Email Address

info@royalole2.com

Our Location

Jl. Ir. Soekarno No.112 Kota Batu

Myanmar: Perjalanan Spiritual di Antara Ribuan Pagoda

Myanmar

Myanmar adalah salah satu destinasi di Asia Tenggara yang paling memikat sekaligus misterius. Setelah lama terisolasi dari dunia luar, negara ini perlahan membuka diri dan memperlihatkan kekayaan budaya, spiritualitas yang mendalam, serta keramahan penduduknya yang tulus. Bagi para pelancong yang mencari pengalaman yang lebih dari sekadar belanja atau hiburan modern, Myanmar menawarkan perjalanan “kembali ke masa lalu” di mana tradisi masih dijunjung tinggi di tengah arus modernisasi.

Dari kemegahan pagoda berlapis emas di Yangon hingga ribuan candi kuno yang menyebar di dataran Bagan, setiap sudut Myanmar menyimpan cerita. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri rute perjalanan terbaik, mencicipi kuliner lokal, dan memahami mengapa Myanmar layak disebut sebagai destinasi yang mengubah jiwa.


1. Yangon: Gerbang Megah Menuju Spiritualitas

Source: https://www.wendywutours.co.nz/myanmar/yangon

Perjalanan biasanya dimulai di Yangon (sebelumnya Rangoon), kota terbesar di Myanmar. Meskipun bukan lagi ibu kota resmi, Yangon tetap menjadi pusat ekonomi dan budaya.

Shwedagon Pagoda: Mahkota Myanmar

Daya tarik utama di sini adalah Pagoda Shwedagon. Berdiri setinggi 99 meter di atas Bukit Singuttara, pagoda ini dilapisi dengan berton-ton emas asli dan puncaknya dihiasi dengan ribuan berlian serta permata. Datanglah saat matahari terbenam; Anda akan melihat perubahan warna emas pagoda dari kuning cerah menjadi oranye kemerahan di bawah sinar lampu, menciptakan suasana magis yang sangat tenang.

Warisan Kolonial

Selain pagoda, pusat kota Yangon memiliki koleksi bangunan era kolonial Inggris yang paling banyak di Asia Tenggara. Berjalan kaki di sekitar Balai Kota dan Kantor Telegraf memberikan nuansa sejarah yang kontras dengan hiruk pikuk pasar tradisional di sekitarnya.


2. Bagan: Menjelajahi Cakrawala Ribuan Candi

Source: https://www.traveldailymedia.com/fiesta-in-the-sky-myanmar-balloon-season-starts/

Setelah Yangon, tujuan utama hampir setiap pelancong adalah Bagan. Bayangkan sebuah dataran luas yang dihuni oleh lebih dari 2.200 candi dan stupa yang berasal dari abad ke-11 hingga ke-13.

Pengalaman Tak Terlupakan

Cara terbaik menikmati Bagan adalah dengan menyewa sepeda listrik (e-bike) dan menjelajahi jalan-jalan berdebu di antara candi-candi raksasa seperti Candi Ananda atau Candi Dhammayangyi. Namun, pengalaman yang paling ikonik adalah menaiki balon udara saat matahari terbit. Dari ketinggian, Anda akan melihat kabut tipis menyelimuti ribuan ujung pagoda yang mencuat di tengah pepohonan hijau, sebuah pemandangan yang sering disebut sebagai salah satu yang terindah di dunia.


3. Danau Inle: Kehidupan di Atas Air

Source: https://www.klook.com/id/activity/6699-inle-lake-day-tour-inle-lake/

Beranjak ke arah timur menuju Negara Bagian Shan, Anda akan menemukan Danau Inle. Ini adalah tempat di mana manusia dan air hidup dalam harmoni yang sempurna.

Pendayung Kaki yang Unik

Suku Intha yang tinggal di sini memiliki cara mendayung yang sangat unik, yaitu dengan menggunakan satu kaki sementara tangan mereka memegang jala ikan. Di Danau Inle, Anda bisa melihat pasar terapung, kebun sayur yang mengapung di atas air, serta biara kayu kuno seperti Biara Nga Phe Kyaung. Inle adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati udara pegunungan yang sejuk.


4. Mandalay: Jantung Budaya dan Kerajinan

Source: https://hanoivoyage.com/en/blog/visit-mandalay-top-8-best-things-to-do.html

Mandalay adalah ibu kota kerajaan terakhir Myanmar. Kota ini merupakan pusat dari seni tradisional, mulai dari pembuatan lembaran emas, ukiran kayu, hingga tenunan sutra.

Jembatan U Bein

Hanya sedikit di luar kota terdapat Jembatan U Bein, jembatan kayu jati tertua dan terpanjang di dunia. Berjalan di atas jembatan ini saat senja, sambil melihat para biksu berbaju merah marun melintas di bawah langit ungu, adalah momen fotografi yang tidak boleh dilewatkan.


5. Budaya dan Kuliner: Thanaka dan Lahpet

Source: https://www.internationalcuisine.com/fermented-green-tea-salad/

Selama perjalanan, Anda akan melihat penduduk lokal (pria dan wanita) mengenakan bedak kekuningan di pipi mereka. Ini adalah Thanaka, bedak alami dari kulit pohon yang berfungsi sebagai pelindung matahari sekaligus kosmetik tradisional.

Untuk urusan perut, jangan lewatkan Lahpet Thoke (Salad Daun Teh). Ini adalah hidangan unik di mana daun teh difermentasi dan dicampur dengan kacang goreng renyah, cabai, dan bawang putih. Rasanya adalah perpaduan antara pahit, gurih, dan pedas—sebuah representasi rasa asli Myanmar.


Penjelasan: Apa yang Membuat Liburan ke Myanmar Berbeda?

Mengapa orang memilih Myanmar dibandingkan negara tetangganya? Berikut adalah beberapa poin penjelasannya:

  1. Otentisitas yang Terjaga: Karena isolasi politik di masa lalu, pengaruh globalisasi (seperti jaringan makanan cepat saji atau mal raksasa) tidak sekuat di Bangkok atau Singapura. Di Myanmar, Anda masih akan melihat mayoritas penduduk mengenakan Longyi (sarung tradisional) dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Nilai Spiritual yang Hidup: Budaya Buddha Theravada sangat meresap. Agama bukan hanya ritual di kuil, tetapi cara hidup. Melihat ribuan biksu muda berjalan tanpa alas kaki untuk menerima derma di pagi hari memberikan kedamaian tersendiri bagi pengunjung.
  3. Bentang Alam yang Dramatis: Myanmar memiliki segalanya, mulai dari pantai pasir putih yang belum terjamah di Ngapali, hutan tropis, hingga pegunungan bersalju di bagian utara (Himalaya Myanmar).

Tips Praktis:

  • Waktu Terbaik: November hingga Februari (musim dingin/kering).
  • Mata Uang: Kyat (MMK), namun bawa dolar AS dalam kondisi mulus untuk ditukarkan.
  • Etika: Selalu lepas sepatu dan kaus kaki saat memasuki area pagoda atau rumah penduduk.

Kesimpulan

Liburan ke Myanmar adalah sebuah perjalanan yang melampaui sekadar tamasya visual. Ia adalah perjalanan untuk melambatkan ritme hidup, menghargai kesederhanaan, dan menyaksikan bagaimana sejarah kuno tetap berdiri tegak di dunia modern. Dari kerlip emas Shwedagon hingga kesunyian candi-candi di Bagan, Myanmar menawarkan kedamaian yang jarang ditemukan di tempat lain.

Meskipun saat ini Myanmar menghadapi tantangan dalam hal situasi domestik, daya tarik budaya dan keindahan alamnya tetap tidak terbantahkan. Bagi pelancong yang bijak, Myanmar adalah destinasi yang akan meninggalkan jejak mendalam di hati, mengajarkan tentang ketabahan masyarakatnya dan kemuliaan tradisi yang tak lekang oleh waktu.

Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.

Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2

Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *