Di kedalaman laut tropis dan subtropis, terdapat seekor krustasea yang tidak hanya memukau karena warna-warninya yang cemerlang, tetapi juga ditakuti karena reputasinya sebagai pembunuh paling efisien di dunia bawah air. Udang Mantis ( Stomatopoda ), atau yang sering disebut “belalang sembah laut”, bukanlah udang maupun mantis sejati. Ia adalah predator unik yang telah berevolusi selama ratusan juta tahun untuk menjadi mesin tempur biologi yang sempurna.
1. Klasifikasi dan Anatomi: Bukan Udang Biasa
Secara ilmiah, udang mantis termasuk dalam ordo Stomatopoda . Meskipun secara fisiknya menyerupai udang atau lobster, mereka memiliki ciri dalam garis keturunan yang berbeda yang terpisah dari krustasea lainnya sekitar 340 juta tahun yang lalu.
Tubuh mereka terdiri dari perisai keras (karapas) yang melindungi organ vital, dan bagian perut yang sangat berotot. Namun, dua fitur yang paling menonjol dari anatomi mereka adalah pemukul tangan (pelengkap raptorial) dan sistem penglihatan yang dianggap paling kompleks di seluruh kerajaan hewan.
2. Dua Tipe Petarung: Tombak dan Penghancur

Sumber Foto: https://factanimal.com/mantis-shrimp/
Udang mantis dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan mekanisme serangan mereka:
- Tombak (Penusuk): Memiliki tangan yang dilengkapi duri tajam untuk menusuk mangsa bertubuh lunak seperti ikan kecil atau cumi-cumi. Serangan mereka dilakukan dengan kecepatan kilat untuk menjerat mangsa yang lewat.
- Smashers (Pemukul): Memiliki tangan yang berbentuk seperti palu atau gada yang sangat keras. Kelompok ini bertujuan untuk menghancurkan mangsa bercangkang keras seperti kepiting, siput, dan kerang. Pukulan dari tipe Smasher inilah yang paling sering dipelajari oleh para ilmuwan karena kekuatan yang luar biasa.
3. Keajaiban Sains: Pukulan Supercepat
Kekuatan udang mantis tipe Smasher sangatlah legendaris. Pukulan mereka dapat mencapai kecepatan 23 meter per detik (sekitar 80 km/jam) . Untuk mencapai kecepatan ini di dalam udara yang padat, udang mantis tidak hanya mengandalkan otot, tetapi menggunakan mekanisme “pegas” biologis.
- Mekanisme Ketapel: Mereka mengunci lengan mereka dan mengumpulkan energi pada struktur fleksibel yang berfungsi seperti busur panah. Saat dilepaskan, energi tersebut meledak seketika.
- Kavitasi: Kecepatan pukulannya sangat ekstrem sehingga menciptakan gelembung udara di dalam udara yang disebut kavitasi. Ketika gelembung ini pecah, ia menghasilkan gelombang kejut, panas pada saat mendekati suhu permukaan matahari, dan kilatan cahaya (sonoluminesensi). Artinya, meskipun pukulan meleset, gelombang kejutnya saja sudah cukup untuk melumpuhkan mangsa.
4. Mata Tercanggih di Dunia
Jika pukulan mereka mengagumkan, mata mereka adalah keajaiban teknologi alami. Manusia memiliki tiga jenis sel fotoreseptor (merah, hijau, biru). Udang mantis memiliki 12 hingga 16 jenis sel fotoreseptor .
- Spektrum Luas: Mereka dapat melihat cahaya ultraviolet, inframerah, dan bahkan cahaya terpolarisasi sirkular—kemampuan yang tidak dimiliki hewan lain.
- Visi Independen: Setiap mata dapat bergerak secara mandiri dan memiliki persepsi kedalaman (trinokular) hanya dengan satu mata. Sistem ini memungkinkan mereka mendeteksi mangsa transparan atau predator yang bersembunyi di balik terumbu karang dengan presisi tinggi.
5. Perilaku dan Habitat

Sumber Foto: https://daaitv.co.id/DAAI-WP/udang-mantis-udang-tercantik-di-lautan-yang-suka-meninju
Udang belalang adalah hewan soliter yang sangat teritorial. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam lubang di pasir atau celah terumbu karang. Beberapa spesies bersifat monogami, hidup bersama pasangan yang sama selama puluhan tahun. Mereka berkomunikasi menggunakan pola warna pada tubuh mereka dan pantulan cahaya terpolarisasi yang hanya bisa dilihat oleh sesama belalang sembah udang.
Penjelasan Teknis: Mengapa Mereka Tidak Hancur Saat Memukul?
Salah satu pertanyaan besar adalah bagaimana tangan udang mantis tidak hancur saat menghantam cangkang keras dengan kekuatan ribuan Newton? Jawabannya terletak pada struktur material penyusun palunya. Bagian pemukulnya terdiri dari hidroksiapatit (mineral tulang) yang disusun dalam struktur heliks (spiral). Struktur ini berfungsi sebagai peredam getaran, mencegah retakan kecil menyebar, sehingga alat pemukulnya tetap utuh meski digunakan berkali-kali untuk menghancurkan benda yang lebih keras dari tubuhnya sendiri.
Tabel Ringkas Kekuatan Udang Mantis
| Fitur | Penjelasan |
| Kecepatan Pukul | Setara dengan peluru kaliber .22 (23 m/s). |
| Akselerasi | 10.000 kali gravitasi (10.000 g). |
| Suhu Kavitasi | Dianggap ribuan derajat Celcius dalam waktu sepersekian detik. |
| Reseptor Warna | 12 – 16 jenis (Manusia hanya punya 3). |
| Daya Hancur | Mampu memecahkan kaca akuarium yang tebal. |
Kesimpulan
Udang Mantis adalah bukti nyata evolusi yang luar biasa, di mana kekuatan fisik ekstrem dipadukan dengan kecanggihan sensorik. Mereka bukan hanya predator laut yang efisien, tetapi juga menjadi subjek penelitian penting di bidang teknik dan material. Struktur tangan mereka menginspirasi pembuatan baju zirah yang lebih kuat, sementara mata mereka memberikan ide baru bagi pengembangan kamera medis dan sensor optik tercanggih. Mengenal udang mantis menyadari bahwa keajaiban terbesar sering kali tersembunyi di dalam mahluk yang tampak kecil di dasar samudra.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


