Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Ayutthaya Mengenang Kejayaan Kerajaan Siam yang Tak Terlupakan

Ayutthaya

Di utara hiruk pikuk kota Bangkok, terdapat sebuah tempat di mana waktu seolah berhenti berputar. Ayutthaya, atau secara resmi dikenal sebagai Phra Nakhon Si Ayutthaya, adalah sisa-sisa megah dari sebuah kekaisaran yang pernah menjadi salah satu kota terbesar dan termakmur di dunia. Didirikan pada tahun 1350, kota ini menjabat sebagai ibu kota kedua Kerajaan Siam selama 417 tahun sebelum akhirnya hancur akibat invasi pada tahun 1767. Kini, puing-puing bata merah dan patung Buddha yang tenang berdiri sebagai saksi bisu dari zaman keemasan yang penuh kemegahan.

1. Jejak Sejarah: Venesia dari Timur

Pada masa puncaknya, Ayutthaya adalah pusat perdagangan global yang strategis. Karena letaknya yang dikelilingi oleh tiga sungai besar—Chao Phraya, Pa Sak, dan Lopburi—kota ini berbentuk seperti pulau. Lokasi ini menjadikannya pelabuhan internasional yang menghubungkan pedagang dari Tiongkok, India, Jepang, hingga bangsa Eropa seperti Portugis, Belanda, dan Prancis.

Para penjelajah barat di abad ke-17 sering membandingkan Ayutthaya dengan Venesia karena sistem kanal dan kemegahan istananya. Pada abad ke-18, diperkirakan populasi kota ini mencapai satu juta jiwa, menjadikannya salah satu kota paling kosmopolitan di era tersebut. Namun, sejarah mencatat akhir yang tragis ketika tentara Burma menyerbu dan membakar kota tersebut, memaksa penduduknya pindah ke selatan dan mendirikan ibu kota baru di Bangkok.

2. Mahakarya Arsitektur: Kuil-Kuil yang Mengagumkan

Ayutthaya

Sumber Foto: https://www.asiakingtravel.com/attraction/ayutthaya-historical-park

Ayutthaya bukan sekadar tumpukan batu; ia adalah galeri seni arsitektur yang mencampurkan gaya Lopburi, Sukhothai, dan Khmer. Menjelajahi Taman Bersejarah Ayutthaya (UNESCO World Heritage Site) memberikan gambaran betapa detailnya keahlian tangan para pengrajin masa lalu.

Salah satu situs yang paling ikonik adalah Wat Mahathat. Di sinilah pengunjung dapat menemukan fenomena unik: sebuah kepala patung Buddha yang terjalin erat di dalam akar pohon bodi. Simbol ini sering dianggap sebagai representasi keharmonisan antara spiritualitas dan alam.

Tidak jauh dari sana, berdiri Wat Chaiwatthanaram yang megah di tepi sungai. Kuil ini dibangun dengan gaya arsitektur Khmer yang menyerupai Angkor Wat di Kamboja, dengan prang (menara utama) yang dikelilingi oleh stupa-stupa kecil. Saat matahari terbenam, bayangan siluet kuil ini di permukaan sungai Chao Phraya menawarkan pemandangan yang paling dramatis di seluruh Thailand.

Situs penting lainnya adalah Wat Phra Si Sanphet, yang dulunya merupakan kuil paling suci di kompleks istana kerajaan. Tiga stupa besar berwarna abu-abu yang menjulang di sini menjadi simbol ikonik Ayutthaya, menyimpan abu dari tiga raja besar Siam.

3. Kehidupan Lokal dan Kuliner Legendaris

Sumber Foto: https://www.travelsewhere.net/things-to-do-in-ayutthaya/

Selain sejarahnya, Ayutthaya menawarkan pengalaman budaya yang hidup. Cara terbaik untuk menikmati kota ini adalah dengan menyewa sepeda atau menaiki tuk-tuk khas lokal yang memiliki bentuk depan lebih lonjong dibanding versi Bangkok.

Dalam aspek kuliner, Ayutthaya terkenal dengan hidangan Gung Menam Pao (Udang Galah Bakar). Udang-udang segar dari sungai ini dibelah dua dan dibakar hingga lemaknya meleleh, disajikan dengan saus seafood pedas asam khas Thailand. Selain itu, Anda wajib mencicipi Roti Sai Mai, sejenis kembang gula tradisional mirip “rambut nenek” yang dibungkus dengan kulit dadar tipis. Ini adalah camilan khas yang dibawa oleh komunitas Muslim di Ayutthaya dan kini menjadi buah tangan wajib.

4. Upaya Konservasi dan Pariwisata Berkelanjutan

Sejak ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991, Pemerintah Thailand terus berupaya menjaga integritas struktur bangunan yang tersisa. Wisatawan sangat disarankan untuk menjaga etika saat berkunjung: tidak memanjat reruntuhan, berpakaian sopan (bahu dan lutut tertutup), serta menghormati setiap patung Buddha meskipun sudah dalam kondisi rusak.

Ayutthaya bukan hanya sekadar objek wisata sejarah; ia adalah tempat meditasi bagi penduduk lokal. Banyak warga yang masih datang ke reruntuhan kuil untuk berdoa dan meletakkan bunga teratai, menunjukkan bahwa nilai spiritual tempat ini tidak pernah luntur ditelan waktu.

Ringkasan Destinasi Wajib di Ayutthaya

Nama SitusKeunikan Utama
Wat MahathatKepala Buddha di akar pohon.
Wat ChaiwatthanaramArsitektur gaya Khmer di tepi sungai.
Wat Phra Si SanphetTiga stupa raksasa tempat abu raja.
Wat LokayasutharamPatung Buddha tidur raksasa sepanjang 42 meter.
Wat Yai Chai MongkhonStupa tinggi yang bisa dipanjat dengan pemandangan taman.

Kesimpulan

Perjalanan ke Ayutthaya adalah perjalanan melintasi waktu. Di sini, kejayaan dan kehancuran bertemu dalam harmoni yang sunyi. Reruntuhan yang membisu menceritakan kisah tentang kota yang pernah memukau dunia, sementara udara yang tenang di antara stupa-stupa kuno memberikan ruang bagi pengunjung untuk merenungkan sejarah panjang Kerajaan Siam. Bagi siapa pun yang ingin memahami akar budaya Thailand yang sesungguhnya, Ayutthaya adalah destinasi yang tak boleh terlewatkan.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *