Pika adalah mamalia kecil yang sering disalahartikan sebagai tikus atau hamster, padahal mereka adalah kerabat dekat kelinci dan terwelu, termasuk dalam ordo Lagomorpha. Hewan yang menggemaskan ini terkenal dengan suara “peek-peek!” yang nyaring, tubuh mungil, dan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan pegunungan yang dingin dan ekstrem. Mereka dapat ditemukan di daerah pegunungan yang tinggi baik di Amerika Utara maupun di sebagian besar Asia.
Klasifikasi dan Jenis Utama
Pika terbagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan habitatnya:
- Pika Amerika Utara (American Pika, Ochotona princeps):
- Ditemukan di Amerika Serikat dan Kanada bagian barat, termasuk Pegunungan Rocky, Sierra Nevada, dan Cascade.
- Habitat: Mereka biasanya mendiami lapisan bebatuan (talus fields) yang curam di atas garis pohon (treeline).
- Ciri Khas: Pika Amerika adalah penanda perubahan iklim. Karena mereka sangat sensitif terhadap panas, mereka sering disebut sebagai “kanari di tambang batu bara” bagi ekosistem pegunungan.
- Pika Asia (Misalnya, Pika Daurian, Pika Steppa, Pika Himalaya):
- Kelompok ini tersebar lebih luas, mencakup Himalaya, Siberia, Tiongkok, dan Mongolia. Pika Daurian (Ochotona daurica) adalah salah satu yang paling umum.
- Habitat: Pika Asia cenderung hidup di lingkungan yang lebih bervariasi, mulai dari padang rumput steppa yang terbuka hingga dataran tinggi bersalju.
- Ciri Khas: Beberapa spesies Pika Asia dikenal karena sifatnya yang sosial dan membangun liang di tanah, berbeda dengan kerabatnya di Amerika Utara yang tinggal di bebatuan.
Ciri Fisik dan Adaptasi Terhadap Iklim Dingin

Source: https://en.wikipedia.org/wiki/Pika
Pika memiliki beberapa adaptasi cerdas yang memungkinkan mereka bertahan hidup di lingkungan pegunungan yang keras dan suhu yang ekstrem.
- Tubuh Mungil dan Padat: Mereka memiliki tubuh yang kecil, bulat, dan padat (panjang sekitar 15-20 cm), dengan kaki belakang yang pendek dan hampir tidak terlihat. Ukuran ini membantu meminimalkan area permukaan untuk mengurangi kehilangan panas, sesuai dengan Hukum Bergmann (hewan di iklim dingin cenderung lebih besar atau padat).
- Telinga Pendek dan Berbulu: Berbeda dengan kelinci yang memiliki telinga panjang untuk melepaskan panas, telinga Pika sangat pendek, bulat, dan tebal. Adaptasi ini membatasi hilangnya panas tubuh, yang krusial di lingkungan dingin.
- Lapisan Bulu Ganda: Mereka memiliki bulu tebal yang berfungsi sebagai isolasi yang luar biasa, menjaga mereka tetap hangat di suhu beku.
- Kaki yang Berbulu: Bagian bawah kaki Pika ditutupi bulu tebal, yang tidak hanya memberikan insulasi tetapi juga meningkatkan traksi saat berjalan di atas batu atau salju.
Kebiasaan Unik: Petani dan Pengumpul Rumput
Salah satu perilaku Pika yang paling menarik dan penting untuk kelangsungan hidup mereka adalah cara mereka mengumpulkan makanan, yang dikenal sebagai haying (mengumpulkan jerami).
- Siklus Panen yang Intensif: Selama musim panas yang singkat, Pika bekerja tanpa lelah untuk memotong dan mengumpulkan rumput, bunga liar, dan vegetasi lainnya.
- “Gundukan Jerami” (Hay Piles): Mereka akan meletakkan kumpulan vegetasi yang sudah dipotong di atas batu di bawah sinar matahari. Proses pengeringan ini penting untuk mencegah jamur dan mempertahankan nutrisi. Setelah kering, mereka akan memindahkan “gundukan jerami” ini ke dalam sarang bebatuan atau liang bawah tanah mereka.
- Persiapan Musim Dingin: Stok makanan yang terkumpul (yang ukurannya bisa sebesar bantal) ini adalah satu-satunya sumber makanan mereka selama musim dingin. Pika tidak berhibernasi; mereka tetap aktif sepanjang tahun, bersembunyi di bawah bebatuan, dan bertahan hidup dengan persediaan jerami yang mereka kumpulkan.
Status Konservasi dan Ancaman

Source: https://phys.org/news/2019-09-geography-genetics-american-pika-response.html
Meskipun Pika terkenal dengan ketahanan mereka terhadap dingin, mereka sangat rentan terhadap kenaikan suhu.
- Sensitif Terhadap Panas: Pika dapat mati karena overheating jika terpapar suhu sekitar 25.5∘C (sekitar 78∘F) selama beberapa jam.
- Ancaman Perubahan Iklim: Di Amerika Utara, peningkatan suhu menyebabkan Pika harus mencari tempat yang lebih tinggi di pegunungan, yang menyebabkan habitat mereka menyusut. Jika suhu dasar pegunungan menjadi terlalu hangat, Pika tidak bisa menyeberang dan terisolasi, yang dapat menyebabkan kepunahan lokal.
- Ancaman di Asia: Beberapa Pika Asia, seperti Pika Ili (sejenis pika yang sangat langka di Tiongkok) dan Pika Dataran Tinggi (Plateau Pika), menghadapi ancaman dari aktivitas manusia, perusakan habitat, dan bahkan program pengendalian hama, meskipun Pika Dataran Tinggi kini diakui sebagai hewan penting untuk kesehatan ekosistem dataran tinggi.
Kecerdasan Adaptif Pika

Kecerdasan Pika tidak bersifat sosial kompleks seperti primata, tetapi lebih berupa kecerdasan ekologis dan survival yang terorganisir dengan sangat baik.
1. Perilaku “Haying” (Mengumpulkan Jerami) 🧺
Ini adalah bukti kecerdasan Pika yang paling menonjol dan membedakannya dari hewan pengerat lain. Pika menghabiskan musim panas yang singkat untuk:
- Memanen Selektif: Mereka cerdas memilih dan memotong rumput, bunga, dan tanaman herba dengan nilai gizi tertinggi.
- Proses Pengeringan yang Disengaja: Mereka tidak langsung membawa makanan ke sarang. Sebaliknya, mereka meletakkan “tumpukan jerami” (hay piles) di atas batu yang terpapar sinar matahari. Ini adalah strategi cerdas untuk mengeringkan vegetasi dan mencegah jamur serta pembusukan. Jika jerami tidak benar-benar kering, jerami akan membusuk di dalam sarang dan menjadi tidak bisa dimakan selama musim dingin.
- Logistik Penyimpanan: Setelah kering, mereka memindahkan tumpukan ini ke sarang mereka, menciptakan persediaan makanan yang terorganisir yang ukurannya bisa mencapai satu meter kubik. Mereka harus mengingat lokasi berbagai tumpukan makanan ini.
2. Pemanfaatan Lingkungan Fisik
Pika Amerika Utara (yang tinggal di lapisan bebatuan) menunjukkan kecerdasan dalam memanfaatkan fitur alami untuk perlindungan.
- Insulasi Alami: Mereka memilih sarang di lapisan bebatuan (talus fields), di mana bebatuan berfungsi sebagai isolator termal yang luar biasa. Bebatuan melindungi mereka dari panas yang mematikan di musim panas dan menjaga suhu lebih stabil di musim dingin.
- Struktur Rumah: Lapisan bebatuan secara alami menyediakan jaringan terowongan dan kamar yang kompleks, yang mereka manfaatkan dan pertahankan sebagai tempat berlindung dari pemangsa dan cuaca.
3. Komunikasi Peringatan Dini 🗣️
Pika menunjukkan kecerdasan komunikasi dengan mengeluarkan suara yang nyaring, mirip jeritan atau siulan.
- Peringatan Predator: Suara ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk koloni (terutama pada Pika Asia yang lebih sosial) atau sebagai sinyal teritorial kepada Pika lain. Ini adalah bentuk kecerdasan sosial yang vital untuk menghindari pemangsa.
- Penanda Musim: Frekuensi dan jenis panggilan mereka juga digunakan untuk memberi sinyal mengenai musim kawin dan mengidentifikasi wilayah teritorial.
Tingkah Laku Khas Pika

Tingkah laku Pika sangat didorong oleh kebutuhan mereka untuk mengumpulkan makanan dan tetap waspada.
| Tingkah Laku | Keterangan |
| Kewaspadaan Konstan | Pika adalah hewan mangsa utama, sehingga mereka selalu waspada. Saat bekerja mengumpulkan jerami, mereka sering berhenti dan berdiri tegak di atas batu, memindai langit dan daratan dari predator. |
| Tidak Berhibernasi | Tingkah laku ini kontras dengan banyak mamalia kecil lain di pegunungan. Mereka harus tetap aktif sepanjang musim dingin di bawah lapisan salju, bertahan hidup dari tumpukan jerami yang mereka kumpulkan di musim panas. |
| Mandiri & Teritorial (Pika Amerika) | Pika Amerika Utara adalah hewan yang sangat teritorial dan soliter. Mereka akan mempertahankan sarang bebatuan dan persediaan jerami mereka dari Pika lain dengan panggilan agresif dan pengejaran. |
| Sosial (Pika Asia) | Beberapa spesies Pika Asia, seperti Pika Daurian, cenderung lebih sosial dan hidup di liang komunal. Perilaku ini memungkinkan mereka untuk berbagi tugas pengawasan dan pengumpulan makanan. |
| Berjemur (Sunning) | Pada hari yang cerah (khususnya setelah hari dingin), Pika akan berjemur di atas batu untuk menghangatkan diri. Namun, karena sensitivitas mereka terhadap panas, mereka melakukannya hanya dalam waktu singkat. |
Kesimpulan
Pika, si Lagomorpha kecil yang pemberani, adalah makhluk yang menunjukkan ketahanan luar biasa dalam menghadapi salah satu lingkungan paling ekstrem di dunia. Adaptasi unik mereka, mulai dari telinga kecil yang berfungsi sebagai insulasi hingga perilaku rajin mengumpulkan jerami, memungkinkan mereka menjadi penjaga padang rumput pegunungan. Namun, karena kepekaan mereka terhadap kenaikan suhu, Pika kini menjadi simbol peringatan global tentang dampak perubahan iklim. Upaya konservasi sangat penting untuk melindungi hewan-hewan mungil ini dan memastikan bahwa suara “peek-peek!” khas mereka terus bergema di puncak-puncak gunung di Amerika Utara dan Asia.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2


