Jika Anda berdiri di tepi Sungai Chao Phraya saat matahari mulai terbit atau terbenam, pandangan Anda pasti akan tertuju pada sebuah menara tinggi yang berkilau terkena cahaya. Itulah Wat Arun Ratchawararam , atau yang lebih dikenal dengan nama Wat Arun (Kuil Fajar). Bangunan ini bukan sekadar tempat ibadah; ia adalah simbol ketahanan, keindahan artistik, dan pusat spiritual bagi masyarakat Thailand.
1. Sejarah: Dari Kerajaan Ayutthaya hingga Thonburi
Asal-usul Wat Arun dapat ditarik kembali ke zaman Kerajaan Ayutthaya, di mana kuil ini awalnya dikenal sebagai Wat Makok . Namun, sejarahnya yang paling krusial dimulai pada abad ke-18. Setelah jatuhnya Ayutthaya, Raja Taksin mendirikan ibu kota baru di Thonburi.
Legenda mengatakan bahwa Raja Taksin tiba di kuil ini tepat saat fajar menyingsing setelah pertempuran yang panjang. Ia kemudian mengganti namanya menjadi Wat Chang , dan menjadikannya kuil kerajaan. Menariknya, Wat Arun pernah menjadi rumah bagi Emerald Buddha (Patung Buddha Zamrud) yang sangat sakral sebelum akhirnya dipindahkan ke Grand Palace di seberang sungai. Struktur menara yang kita lihat sekarang merupakan hasil rekonstruksi besar-besaran pada masa pemerintahan Raja Rama II dan Rama III di abad ke-19.
2. Arsitektur: Menara Phra Prang yang Ikonik

Sumber Foto: https://www.travelersuniverse.com/visit-wat-pho-and-wat-arun-with-local-expert/
Daya tarik utama Wat Arun adalah menara pusatnya yang disebut Phra Prang . Dengan ketinggian mencapai lebih dari 70 meter, menara ini dibangun dengan gaya arsitektur Khmer yang khas.
Yang membedakan Wat Arun dari kuil lainnya di Thailand adalah dekorasinya. Jika dilihat dari dekat, seluruh permukaan menara ini dilapisi oleh jutaan kepingan keramik dan porselen Tiongkok yang berwarna-warni. Konon, porselen-porselen ini dulunya merupakan kapal pemberat (balas)-kapal dagang yang datang dari Tiongkok ke Bangkok. Alih-alih membuang, kepingan tersebut disusun membentuk pola bunga yang sangat rumit dan indah.
Di sekeliling menara utama terdapat empat menara yang lebih kecil (satelit) yang melambangkan empat arah mata angin. Struktur ini secara keseluruhan merupakan representasi dari Gunung Meru , yang dalam kosmologi Hindu-Buddha dianggap sebagai pusat alam semesta.
3. Simbolisme dan Filosofi di Balik Struktur
Setiap jengkal bangunan Wat Arun menyimpan makna filosofis. Pada bagian dasar menara, Anda akan melihat patung-patung raksasa (Yaksha) dan makhluk mitologi seperti Kinnari (manusia setengah burung) yang terlihat seolah-olah sedang menopang menara tersebut. Hal ini melambangkan bagaimana makhluk-makhluk di bumi menjaga kestabilan alam semesta.
Di puncak menara utama, terdapat sebuah mahkota yang dikenal sebagai Nopshul , yang melambangkan kekuatan spiritual. Keberadaan patung dewa Indra yang menunggangi gajah tiga (Erawan) di bagian atas menara juga menegaskan status Wat Arun sebagai tempat tinggal para dewa.
4. Pengalaman Berkunjung: Mendaki Menuju Cahaya
Bagi wisatawan, aktivitas paling menantang sekaligus efektif adalah mendaki tangga curam menuju teras atas menara utama. Tangga ini didesain sangat curam untuk melambangkan sulitnya perjalanan menuju pencerahan atau surga.
Namun, perjuangan mendaki tangga tersebut akan dibayar lunas. Dari ketinggian teras Wat Arun, Anda dapat melihat pemandangan panorama Sungai Chao Phraya yang ramai, Grand Palace yang megah, dan gedung-gedung pencakar langit Bangkok yang kontras dengan kuil-kuil kuno.

Sumber Foto: https://www.headout.com/bangkok-temple-tours/guided-walking-tour-of-wat-pho-and-wat-arun-temples-e-17792
Penjelasan: Mengapa Wat Arun Begitu Istimewa?
Wat Arun menempati posisi unik dalam pariwisata dan religi Thailand karena tiga alasan utama:
- Harmoni Budaya: Penggunaan porselen Tiongkok pada arsitektur Thailand menunjukkan sejarah panjang perdagangan dan akulturasi budaya antara kedua bangsa.
- Visual Landmark: Berbeda dengan kuil lain yang didominasi warna emas, Wat Arun yang berwarna putih keperakan memberikan kesan “dingin” dan anggun, terutama saat memantulkan cahaya matahari atau lampu sorot di malam hari.
- Ketahanan Sejarah: Wat Arun adalah satu dari sedikit bangunan yang tetap berdiri kokoh saat transisi ibu kota dari Thonburi ke Bangkok, menjadikannya Saksi bisu lahirnya dinasti Chakri yang memimpin Thailand hingga saat ini.
Kesimpulan
Wat Arun adalah mahakarya yang melampaui batas waktu. Keindahan arsitekturnya yang rumit, sejarahnya yang kaya akan perjuangan kerajaan, serta makna spiritual yang menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi. Ia mengajarkan kita bahwa sesuatu yang hancur (seperti pecahan porselen) dapat disusun kembali menjadi sebuah karya seni yang memukau dunia.
Mengunjungi Wat Arun bukan hanya tentang mengambil foto yang indah, namun merasakan tentang denyut nadi sejarah Thailand di setiap ubin keramiknya. Ia tetap tegak berdiri sebagai “Kuil Fajar”, yang setiap harinya menyambut matahari dan memberikan harapan baru bagi siapa pun yang memandangnya.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


