren (gula palem) yang memberikan kedalaman rasa manis karamel, bukan sekadar gula putih.
  • Asam: Penggunaan asam jawa ( tamarind ) memberikan sentuhan asam yang halus untuk menyeimbangkan kekayaan santan.
  • Asin: Kecap ikan memberikan aroma laut yang memperkuat rasa umami.
  • Rempah Hangat: Kayu manis dan kapulaga memberikan aroma harum yang menenangkan dan rasa hangat di tenggorokan, tanpa pedas yang menyengat.

Berbeda dengan Tom Yum yang meledak-ledak atau Kari Hijau yang sangat pedas, Kari Massaman lebih “tenang”, mendalam, dan memanjakan lidah.

3. Bahan Utama dan Rahasia Tekstur

Komponen utama dalam Kari Massaman biasanya adalah daging sapi, meskipun ayam, domba, atau bebek juga sering digunakan. Karena Massaman memiliki akar budaya Muslim, penggunaan daging babi sangat jarang ditemukan secara tradisional.

Daging dimasak dengan metode slow-cooking (api kecil dalam waktu lama) hingga seratnya hancur dan sangat empuk. Selain daging, ada dua bahan wajib yang memberikan karakter tekstur pada Massaman:

  1. Kentang: Potongan kentang yang matang hingga lunak akan menyerap kaldu kari, menjadikannya “bom rasa” di setiap gigitan.
  2. Kacang Tanah Sangrai: Kacang memberikan tekstur renyah ( renyah ) yang kontras dengan kelembutan daging dan kentang, serta memberikan aroma kacang yang gurih pada kuahnya.

4. Proses Pembuatan: Ritual Kesabaran

Membuat Kari Massaman yang autentik tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru. Prosesnya dimulai dengan membuat pasta kari dari nol—menumbuk rempah-rempah hingga halus. Kemudian, santan “dipecah” di atas wajan hingga minyaknya keluar, barulah pasta kari ditumis di dalam minyak santan tersebut untuk membangkitkan aromanya. Kesabaran dalam proses memasak inilah yang menghasilkan kuah kari yang kental, berminyak indah, dan kaya rasa.

Kari Massaman

Sumber Foto: https://www.sbs.com.au/food/the-cook-up-with-adam-liaw/recipe/massaman-fish-curry/dygrhe9dh

Penjelasan: Mengapa Dunia Begitu Memuja Kari Massaman?

Secara teknis arsitektur rasa, Kari Massaman dianggap sebagai “kari paling ramah di dunia”. Bagi lidah orang Barat, Massaman tidak terlalu pedas. Bagi lidah orang Asia, rempahnya sangat akrab dan memuaskan.

Secara sosiologis, Massaman adalah simbol toleransi dan inklusivitas . Ia menunjukkan bagaimana sebuah bangsa (Thailand) bisa menerima pengaruh asing, mengolahnya dengan kearifan lokal, dan menciptakan sesuatu yang lebih baik dari aslinya. Massaman menjelaskan bahwa perbedaan latar belakang budaya justru bisa menghasilkan harmoni yang sempurna jika dipadukan dengan benar.

Kesimpulan

Kari Massaman adalah puncak dari evolusi kuliner Thailand. Ia bukan sekadar sup kental berwarna kecokelatan; ia adalah lulusan sejarah perdagangan dunia, keahlian teknis memasak, dan keseimbangan rasa yang presisi.

Menikmati pemandangan Kari Massaman hangat dengan nasi melati ( nasi melati ) adalah sebuah pengalaman sensorik yang lengkap. Tidak heran jika hidangan ini memikat hati jutaan orang di seluruh dunia. Kari Massaman mengajarkan kita bahwa keindahan sejati sering kali muncul dari perpaduan berbagai elemen yang berbeda, menciptakan sebuah kesatuan yang utuh dan tak terlupakan.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *