Axolotl (Ambystoma mexicanum), atau yang sering dijuluki sebagai “Salamander Meksiko”, adalah salah satu hewan paling unik dan penuh teka-teki dalam kerajaan hewan. Berbeda dengan amfibi pada umumnya yang bertransformasi dari berudu di air menjadi hewan darat, Axolotl memilih untuk tetap berada di air sepanjang hidupnya dengan penampilan yang tetap terlihat seperti larva.
Asal-Usul dan Mitologi
Nama “Axolotl” berasal dari bahasa Nahuatl, bahasa suku Aztec kuno. Dalam mitologi Aztec, Axolotl dipercaya sebagai penjelmaan dewa api dan kilat, Xolotl, yang mengubah dirinya menjadi hewan air untuk menghindari pengorbanan. Hewan ini merupakan penghuni asli Danau Xochimilco dan Danau Chalco di Lembah Meksiko. Sayangnya, Danau Chalco kini sudah tidak ada karena dikeringkan, menyisakan Danau Xochimilco sebagai satu-satunya habitat asli mereka yang tersisa.
Fenomena Neoteni: Awet Muda Selamanya
Ciri fisik paling mencolok dari Axolotl adalah neoteni. Dalam biologi, ini berarti organisme tersebut mencapai kematangan seksual tanpa melalui proses metamorfosis. Jika katak berubah dari berudu menjadi katak dewasa, Axolotl tetap mempertahankan sirip punggungnya dan insang luar yang tampak seperti bulu-bulu merah muda di samping kepalanya.
Insang luar ini bukan hanya hiasan; mereka sangat efisien untuk menyerap oksigen langsung dari air. Meskipun Axolotl juga memiliki paru-paru fungsional dan terkadang naik ke permukaan untuk menghirup udara, mereka tetaplah makhluk air sepenuhnya.
Kemampuan Regenerasi yang Ajaib

Sumber Foto: https://www.swelluk.com/help-guides/axolotls-what-are-they-and-how-do-you-care-for-them
Daya tarik utama hewan ini bagi dunia sains adalah kemampuan regenerasi mereka yang luar biasa. Jika sebagian besar hewan (termasuk manusia) akan membentuk jaringan parut saat terluka, hewan ini dapat menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang dengan sempurna.
Mereka mampu menumbuhkan kembali kaki, ekor, jaringan jantung, bahkan bagian dari otak dan tulang belakang tanpa meninggalkan bekas luka sedikit pun. Para ilmuwan sedang mempelajari kode genetik Axolotl—yang memiliki genom 10 kali lebih besar daripada manusia—dengan harapan dapat menerapkan kemampuan penyembuhan ini dalam pengobatan regeneratif bagi manusia di masa depan.
Habitat dan Status Konservasi
Meskipun Hewan Amfibi sangat populer sebagai hewan peliharaan di seluruh dunia, keberadaan mereka di alam liar sangat memprihatinkan. Saat ini, Hewan ini diklasifikasikan sebagai spesies yang Terancam Punah (Critically Endangered) oleh IUCN.
Beberapa faktor penyebab kepunahan mereka di alam liar meliputi:
- Pencemaran Air: Limbah domestik dan industri yang mencemari kanal-kanal di Meksiko.
- Spesies Invasif: Pengenalan ikan nila dan ikan mas ke habitat mereka, yang sering memakan telur dan bayi Axolotl.
- Urbanisasi: Perluasan kota Mexico City yang semakin menghimpit sisa-sisa habitat alami mereka.
Karakteristik dan Cara Hidup

Sumber Foto: https://secretchicago.com/brookfield-zoo-axolotl-chicago-2025/
Axolotl adalah predator puncak di ekosistem kecilnya. Mereka memakan cacing, serangga, krustasea, dan ikan kecil. Cara makannya pun unik; mereka tidak memiliki gigi yang tajam untuk mengunyah, melainkan menggunakan metode hisapan (suction) untuk menarik makanan ke dalam mulut mereka.
Secara genetik, Axolotl liar biasanya berwarna gelap (cokelat atau hitam dengan bintik emas). Warna merah muda atau putih (albino) yang sering kita lihat di akuarium adalah hasil dari mutasi genetik yang dikembangbiakkan oleh manusia.
Penjelasan Detail Bagian Tubuh Axolotl
| Bagian Tubuh | Fungsi dan Keunikan |
| Insang Luar | Menyerap oksigen dari air; warna merahnya berasal dari pembuluh darah yang kaya oksigen. |
| Mulut Lebar | Sering terlihat seperti “tersenyum”, digunakan untuk menghisap mangsa dengan cepat. |
| Kaki Kecil | Memiliki jari-jari panjang yang membantu mereka bergerak di dasar danau yang berlumpur. |
| Ekor Bersirip | Digunakan sebagai alat kemudi utama saat berenang di air. |
Kesimpulan
Axolotl bukan sekadar hewan air yang lucu. Ia adalah keajaiban evolusi yang menantang hukum biologi normal dengan tetap menjadi “bayi” sepanjang hayatnya. Kemampuannya untuk beregenerasi menjadikannya subjek penelitian medis paling penting di abad ini.
Namun, ironisnya adalah makhluk yang memegang kunci rahasia kesembuhan manusia ini justru sedang berjuang melawan kepunahan di rumah aslinya. Melindungi Axolotl bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies salamander, tetapi juga menjaga warisan budaya Meksiko dan potensi masa depan sains kedokteran duni
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


