
Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/13159023905603107/
Cheesecake adalah salah satu jenis hidangan penutup yang sangat populer di berbagai belahan dunia. Ciri khas dari cheesecake adalah teksturnya yang lembut, creamy, dan rasa keju yang dominan namun seimbang dengan rasa manis. Cheesecake umumnya terbuat dari bahan dasar cream cheese yang dicampur dengan gula dan telur, lalu dipanggang atau didinginkan hingga set. Hidangan ini biasanya disajikan dengan dasar dari biskuit yang dihancurkan dan dicampur mentega, meskipun ada juga yang menggunakan sponge cake sebagai lapisan bawahnya.
Berikut adalah resep pembuatan cheesecake secara detail yang bisa kamu ikuti di rumah. Ini adalah resep baked (dipanggang) New York-style cheesecake, karena teksturnya lembut, creamy, dan kokoh.
🧁 Resep Cheesecake Panggang (New York Style)
Bahan untuk Crust (Dasar Biskuit):
- 200 gram biskuit Marie Regal atau biskuit graham
- 100 gram mentega (butter), lelehkan
Bahan untuk Adonan Cheesecake:
- 500 gram cream cheese (suhu ruang)
- 150 gram gula pasir halus
- 3 butir telur (suhu ruang)
- 200 ml sour cream (bisa diganti dengan yogurt tanpa rasa)
- 1 sdt ekstrak vanila
- 1 sdm air perasan lemon (opsional)
- 2 sdm tepung maizena (opsional, agar lebih kokoh)
Alat yang Dibutuhkan:
- Loyang bongkar pasang (springform pan) ukuran 20–22 cm
- Mixer atau whisk
- Oven
- Food processor atau plastik dan rolling pin
- Loyang lebih besar untuk waterbath (opsional tapi disarankan)
🔥 Langkah-Langkah Pembuatan:
1. Membuat Crust (Lapisan Bawah):
- Hancurkan biskuit hingga halus menggunakan food processor atau masukkan ke dalam plastik dan gilas dengan rolling pin.
- Campurkan remahan biskuit dengan mentega cair. Aduk hingga rata dan bertekstur seperti pasir basah.
- Tuang ke dasar loyang springform, ratakan, dan tekan-tekan dengan sendok atau gelas sampai padat.
- Panggang crust di oven suhu 160°C selama 10 menit. Keluarkan dan dinginkan.
2. Membuat Adonan Keju:
- Kocok cream cheese dengan mixer kecepatan rendah hingga lembut dan tidak bergerindil.
- Masukkan gula secara bertahap, aduk rata.
- Tambahkan telur satu per satu sambil terus dikocok perlahan. Jangan overmix.
- Masukkan sour cream, vanila, dan perasan lemon. Aduk rata.
- Tambahkan tepung maizena jika menggunakan, aduk rata.
- Tuang adonan ke dalam loyang berisi crust yang sudah dingin.
3. Teknik Panggang:
- Bungkus bagian luar loyang dengan alumunium foil (2–3 lapis) agar air tidak masuk.
- Letakkan loyang cheesecake di dalam loyang lebih besar, lalu tuang air panas ke loyang besar (teknik waterbath).
- Panggang di oven suhu 150–160°C selama 60–75 menit, atau sampai bagian tengah cheesecake masih sedikit bergoyang.
4. Pendinginan:
- Setelah matang, diamkan cheesecake di dalam oven selama 1 jam dengan pintu oven sedikit terbuka agar tidak retak.
- Keluarkan dan dinginkan di suhu ruang.
- Simpan di kulkas minimal 4 jam (idealnya semalaman) sebelum disajikan.
🍓 Topping (Opsional):
- Saus blueberry, strawberry, atau cokelat
- Potongan buah segar
- Whipped cream
- Serutan cokelat atau kacang panggang
💡 Tips Sukses Membuat Cheesecake:
- Gunakan bahan bersuhu ruang agar adonan tercampur sempurna.
- Jangan terlalu banyak mengocok adonan agar tidak overmix (bisa menyebabkan cheesecake retak).
- Teknik waterbath membantu cheesecake matang merata dan tetap lembap.
- Cheesecake akan mengeras setelah didinginkan, jadi jangan panik jika terasa agak lembek saat baru dipanggang.
Berikut adalah penjelasan jenis-jenis cheesecake dari berbagai belahan dunia, termasuk teknik pembuatannya dan ciri khas masing-masing:
1. New York Style Cheesecake

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/1075164111052167577/
Asal: Amerika Serikat (New York)
Ciri khas: Teksturnya padat, kaya rasa, dan sangat creamy. Biasanya menggunakan heavy cream atau sour cream untuk menambah kekayaan rasa. Dipanggang di oven dan sering disajikan tanpa topping berlebihan agar rasa kejunya menonjol.
Teknik: Baked (dipanggang), sering menggunakan waterbath untuk hasil halus dan tidak retak.
2. Japanese Cheesecake (Soufflé Cheesecake)

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/160088961748994685/
Asal: Jepang
Ciri khas: Lembut, ringan, dan mengembang seperti sponge cake. Tidak terlalu manis dan memiliki tekstur seperti kapas karena menggunakan putih telur yang dikocok (mirip chiffon cake).
Teknik: Baked, menggunakan teknik au bain marie (panggang dengan air) dan banyak putih telur kocok untuk menghasilkan tekstur airy.
3. No-Bake Cheesecake

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/85709199153945839/
Asal: Variasi modern
Ciri khas: Tidak perlu dipanggang. Hasilnya lebih ringan dan cepat dibuat. Umumnya menggunakan gelatin atau whipped cream untuk membantu adonan mengeras saat didinginkan. Cocok untuk pemula.
Teknik: Didinginkan di kulkas minimal 4 jam atau semalaman.
4. Basque Burnt Cheesecake

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/279715826852110975/
Asal: Spanyol (wilayah Basque)
Ciri khas: Bagian atasnya sengaja dibuat gosong (karamelisasi), warnanya coklat tua. Bagian dalamnya tetap lembut dan lumer. Rasanya agak smokey dengan tekstur creamy di tengah.
Teknik: Dipanggang tanpa crust dan tanpa waterbath, dengan suhu tinggi (sekitar 220°C).
5. Ricotta Cheesecake (Italian Cheesecake)

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/594123375882310841/
Asal: Italia
Ciri khas: Menggunakan keju ricotta atau mascarpone sebagai pengganti cream cheese. Teksturnya lebih ringan dan kasar dibanding New York cheesecake. Sering ditambahkan rasa jeruk atau buah-buahan kering.
Teknik: Baked, kadang tanpa crust.
6. Philadelphia Cheesecake

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/504614333267920801/
Asal: Amerika Serikat
Ciri khas: Mirip dengan New York cheesecake, tapi biasanya lebih ringan. Menggunakan merek Philadelphia cream cheese, sehingga tekstur dan rasanya lebih creamy, tapi tidak sepadat versi New York.
Teknik: Baked atau no-bake, tergantung resep.
7. Vegan Cheesecake

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/914862418661735/
Asal: Modern (khusus untuk pola makan vegan)
Ciri khas: Tidak menggunakan produk hewani. Cream cheese diganti dengan bahan seperti cashew (kacang mete), tofu, atau produk nabati fermentasi. Rasa tetap creamy meski bebas susu dan telur.
Teknik: Seringkali no-bake dan disimpan di freezer.
8. Savory Cheesecake

Sumber foto by: https://id.pinterest.com/pin/998462179892271859/
Asal: Modern/inovatif
Ciri khas: Cheesecake versi asin, bukan dessert. Menggunakan bahan seperti keju asin, sayuran, atau daging asap. Cocok untuk appetizer.
Teknik: Baked, dengan variasi rasa gurih.
kesimpulan singkat tentang cheesecake:
Cheesecake adalah hidangan penutup yang lembut dan creamy, terbuat dari campuran keju, gula, dan telur, biasanya dengan dasar biskuit. Dessert ini memiliki banyak variasi di berbagai negara, baik yang dipanggang maupun tidak. Rasanya yang kaya dan teksturnya yang halus membuat cheesecake menjadi salah satu dessert paling digemari di dunia. Selain lezat, cheesecake juga fleksibel karena bisa dikreasikan dengan berbagai rasa, topping, dan teknik penyajian.
Tunggu apa lagi? Yuk, ajak bestie atau keluarga kamu ke Royal ole2 untuk berbelanja oleh-oleh,tersedia 2000 varian oleh oleh didalam nya.
Cari produk oleh oleh lainya cuma di Royal Ole2
Jangan lewatkan update royalole2 di Instagram Royal Ole2

